คุ้งเสน่หา

คุ้งเสน่หา

last updateHuling Na-update : 2025-06-14
By:  เตชิตาOngoing
Language: Thai
goodnovel16goodnovel
Hindi Sapat ang Ratings
5Mga Kabanata
266views
Basahin
Idagdag sa library

Share:  

Iulat
Buod
katalogo
I-scan ang code para mabasa sa App

มารศรีแม่สาวฝีปากกล้าที่แอบมีใจให้กับวิชาญ พระเอกลิเกรูปหล่อขวัญใจพี่ยกน้องยกทั่วราชอาณาจักร แต่กลับไม่ใยดีในความสวยของหล่อน เมื่อคณะลิเกที่วิชาญเป็นพระเอกเข้าไปเปิดวิกเล่นในเมืองหลวง มารศรีจึงลงทุนหนีพ่อแม่ตามไปดูการแสดงของขวัญใจสุดหล่อ แต่โชคชะตาและพรหมลิขิตชักพาให้หล่อนไปพบเรื่องราววุ่น ๆ คดีฆาตกรรมอำพรางหลังม่านการแสดง การตายของหลานชายเจ้าของคณะลิเกทำให้หล่อนได้พบกับอานนท์ นายตำรวจหุ่นล่ำที่แฝงตัวเข้าอยู่ในบ้านของหล่อนเพื่อตามสืบคดีดังกล่าว เมื่อพระพรหมเล่นกลให้เธอต้องใกล้ชิดกับชายที่ไม่ได้หมายปอง มารศรีจะหวั่นไหวเผลอใจให้นายตำรวจหนุ่มอีท่าไหน ต้องไปติดตาม

view more

Kabanata 1

1แม่ค้าขนมหวาน

Saat Clara Hermosa tiba di bandara Negara Latvin, waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam.

Hari ini adalah hari ulang tahunnya.

Begitu dia membuka ponselnya, dia menerima sekelompok ucapan selamat ulang tahun.

Semuanya dari teman dan rekan kerjanya.

Tapi tidak ada kabar sama sekali dari Edward Anggasta.

Senyum Clara pun memudar.

Ketika dia tiba di vila, sudah jam 10 lebih.

Saat Bibi Sari melihatnya, dia tertegun sejenak: “Bu Clara, kenapa Ibu... bisa datang ke sini?”

“Di mana Edward dan Elsa?”

“Pak Edward belum pulang, Nona Elsa masih main di dalam kamar.”

Clara pun memberikan barangnya pada Bibi Sari, tapi saat di lantai atas dia melihat Elsa Anggasta yang memakai baju tidur, tampak duduk di meja kecil, entah sedang memukul apa, tapi dia sangat serius, hingga bahkan tidak tahu ada orang yang masuk ke kamarnya.

“Elsa?”

Saat Elsa dengar suara ini, dia langsung berbalik dan menyebut dengan riang: “Mama!”

Lalu, dia kembali membalikkan badan dan lanjut memukul barang di tangannya.

Clara lalu mendekat dan memeluknya, saat dia hampir menciumnya, dia didorong oleh Elsa: “Mama, aku lagi sibuk.”

Clara sudah dua bulan tidak bertemu anaknya, jadi dia rindu padanya, tentu saja ingin menciumnya, dan berbicara dengan putrinya itu.

Melihatnya begitu serius, dia juga tidak mau mengganggunya: “Seminggu lagi, Tante Vanessa berulang tahun, ini hadiah yang aku dan Ayah siapkan untuk dia! Kulit kerang ini buatan aku dan ayah sendiri pakai mesin, cantik ‘kan?”

Clara merasa tenggorokannya tercekat, sebelum dia menjawab, putrinya yang masih memunggunginya pun lanjut berkata: “Ayah juga sudah siapkan hadiah lain untuk Tante Vanessa, besok—“

Hati Clara tercekat, dia tidak tahan lagi, “Elsa... masih ingat ulang tahun Ibu?”

“Ha? Apa?” Elsa menatapnya, lalu tunduk kembali dan menatap untaian manik-manik, sambil menggerutu: “Sudah kubilang jangan bicara denganku dulu, susunan manik-manikku jadi berantakan—“

Clara melepaskan tangan yang tadi sedang memeluk putrinya, dan tidak berbicara lagi.

Dia berdiri diam begitu lama, melihat putrinya bahkan tidak melihatnya, Clara mengatup erat bibirnya, lalu pergi dalam diam.

Bibi Sari melihatnya, lalu berkata: “Bu Clara, tadi aku sudah telepon Pak Edward, dia bilang malam ini dia ada urusan, jadi dia minta Anda tidur duluan.”

“Oke.”

Clara menjawab pendek, teringat perkataan putrinya tadi, dia tertegun, dan menelepon Edward.

Setelah berdering sejenak telepon itu diangkat, tapi suaranya terdengar begitu tenang: “Aku masih ada urusan, besok saja—“

“Edward, ini sudah malam, siapa itu?”

Itu suara Vanessa Gori.

Clara menggenggam ponselnya erat-erat.

“Nggak apa.”

Sebelum Clara selesai bicara, Edward langsung mematikan telepon.

Mereka sudah 3 bulan tidak ketemu, hari ini akhirnya dia pulang ke Negara Latvin, tapi Edward malah tidak mau segera pulang, bahkan dengar teleponnya pun, dia tidak mau.

Setelah nikah begitu lama, Edward selalu gini padanya, dingin, menjauh, dan tidak sabar.

Sebenarnya dia sudah terbiasa.

Kalau dulu, dia pasti akan telepon Edward lagi, lalu dengan sabar menanyakan keberadaannya, dan apa dia bisa pulang.

Akan tetapi mungkin hari ini dia kelelahan, jadi tidak ada tenaga untuk melakukan ini.

Keesokan paginya begitu bangun, dia berpikir sejenak, lalu memutuskan untuk menelepon Edward lagi.

Negara Latvin dan Negara Marola memiliki perbedaan 17 hingga 18 jam, jadi di Negara Latvia, hari ini barulah ulang tahunnya.

Kali ini tujuannya pulang ke Negara Latvin, selain ingin bertemu Edward dan Elsa, dia juga berharap di hari yang spesial ini, mereka bisa berkumpul, dan makan bersama.

Ini adalah doanya dalam ulang tahun kali ini.

Edward tidak mengangkat teleponnya.

Setelah begitu lama, dia baru mengirim sebuah pesan.

[Ada apa?]

Clara: [Siang ini ada waktu? Aku bawa Elsa, kita makan bareng yuk?]

[Oke, beri tahu aku setelah tahu lokasinya.]

Clara: [Oke.]

Setelah itu, Edward tidak membalas lagi.

Dia tidak teringat hari ini ulang tahunnya.

Meski Clara sudah mempersiapkan hatinya, tapi dia tetap merasa kecewa.

Setelah mandi, dia bersiap turun ke bawah, tapi saat ini dia mendengar suara putrinya dan Bibi Sari.

“Bu Clara sudah pulang, Nona Elsa nggak senang?”

“Aku dan Ayah sudah setuju mau main di pantai bersama Tante Vanessa, tapi ibu mendadak pulang, kalau dia mau ikut kami pergi, suasananya pasti nggak enak.”

“Ibu juga jahat banget, selalu nggak suka Tante Vanessa—“

“Nona, Bu Elsa itu ibumu, nggak boleh bilang gitu, nanti Bu Clara jadi sedih oke?”

“Aku tahu, tapi aku dan Ayah memang lebih suka sama Tante Vanessa, apa Tante Vanessa nggak bisa jadi ibuku saja?”

“...”

Jawaban Bibi Sari selanjutnya, tidak terdengar Clara lagi.

Itu adalah putri yang dibesarkannya sendiri, tapi setelah bersama ayahnya selama 2 tahun, dia malah jadi lebih dekat pada ayahnya, tahun lalu Edward datang ke Negara Latvin untuk buka cabang, tapi putrinya malah mau ikut juga.

Dia tidak rela, dia tentu ingin putrinya tetap di sisinya.

Tapi dia tidak tega lihat anaknya sedih, jadi dia setuju.

Tidak disangka...

Seperti dipaku di lantai, Clara berdiri tegak, wajahnya pucat, tidak bisa bergerak sama sekali.

Kali ini dia melepaskan pekerjaannya untuk datang ke Negara Latvin, karena dia ingin menemani putrinya.

Tapi tampaknya, tidak perlu lagi.

Clara kembali ke kamarnya, lalu menyimpan kembali hadiah yang dia bawa dari Negara Marola, ke dalam kopernya.

Beberapa saat kemudian, Bibi Sari meneleponnya, mengabari bahwa dia bawa Elsa keluar main, meminta Clara meneleponnya kalau ada urusan.

Clara duduk di atas tempat tidur, merasa hampa dan bingung.

Dia secara khusus melepaskan pekerjaannya untuk kemari, tapi akhirnya tidak ada yang benar-benar butuh dia.

Kedatangannya, membuatnya terlihat bodoh.

Setelah beberapa saat, dia keluar rumah.

Dia berjalan tanpa arah di negara yang asing tapi familier ini.

Saat mendekati siang, dia baru teringat, sebelumnya dia mengajak Edward makan siang.

Dia lalu teringat perkataan yang dia dengar tadi pagi, saat dia sedang ragu apakah mau pergi jemput putrinya, dia tiba-tiba menerima pesan dari Edward.

[Siang ini ada urusan, makan siangnya batal.]

Clara menatapnya lama, tidak terkejut sama sekali.

Karena dia sudah terbiasa.

Di hari Edward urusan kantor ataupun janji dengan temannya... semuanya lebih penting dari istrinya.

Walau sudah janji dengannya, Edward bisa membatalkannya sesuka hati.

Sama sekali tidak memikirkan perasaannya.

Lalu apa dia merasa kecewa?

Dulu mungkin iya.

Tapi sekarang dia sudah kebal, tidak ada rasa sama sekali.

Clara makin bingung.

Dia datang dengan senang, tapi baik suaminya, ataupun putrinya, semua dingin padanya.

Tanpa disadari, mobil yang dia kendarai tiba di sebuah restoran yang sering dikunjunginya bersama Edward.

Saat dia baru mau masuk, dia melihat Edward, Vanessa dan Elsa di dalam restoran itu.

Vanessa dan putrinya duduk di sisi yang sama dengan mesra.

Sembari bicara dengan Edward, dia bermain dengan Elsa.

Elsa tampak mengayunkan kakinya dengan senang, bermain dengan Vanessa, sambil memakan kue bekas gigitan Vanessa.

Edward menyendokkan makanan untuk mereka sambil tersenyum, tatapannya terus tertuju pada Vanessa yang ada di depannya, seakan di matanya hanya ada dia.

Inilah urusan yang dibilang Edward.

Ini juga adalah putri yang dia lahirkan dengan susah payah setelah mengandung selama 9 bulan.

Clara tersenyum getir.

Dia hanya bisa berdiri menatap mereka.

Setelah setengah jam, dia memalingkan wajahnya, membalikkan badan dan pergi.

Setelah kembali ke vila, Clara menyiapkan sebuah surat cerai.

Edward adalah impiannya saat dia masih muda, tapi Edward tidak mau menikahinya.

Dirinya yang dulu dengan bodohnya mengira, asalkan dia berusaha keras, dia pasti bisa masuk ke dalam hatinya.

Tapi kenyataan malah menghantamnya dengan keras.

Sudah hampir 7 tahun.

Ini saatnya sadar.

Dia memasukkan surat cerai itu ke dalam amplop, meminta Bibi Sari memberikannya pada Edward, lalu menarik kopernya ke dalam mobil, dan memerintahkan supirnya: “Ke bandara.”
Palawakin
Susunod na Kabanata
I-download

Pinakabagong kabanata

Higit pang Kabanata
Walang Komento
5 Kabanata
1แม่ค้าขนมหวาน
หญิงสาวรูปร่างผอมแกร็นผิวกายคล้ำหยาบนั่งอยู่ท้ายเรือกำลังพายเรือหัวแหลมขนาดเล็กซึ่งชาวท้องถิ่นเรียกว่า “เรือเข็ม” ออกจากบันไดท่าน้ำหน้าตลาดลาดชะโดมีชื่อว่านังจืด หล่อนเป็นคนสนิทของมารศรีสาวสวยวัย ๒๐ ที่นั่งเสงี่ยมอยู่ตรงหัวเรือ นังจืดกำลังพายเรือล่องไปตามลำคลองขุดที่แยกมาจากแม่น้ำน้อยไหลผ่านหน้าบ้านเรือนสองฝากฝั่งเกิดเป็นชุมชนริมน้ำขนาบข้างด้วยชุมชนเรือนแพที่ปลูกลอยเหนือผิวน้ำไปตลอดแนวลาดชะโดคือชุมชนที่เงียบสงบในเขตอำเภอผักไห่จังหวัดพระนครศรีอยุธยาที่มีพื้นราบต่ำ น้ำท่วมถึงจึงทำให้มีปลาชะโดชุกชุมไปทั้งคุ้งน้ำ คลองลาดชะโดแยกย่อยมาจากแม่น้ำเจ้าพระยาเกิดเป็นชุมชนขนาบคลองซึ่งแบ่งออกเป็น ๒ตำบล ๑๗ หมู่บ้าน ฝั่งหนึ่งเรียกบ้านหนองน้ำใหญ่ประกอบด้วย ๑๑ หมู่บ้านกับอีกฝั่งเรียกว่าบ้านจักราชแยกเป็นอีก ๖ หมู่บ้านมารศรีเป็นบุตรสาวคนเดียวของนางผ่องแผ้ว ผลบุญกับนายกุศล ผลบุญ อดีตผู้ใหญ่บ้านคนหนึ่งของตำบลจักราชหล่อนได้รับฉายาว่าดอกบัวแย้มกลีบแห่งคุ้งลาดชะโดด้วยวัยเพียง ๒๐ ปีทำให้หล่อนเสมือนบัวเพิ่งบานชูเกสรล้อแมลงเพศผู้อาจเพราะธรรมชาติลำเอียงจึงได้เสกสรรความงามให้กับหญิงสาวเสียจนล้นเหลือ รูปร่างระหง
last updateHuling Na-update : 2025-06-13
Magbasa pa
2.โอ้บ้านแพน
จืดชะโงกหน้าเข้าไปใกล้หูมารศรีพลางจีบปากจีบคอเอ่ยด้วยน้ำเสียงกระฟัดกระเฟียด “อีนังดอกเอื้องต้องเป็นตัวการแน่เชียวน้องศรี มันคงเป็นคนห้ามไม่ให้นังชมมาบอกเราแน่ ๆ” “หึ...อีนังนี่มันร้ายนัก มันคิดจะกันท่าไม่ให้ฉันตามไปดูพี่วิชาญละสิ” มารศรีเอ่ยเสียงสะบัดอย่างเกรี้ยวกราดแล้วเม้มปากเป็นเส้นด้วยความขัดใจ “แต่เขาไปแสดงไกลถึงบางกอกนู่น พ่อเอ็งจะให้ไปหรือวะ” สาวใหญ่เอื้อนเอ่ยอย่างคนที่รู้จักนิสัยของผู้ใหญ่กุศลเป็นอย่างดี “ก็จริงจ้ะ...พ่อคงไม่ให้ฉันไปหรอก” มารศรีเอ่ยกระฟัดกระเฟียด “ก็นั่นนะสิ อย่างนั้นเอ็งก็อย่าไปโกรธนังชมกับเพื่อนของมันเลยวะยังไงเอ็งก็ไปไม่ได้อยู่แล้ว เอาไว้รอดูที่บ้านเราก็ได้ ปิดวิกที่บางกอกเสร็จ เขาก็มาเล่นที่บ้านเราอยู่แล้ว” สาวใหญ่เอ่ยปลอบ “ป้าไม่ต้องห่วง ฉันไม่โกรธนังชมมันหรอกจ้ะ” มารศรีตอบอย่างใจคิดเพราะคนที่หล่อนโกรธไม่ใช่ชวนชมแต่เป็นนางเอกลิเกนามว่าดอกเอื้องต่างหาก ไอร้อนจากแสงอาทิตย์สาดส่องไปทั่วคุ้งน้ำซึ่งเนืองแน่นไปด้วยลำเรือของเหล่าพ่อค้าแม่ขายลอยเรียงบนผิวน้ำใกล้ท่าเรือเพื่อค้าขายกับผู้โดยสารจ
last updateHuling Na-update : 2025-06-14
Magbasa pa
3.สะดุดรัก
“น้องศรีจะไปไหน” จืดเงยหน้าขึ้นมองสาวรุ่นน้อง เอ่ยถามขึ้นอย่างสงสัย “ฉันจะลงไปซื้อขนมมาตุนไว้กินเสียหน่อย เมื่อตะกี้ตอนอยู่ผักไห่มัวแต่กังวลเรื่องไอ้พี่แอ๊ะจนลืมซื้อเลย” มารศรีเอี้ยวหน้าหันไปตอบ “เดี๋ยวพี่ไปซื้อให้เองก็ได้ น้องศรีอยากกินอะไรล่ะ” จืดกุลีกุจอจะลุกขึ้นหวังจะบริการลูกสาวนายจ้าง “ไม่ต้อง พี่นั่งรอตรงนี้แหละ เดี๋ยวฉันลงไปเลือกซื้อเอง”มารศรีปฏิเสธแล้วเดินลงบันไดไปยังชั้นล่างช้า ๆ กวาดตามองบนท่าน้ำซึ่งเป็นที่ตั้งของตลาดบ้านแพนผู้คนจำนวนมากกำลังซื้อหาจับจ่ายสินค้ากันอย่างคึกคักสมกับเป็นท่าเรือใหญ่ เรือแจวพายเอื่อยผ่านหางตาหล่อนแล่นเข้าไปตามตรอกซอกซอยในขณะที่เรือหางติดเครื่องแล่นปรู๊ดปร๊าดรับส่งผู้โดยสารกันขวักไขว่ ลูกสาวอดีตผู้ใหญ่บ้านก้าวขึ้นไปบนท่าและเดินตรงดิ่งเข้าหาขนมแผ่นบางบนเตาที่แม่ค้าสาวกำลังละเลงแป้งเป็นวงดูน่ากิน“พี่สาวจ๊ะ เอาขนมเบื้องให้ฉันสามแผ่นสิจ๊ะ”มารศรีสั่งพลางล้วงเหรียญบาทออกจากกระเป๋ากางเกงยืนรอแม่ค้าใส่เครื่องและน้ำตาลลงในแป้งที่ละเลงอยู่บนกระทะ เมื่อขนมสุกแม่ค้าพับแผ่นแป้งทบเป็นครึ่งวงกลมหยิบขึ้นจากกระทะว
last updateHuling Na-update : 2025-06-14
Magbasa pa
4.สาวปากไว
“ช่วยไม่ได้ ใครใช้ให้ซุ่มซ่าม มาทำให้ฉันต้องอายและเจ็บตัวทำไมล่ะ”มารศรีไหวไหล่เอ่ยตอบอย่างไม่สนใจแววตาแสดงอารมณ์ของคู่กรณี หล่อนเก็บธนบัตรในมือยัดใส่กระเป๋าก่อนจะหยิบเหรียญบาทออกมาแทนแล้วยื่นส่งให้กับแม่ค้าขนม“ผู้หญิงอะไร...หน้าเลือดชะมัด” เขาบ่นอุบแต่ไม่คิดเรียกร้องเอาเงินทอนคืนได้แต่ส่ายหน้าเบา ๆ แล้วเดินตรงไปที่ท่าเรือ เลิกใส่ใจคู่กรณีซึ่งเดินตามหลังเขามาห่าง ๆมารศรีแบะริมฝีปากใส่แผ่นหลังของชายตัวโตที่ก้าวนำหน้า หล่อนเดินตามไปห่าง ๆ เห็นอีกฝ่ายลงไปในเรือและเดินลึกเข้าไปมองหาที่นั่งชั้นล่างตรงบริเวณหัวเรือ“ดีนะที่นั่งคนละชั้น...จะได้ไม่ต้องเห็นหน้าให้เสียอารมณ์ไปตลอดทาง” หล่อนบ่นพึมพำขณะก้าวลงเรือและปีนขึ้นไปยังชั้นสองสลัดภาพใบหน้าชายหนวดครึ้มคนนั้นออกจากหัวพื้นที่บนเรือที่ค่อนข้างว่างเมื่อตอนออกจากท่าเรือผักไห่หลังสิ้นเสียงระฆังที่แขวนอยู่ตรงหัวเรือเป็นสัญญาณเตือนว่าเรือกำลังจะแล่นออกจากท่า ทุกพื้นที่เคยว่างกลับเต็มไปด้วยผู้โดยสารที่ขึ้นมาจากท่าเรือบ้านแพนและเรือค่อย ๆ แล่นฝ่ากระแสน้ำออกจากท่า มุ่งหน้าสู่บางกอกอย่างเชื่องช้า เสียงเครื่องยนต์ดังแข่งกับเสียงพูดคุยในหมู่คนโดยสารท
last updateHuling Na-update : 2025-06-14
Magbasa pa
5.กำนันกับผู้ใหญ่
กำนันเปลวระบายลมหายใจแรงเมื่อนึกถึงบุตรชายคนโตที่เพิ่งเดินทางกลับเข้าบางกอกเช่นเดียวกัน“นี่ข้าไม่ได้เจอลูกชายเอ็งมากี่สิบปีแล้ววะไอ้เปลว ไปเรียนในบางกอกเสียงนานนมจนข้าแทบจะจำหน้าหลานชายไม่ได้อยู่แล้ว”“เกือบยี่สิบปีละมัง ตั้งแต่เจ้าอุ่นมันจบป.๔ แล้วไปเรียนต่อกระทั่งจบมาเป็นตำรวจก็ไม่ยอมกลับบ้าน รับใช้ทางการอยู่ที่บางกอกนั่นแหละ” กำนันเปลวเอ่ย“จริงสิ เจ้าอุ่นมันเรียนจบตำรวจนี่นะ” กุศลเอ่ยถึงหลานชายด้วยความเอ็นดู“เออ...เป็นตำรวจ ไม่ค่อยอยู่บ้านอยู่ช่องหรอก บางทีหายไปเป็นเดือน ๆ ไม่ติดต่อกลับบ้าน เพราะมัวแต่ไปสืบความลับให้ทางการเขา ทำเอาแม่เย็นจิตแม่เขากลุ้มใจ เป็นห่วงลูกแทบไม่ได้กินไม่ได้นอนนอนเลยทีเดียว” พ่อกำนันเอ่ยระบายความหนักใจให้เพื่อนฟัง“มีเมียหรือยังละลูกชายเอ็งนะ” กุศลซักด้วยความสนใจ“ยังนะสิ แม่เย็นจิตก็พยายามมองหาสาว ๆ ให้ลูกอยู่เหมือนกันแต่ไอ้คนของเรามันไม่เล่นด้วย ชอบทำหน้าตาขึงขังข่มขู่เขาร่ำไปเลยยังไม่มีเมียเสียที ไม่ได้เลือดพ่อมันเอาเสียเลย” กำนันเปลวส่ายหน้าเบา ๆ เมื่อเอ่ยถึงลูกชายเสียงเอือม“เจ้าอุ่นมันคงเบื่อผู้หญิงละมั้ง”กุศลเอ่ยยิ้ม ๆ นึกถึงหลานชายที่โตมากับครอ
last updateHuling Na-update : 2025-06-14
Magbasa pa
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status