Masuk'ตอนนี้สถานะของเธอ..ก็แค่แฟนเก่า' 'ทินภัทร' หรือ 'ทอย' พี่ชายต่างมารดาของ 'รณกร' ในเรื่อง 'ก็แค่ของแถม' เป็นชายหนุ่มที่เป็นเป็นผู้ชายที่เฟอร์เฟกต์ หน้าตาหล่อเหลา แถมยังเป็นคนเก่ง และที่สำคัญเขาเป็นคนที่เฟรนลี่มาก แต่ภายในใจของเขากลับดูโศกเศร้ากับเรื่องที่ฝังอยู่ในใจที่ไม่มีวันลืม ต้องรัก หรือ ต้อง หญิงสาวที่มีหน้าตาสะสวย เป็นคนยิ้มเก่ง ร่าเริง เธอเคยคบหากับทินภัทรที่ตกหลุมรักตั้งแต่แรกเห็น แต่อยู่ ๆ ชายหนุ่มคนนั้นก็บอกเลิกกับเธอโดยไม่มีสาเหตุ ทำให้เธอรู้สึกติดใจกับการบอกเลิกของแฟนหนุ่มอย่างไม่มีเหตุผลมาตลอด เพราะในใจลึก ๆ เธอยังคงรักเขาอยู่ และยังคิดว่าแฟนหนุ่มก็ยังรักเธออยู่เช่นกัน
Lihat lebih banyak"Papa bercanda ya?" Aku masih coba setenang mungkin. "Aku baru lulus sekolah Pa, usiaku baru aja 19 tahun, masa sudah mau dijodohkan."
"Kamu gak berguna." Aku melotot mendengar omongan Papa yang begitu kasar dan menohok dada. Sumpah, kenapa Papa menyebalkan sekali sih? Kalau laki-laki ini bukan Papaku, sudah pasti aku menamparnya. "Kamu kerja gak becus, kuliah gak mau-" "Bukannya enggak mau." Aku memotong cepat. "Aku cuma mau istirahat sebentar Papa. Capek belajar terus." Okei, ini masih bisa disabari. Jadi aku tidak boleh meledak-ledak. "Halah, alasan aja. Kamu cuma bisa foya-foya, kamu enggak becus buat hidup tahu?" "Paaaa!" Memejamkan mata, menarik napas dalam, aku pun tersenyum. "Ya habis aku harus apa lagi?" "Jadi istri orang. Makanya Papa jodohkan kamu dengan seorang pria matang." "Enggak!" Kini, aku mulai tegas pada Papa. "Nala enggak mau menikah dengan laki-laki pilihan Papa." "Oh ya sudah." Papa menaikan bahu dengan tenang sebelum menyesap teh di depannya yang kepulan asap dari teh tersebut sudah hilang ditelan udara. "Kalau gitu, kamu pergi dari rumah ini, tanpa membawa apapun. Kartu kredit kamu, baju kamu, uang kamu, semuanya. Itu kan milik Papa, hasil kerja keras Papa. Anak yang enggak nurut kayak kamu mana pantas Papa biayai." "Pa, kok Papa gitu siiiiih?" Kini aku mulai mencak-mencak, siap meledakan emosi anak 19 tahun yang belum benar-benar stabil. "Aku anak Papa loh! Aku enggak minta dilahirkan ke dunia ini. Karena aku udah di sini seharusnya Papa tuh ngerti, Papa tuh tahu, kalau aku tanggung jawab Papa!" "Papa udah tanggung jawab ke kamu. Selama ini. Kamu hamburin uang Papa? Papa diam. Kamu berbuat nakal, Papa maklumi. Kamu lagi butuh dukungan? Papa dukung. Papa sebisa mungkin didik kamu jadi anak pintar, cerdas, mandiri. Tapi kamunya bolot mulu. Papa sampak kepikiran kalau sebenarnya kamu itu keturunan haji Bolot." "PAPA SAMA MAMA LOH YANG BIKIN AKU!" "Ya karena itu Papa masih bertanggung jawab sama hidupmu." "Ck." Aku menyugar rambut panjang yang sejak tadi sudah berantakan. Bagaimana tidak? Aku stress! Beneran stress! "Tanggung jawab kayak apa? Papa bahkan mau nikahin aku sama cowok yang enggak aku kenal!" "Kalau gitu kenalan dulu aja biar Papa nikahin kamu sama cowok yang udah kamu kenal." "Pa, enggak lucu." "Menurut kamu Papa lagi ngelawak?" Aku diam sembari menatap mata Papa. Menyebalkan sekali, baru kali ini aku punya niatan untuk seenggaknya menonjok wajah paruh baya itu. Tapi di sisi lain, mana berani, mana bisa. Aku kan sayang Papa yang udah memberikan aku banyak uang. "Kamu gak belajar dengan becus, kamu enggak mau masuk kuliah jurusan bisnis, kamu bisanya cuma tidur, nonton, belanja, hura-hura gak jelas. Tahu enggak sih? Kamu tuh bebaaaan banget." Mulutku menganga lebar mendengar penuturan tersebut. "Karena itu, Papa mau mentransfer beban Papa ini, alias kamu, ke seorang lelaki yang Papa yakin bisa handle kamu dengan baik. Bisa ngadepin kamu yang pura-pura baik di depan Papa padahal di luar sana gak waras. Bisa ngadepin kamu yang kayak iya-iya dan nurut perkataan Papa padahal di luar sana? Mana ada nurut, bandel banget. Jangan kira Papa enggak tahu kelakuan kamu itu ya Nala." Aku berdehem mendengar itu. Kenapa Papa baru bicarakan semuanya sekarang coba? Kalau Papa tahu dari dulu seharusnya aku ditegur agar aku bisa lebih hebat untuk menyembunyikan kenakalanku. "Pa, aku tuh enggak nakal, aku cuma lagi mencari jati diri. Pokoknya, intinya, AKU GAK MAU NIKAH SAMA COWOK PILIHAN PAPA!" "Oh ya sudah, pergi dari rumah Papa sekarang juga. Papa masih baik hati biarin kamu bawa tuh baju satu biji yang kamu pake." "Ih Papaaaaaa!" "Ya kalau begitu kamu nikah." "Enggak mau." "Ya udah, pergi, hus, hus, sanaaaa." Mendengar nada bicara Papa aku geli sendiri sembari melotot. "Enggak Pa! Enggak mau!" "Denger, karena kamu udah besar dan kamu bilang kalau, kamu bisa memilih jalan hidupmu sendiri, maka Papa persempit pilihan itu, pertama, kamu menikah dengan laki-laki yang Papa pilih dan hidup dengan tenang menjadi seorang istri yang berbakti pada seorang suami. Kedua, kamu pergi dari rumah ini tanpa membawa apapun." "Aku gak bisa milih salah satu dari penawaran Papa." "Wah, anak gila kamu." "PAPA KOK TEGA-TEGANYA NGATAIN AKU?" "KAMU PIKIR PAPA BUDEG? Santai aja dong ngomongnya, jangan pakai teriak-teriak!" Papa mendelik kesal. "Ya kamu emang gila, hidup udah dipermudah, tinggal milih jadi istri, malah banyak cingcong!" Seharusnya. Hanya saja seharusnya. Aku berpikir sejak dulu untuk menyembunyikan harta Papa di suatu tempat. Agar saat ada masalah seperti ini, aku bisa kabur dari rumah dan menghamburkan uang Papa. Tapi karena aku terlalu bego, pikiranku memang enggak sampai ke sana. ARRRRGH! AKU MAU MELEDAKAN BUMI DAN SEISINYA AJA KALAU KAYAK GINI. "Yah, kalau kamu pergi dari rumah, nekad dengan sehelai baju yang melekat di tubuh kamu itu, otomatis kamu juga akan dihapus dari daftar hak waris." Aku terkekeh. "Dihapus dari daftar hak waris Pa? Terus Papa bakalan mewariskan semua hasil kerja keras Papa dari masih muda ke siapa kalau bukan ke anak sendiri?" "Ke panti asuhan, panti jompo, ke orang-orang yang membutuhkan. Dari pada ke anak gak berguna." "Lah?" Aku berdiri dan berkacak pinggang. "Kenapa Papa tega begitu sih? Kenapa Papa tidak menggunakan hati nurani Papa. Anak lain mau dibantu, orang lain mau dikasih, tapi anak sendiri dibiarkan sengsara?" "Lah kamu emang udah ngasih apa ke Papa? Enggak ada benefitnya hidup kamu buat Papa selama ini Nala. Kalau Papa ngasih orang-orang di luar, Papa akan dicap sebagai seorang dermawan yang meninggal dunia, dermawan kaya baik hati. Si pekerja keras yang menyerahkan hartanya untuk beramal. Lah kalau kamu? Lagian percuma juga kamu dapet warisan. Di tangan kamu yang enggak bisa apa-apa itu, perusahaan Papa bakalan runtuh, bangkrut, mana becus kamu kerja, ngurus ribuan karyawan. Belajar pun kamu enggak mau." "Nanti, Papa malah dicap jelek kalau perusahaan gulung tikar di masa jabatan kamu. Oh, ternyata Pak Haryn punya anak yang enggak berguna. Pak Haryn enggak becus didik anaknya, karena itu perusahaan bangkrut, tercoreng nama Papa sama kamu." "Intinya, Papa nyebelin!" "Nah kan, enggak ngaca diri, kamu lebih nyebelin." Papa ikut berdiri dan membenahi kacamata yang kini melorot di tulang hidungnya. "Papa udah mengatur pertemuan kamu dan pria yang sudah Papa pilihkan. Besok, kalian bisa makan siang sama-sama di salah satu restoran. Papa enggak mau tahu, kamu harus datang." "Aku gak bakalan datang." "Okei, Papa blokir akses kartu kredit kamu." "PAAAAAA!" Aku mencak-mencak, astaga, dunia ini sudah gila!ตอนจบ"เธอคิดเราจะไปปั๊มลูกที่ไหนกันดี"พอสิ้นเสียงฉันก็พลิกตัวหันไปที่สามีทันที"พี่หมายความว่าอะไร"ฉันขมวดคิ้วเอ่ยถามสามีสุดหล่อที่ยืนอมยิ้มตรงหน้า"ฮันนีมูนน่ะ..เธออยากไปที่ไหน""แล้วเกี่ยวอะไรกับทำลูก?"พูดจบสามีสุดหล่อก็กลั้วหัวเราะออกมาอย่างมีเลศนัย"เหอะ...ก็พ่อเธออยากอุ้มหลานไม่ใช่เหรอพี่ก็เลยอยากให้ท่านสมหวัง""ชิว์ คนบ้ากาม"ฉันพึมพำแล้วจัดการถอดเครื่องประดับตัวเองต่อ"ให้พี่ช่วยถอดเสื้อผ้าให้ไหม"เสียงทุ้มแฝงเซ็กซี่ดังเข้ามาข้าง ๆ ใบหู"พี่ทอย..ต้องเหนื่อย"ฉันรู้เจตนาของสามีว่าเขาต้องการอะไร จึงแย้งทันที"แต่พี่ไม่เหนื่อย พี่ทำให้เธอได้""เฮ้ออออ"ฉันพ่นลมหายใจออกมาพรืดใหญ่"ให้พี่ถอดให้นะ"ปากว่าแต่มือรูดซิบชุดราตรีที่ด้านหลังลงแล้วคืนเข้าหอ ฉันก็ไม่รอดพ้นน้ำมือพี่ทอย เขาจัดหนักจัดเต็มราวกับคนหิวโหย ปึก ปึก ปึก"อื้ออออ พี่ทอยพอได้แล้ว"ฉันใช้มือผลักหน้าอกแกร่งในขณะที่สามีป้ายแดงกำลังจะสอดท่อนเอ็นเข้ามาอีกครั้ง"อีกรอบเดียว..พอเลย"คนบนร่างพูดด้วยน้ำเสียงกระเส่า แล้วพอพูดจบ พรวด! ท่อนยักษ์ก็ได้สอดแทรกเข้ามาที่ร่องแคบของฉันแล้ว."อ่า~" ปึก ปึก ปึกเช้าวันต่อมาพี่ทอยพาฉันออกจากโรง
แต่งงานแผลที่ขาฉันดีขึ้นมากแล้ว พี่ทอยที่คอยแวะเวียนมาคอยดูแลฉันอยู่ตลอดหลังจากออกโรงพยาบาล. จึงได้บอกกับพ่อของฉันว่าจะพาพ่อของเขาและน้าเรอามาคุยเรื่องการสู่ขอ ซึ่งพ่อก็ไม่ได้ทักท้วงอะไร เพราะหลังมานี้ท่านดูเอ็นดูพี่ทอยขึ้นมามาก และทำท่าอยากจะได้เป็นลูกเขยใจจะขาดวันนี้แหละเป็นวันที่พี่ทอยจะพาครอบครัวมา ฉันรู้สึกตื่นเต้นมาก ไม่คิดเลยว่าสุดท้ายแล้วฉันจะได้ลงเอยกับรักแรก ที่เคยเลิกลากันมาแล้วครั้งหนึ่งก๊อก ก๊อก ก๊อก เสียงเคาะประตูดังมาจากนอกห้องพร้อมกับเสียงเรียกของป้าแม่บ้าน"คุณหนูต้องแต่งตัวเสร็จหรือยังคะ"ฉันลุกขึ้นแล้วเดินไปเปิดประตูทันที"เรียบร้อยแล้วค่ะ""พวกเขามากันแล้วค่ะคุณหนู รีบลงไปกันเถอะ"ฉันคลี่ยิ้มหวานแต่ภายในใจรู้สึกตื่นเต้นไม่น้อย ก้าวขาเดินตามป้าแม่บ้านลงมาจากห้อง.พอมาถึงที่ห้องรับแขกก็ได้พบกับพ่อพี่ทอยแล้วน้าเรอาจึงรีบยกมือไหว้ ก่อนที่จะนั่งลง.จากนั้นการเจรจาก็เริ่มขึ้น เราปรึกษาหารือกันร่วม ๆ สองชั่วโมง จึงได้ข้อสรุปว่า งานแต่งของฉันกับพี่ทอยจะเกิดขึ้นภายในสามเดือนข้างหน้า พี่ทอยยิ้มไม่หุบ กุมมือฉันไว้ตลอดเลยหลังจากตกลงกันเรียบร้อย พ่อฉันก็ชวนครอบครัวพี่ทอยทานข้
ยอมรับ"แฟนเก่าแก่น่ะ"ฉันได้ยินที่พ่อบอกก็หลุดหัวเราะออกมา"คิกคิก""จะให้เข้ามาไหม"จากนั้นพ่อก็ถามกลับมา"ให้เข้ามาสิคะ"ฉันพูดพร้อมกับฉีกยิ้มหลังจากที่พ่อรู้ว่าพี่ทอยไม่ได้เป็นคนที่ทำให้ลูกชายของท่านเสียชีวิต จึงลดทิฐิลงยอมเปิดใจรับฟังเรื่องราวพี่ทอยจากปากฉัน ซึ่งฉันก็รู้สึกดีใจและเล่าเรื่องของฉันกับพี่ทอยให้พ่อฟัง.ว่าเจอกันยังไง ใครจีบใครก่อน จนกระทั่งตอนที่เขาบอกเลิกโดยที่ตอนนั้นฉันเองก็ไม่รู้เหตุผล คอยไปดักเจอเขาจนเสียการเรียน ก็เป็นสาเหตุที่พ่อส่งฉันไปเรียนเมืองนอก พอฉันกลับมาก็ได้เจอเขาอีกครั้ง แต่ไม่ได้เล่าถึงความร้ายกาจที่พี่ทอยทำกับฉันนะ กลัวพ่อจะเกลียดเขา และกลัวว่าจะไม่ยอมให้เราคบกัน ถึงแม้ฉันก็ยังมาความแค้นใจอยู่บ้างตึก ตึก เสียงฝีเท้าหนักเดินเข้ามา ชายหนุ่มใบหน้าหล่อเหลาคลี่ยิ้มให้ฉันแบบเจื่อน ๆ"มีธุระอะไร"พี่ทอยหันขวับกลับไปที่คนถาม."เอ่อ..คือผมอยากมาเยี่ยมน้องอ่ะครับ"น้ำเสียงนุ่มนวลแต่แฝงไปด้วยความประหม่า ฉันนั่งมองแฟนหนุ่มแล้วคลี่ยิ้มออกมาเมื่อเห็นว่าเขาดูเกร็ง ๆ พออยู่ต่อหน้าพ่อของฉัน"...."พ่อฉันไม่พูดอะไรเลือกที่จะส่ายหน้าแล้วเดินไปนั่งที่โซฟามุมห้อง พี่ทอยยืนมอ
ความจริง 2TOYตกเย็นผมก็รีบเก็บของเตรียมตัวไปหาไอ้กั้งทันที วันนี้ในหัวผมคิดแต่เรื่องที่มันพูด ระหว่างที่ผมกำลังจะเดินออกจากห้องทำงาน ก็สวนเข้ากับรณ น้องชายต่างมารดาของผมเข้า"ดูรีบร้อน..จะไปไหน"มันถามด้วยสีหน้านิ่งเรียบ"ไปหาไอ้กั้ง"ผมตอบกลับพร้อมกับจะก้าวขาเดิน แต่น้องชายต่างมารดาก็คว้าแขนผมไว้"มันออกมาแล้ว?"ผมผงกหัวรับ"ใครพามันออกมา ได้ยินว่าอามัน...""ไม่รู้เหมือนกัน ก็จะไปถามมันอยู่นี่ไง"ผมพูดด้วยอารมณ์หงุดหงิดเพราะตอนนี้ผมอยากจะไปเจอกับเพื่อนเก่าที่เคยร่วมชั้นเรียนแล้ว."ฉันไปด้วย"พูดจบ ไอ้น้องชายหน้านิ่งก็เดินนำหน้าผมไป"เฮ้อ"ผมพ่นลมหายใจพรืดใหญ่แล้วจำยอมให้มันไปด้วย"มันพูดอะไรบ้าง"ระหว่างที่ผมขับรถน้องชายหน้านิ่งก็เอ่ยถามขึ้นมา"มันจะบอกความจริงเรื่องการตายของไอ้ตั้ง"พูดจบรณก็หันขวับมาที่ผม"การตายของไอ้ตั้ง?"แล้วพึมพำเบา ๆ"อืม..มันต้องรู้อะไรแน่"สิ้นเสียงผมก็รีบเหยียบคันเร่งทันทีเพื่อจะไปให้ถึงเร็วที่สุดพอมาถึงผมกับรณก็รีบลงจากรถแล้วเดินขึ้นบันไดหนีไฟไปยังชั้นดาดฟ้า"แฮ่ก ๆ"กว่าจะถึงผมกับรณก็ยืนหอบกันใหญ่"แก่แล้วก็งี้แหละ"ผมหันไปบอกกับน้องชายหน้านิ่ง."ฉันยังไม่แก่"พู
คาใจTOYหลังจากที่ผมเดินออกมาโดยที่ไม่ทันได้เห็นคนที่รักฟื้นแต่ผมก็ต้องทำใจรอโอกาส จากนั้นผมก็รีบไปยังสถานีตำรวจทันที พอไปถึงตำรวจก็กำลังควบคุมไอ้กั้งเพื่อนร่วมชั้นเข้าไปในห้องขัง."คุณมาพอดีเลยผมจะได้สอบปากคำไว้ก่อน...."นายตำรวจท่านนึงพูดพลางมองไปยังไอ้กั้งที่เดินคอตกเข้าไปในห้องขังโดยไม่ปริปากพ
อย่ามาเจอTOY"พี่ทอยช่วยต้องด้วย...ว้าย"ในขณะที่ต้องรักยังไม่ได้บอกอะไรเลยก็ตัดสายไปซะก่อน ผมจึงรู้สึกร้อนรนมาก เพราะน้ำเสียงของแฟนสาวราวกับกำลังตกอยู่ในอันตราย แต่ยังดีที่ผมได้ติดตั้งจีพีเอสในโทรศัพท์ของต้องรักไว้จึงทำให้รู้ว่าเธออยู่ที่ไหนผมคว้ากุญแจรถ แล้วรีบออกจากห้องทำงานเพื่อไปหาแฟนสาวทันท
คนที่รักและเอ็นดูถึงแม้พ่อจะห้ามติดต่อกับพี่ทอย แต่ฉันก็ไม่ฟัง ยังคงลักลอบติดต่อกับแฟนหนุ่มอยู่ตลอดโดยที่ไม่ให้พ่อรู้(ทางนั้นเป็นยังไงบ้าง)เป็นเสียงของคนรักเอ่ยถามเข้ามาที่โทรศัพท์"พี่กั้งหายไปเลยค่ะ เขาไม่เข้ามาที่บริษัทสอง สามวันแล้ว"ฉันบอกไปตามความจริง หลังจากที่พ่อปิดระบบทั้งหมด พี่กั้งราวก
ยังไงก็ไม่ยอมรับ"ยัยต้อง...นี่แกพามันมาด้วยเหรอ!"พ่อทำน้ำเสียงแข็งหันมาถามฉันด้วยสีหน้าไม่พอใจต่างจากเมื่อกี้"ออกไปจากบริษัทของฉัน!"จากนั้นก็หันไปตวาดพี่ทอยทันที"ใจเย็น ๆ ก่อนครับผมมีเรื่องสำคัญที่จะแจ้งให้คุณอาทราบ..""ฉันไม่ฟังอะไรแกทั้งนั้น ออกไปจากบริษัทของฉัน ไม่งั้นฉันจะเรียกรปภมาลากแกออกไ