เข้าสู่ระบบดลลดา ฤทธาภิวัฒน์ สาวน้อยผู้ใสซื่อ บริสุทธิ์ผุดผ่อง เจ้าของเรือนร่างอันงดงามดุจนาฬิกาทราย จะทำเช่นไร เมื่อต้องเข้าไปฝึกงานในตำแหน่งผู้ช่วยเลขานุการของเทพบุตรซาตานอย่าง ชวนนท์ อัครเดช-ไพศาล เจ้านายหนุ่มรูปงาม ผู้ที่ใคร ๆ ต่างก็กล่าวขานกันว่า เขานั้นเป็นคนไม่มีหัวใจ แต่สาวน้อยก็ตกหลุมรักตั้งแต่แรกพบ โดยไม่รู้ว่าหัวใจแกร่งของเจ้านายหนุ่ม ก็มักกระตุกอยู่บ่อย ๆ และเรียกร้องหาร่างบาง หวังจะเข้าไปคลุกเคล้าฝากรักอยู่ตลอดเวลา เมื่อกามเทพตัวน้อยได้แผลงศรให้ ศศิวิมล วิริยะเจริญ กับ ชลาทิศ อัครเดชไพศาล ต้องตกหลุมรักซึ่งกันและกัน แถมยังกลั่นแกล้งให้ต้องแยกจากในคราเดียวกัน โดยที่ยังไม่มีโอกาสสานความสัมพันธ์นานถึง 5 ปี เวลาที่ต้องห่างเหินกันจะทำให้ความรู้สึกของคนทั้งคู่เปลี่ยนไป หรือยิ่งโหยหาซึ่งกันและกัน และเมื่อต้องกลับมาพบเจอกันอีกครั้ง ชายหนุ่มจะสามารถทำให้หญิงสาวเชื่อในอานุภาพของความรักที่เขามีต่อเธอได้หรือไม่ ราเชนทร์ ราฟ อันโตนิโอ นักธุรกิจเจ้าของบริษัทออกแบบจิวเวอรี่ ที่มีสาขาเกือบทั่วโลก ได้พบกับนางแบบสาวสวยอย่าง ชัชรินทร์ อัครเดชไพศาล น้องสาวคนสุดท้องของชวนนท์ ด้วยความสวยของหล่อน ทำให้เขาหลงใหลได้ไม่ยาก
ดูเพิ่มเติม"Dua puluh juta, apa masih kurang?"
Seorang pria memberikan negosiasi kerjasama dengan pelayan yang bekerja di rumah mereka. Ramli, pria yang berusia sekitar tiga puluh lima tahun itu nampak berpikir seribu kali sebelum memutuskannya. Pria itu adalah pelayan di rumah Rangga dan Vina. Pasangan suami-istri dan sedang mencari cara untuk segera mendapatkan anak. "Tugasmu cuma satu, hamili istriku!" lanjut Rangga, suami Vina.Sang istri, Vina berdiri di samping suaminya dengan wajah tak nyaman.
Bagaimana bisa dirinya harus berhubungan intim dengan pria yang menjadi pelayan di rumahnya.
Rangga kembali menegaskan tujuannya untuk mengajak Ramli bekerja sama dengan dirinya. Karena ia tahu jika Ramli sangat membutuhkan uang untuk membiayai ketiga anaknya yang ada di kampung. "Ini untuk uang muka, setelah Vina benar-benar hamil, aku genapin semuanya menjadi seratus juta. Aku rasa yang ini sudah cukup untuk biaya anak-anakmu di kampung, bahkan lebih dari cukup. Bagaimana, kamu tertarik? Tenang saja aku tidak akan menuntutmu, setelah Vina hamil kamu bisa hidup seperti biasa, dengan satu syarat kamu harus bisa merahasiakan kerjasama kita ini. Jangan sampai ada yang tahu!" kata Rangga dengan entengnya. Ramli, pria berwajah tegas dan sedikit pas-pasan, memiliki tatapan mata yang tajam, rambut hitam ikal dan memiliki postur tubuh yang nyaris sempurna. Tubuh yang atletis bak binaraga karena pria itu pernah menjadi penjaga tempat gym di desanya. Tak ayal, ia memiliki tubuh yang proporsional dan gagah. "Tapi Pak... Apa ini tidak keterlaluan? Bu Vina adalah istri Anda. Apa Anda rela jika istri Anda disentuh oleh pria seperti saya? Saya rasa ini sangat tidak masuk akal!" sahut Ramli, berusaha untuk menjaga martabat majikannya. "Hah, persetan dengan itu semua. Kami berdua hanya menginginkan anak. Jika tidak, rumah tangga kami yang harus dikorbankan, dan aku harus kehilangan segalanya, apa yang aku bangun selama ini akan sia-sia, aku tidak mau itu terjadi!" kata Rangga dengan tegas. Vina menundukkan wajahnya, sebenarnya wanita itu tidak setuju dengan kerjasama yang diusulkan sang suami. Pasalnya, ia dan Ramli harus melewati masa-masa yang sangat intim yang tak seharusnya mereka lakukan. "Mas, kamu yakin ingin aku melakukan ini? Kok aku ragu, ya!" ucap Vina kepada Rangga, wanita cantik putri dari seorang konglomerat di kota itu. "Kita tidak punya pilihan lain. Kamu tahu Papamu ingin sekali kita segera memiliki keturunan, sedangkan kamu tahu sendiri, setelah kecelakaan itu, dokter memvonis aku mandul, tidak mungkin aku bisa memberimu anak, sedangkan aku sangat mencintaimu, aku tidak mau kehilanganmu, Vin! Terpaksa, kita harus melakukan cara ini!" kata Rangga meyakinkan istrinya. Vina berusaha mengerti, sang suami memang mengalami permasalahan pada sistem reproduksinya.Setelah mengalami kecelakaan dua tahun yang lalu, Rangga divonis tidak bisa memiliki keturunan, testisnya bermasalah karena terkena paparan zat kimia.
Apalagi tuntutan dari kedua orang tuanya yang menginginkan mereka untuk segera memberikan keturunan.Karena sudah lima tahun mereka menikah, nyatanya sampai saat ini Vina belum hamil juga.
Vina sendiri sangat mencintai suaminya dan tidak ingin melihat karier Rangga hancur karena pria itu bekerja di perusahaan orang tuanya. Terpaksa, Vina mengikuti permintaan sang suami. Dengan sangat terpaksa ia harus bisa menerima Ramli untuk mengisi rahimnya dari benih pria itu. Meskipun wanita itu masih ragu untuk melakukannya karena Ramli hanyalah seorang pembantu di rumah. "Oke, aku setuju melakukannya, tapi Mas, aku nggak yakin jika Ramli bisa memberikan keturunan yang bagus. Kamu tahu dia itu cuma pria dari desa. Mukanya aja muka ndeso, Mas!" kata Vina sambil melihat penampilan Ramli yang sangat sederhana. Ramli sudah merasa dirinya sedang dibicarakan oleh majikannya. Pria itu melihat dirinya sendiri.Sejenak ia mencium aroma tubuhnya sendiri yang dirasa tidak enak, cenderung bau asam dan kecut. Belum lagi celana tujuh perdelapan yang dipakainya saat bersih-bersih rumah. Nampak sekali penampilan pria itu sangat tidak menarik di mata para wanita.
"Kira-kira Bu Vina mau nggak ya dekat-dekat dengan pria kayak aku? Bu Vina kan cantik, tapi aku... Badan aja baunya kek kambing, gimana aku bisa menghamilinya?" batin Ramli dengan ekspresi bingung. Pantas saja Vina merasa ilfeel melihat Ramli. Wanita itu adalah seorang sosialita yang biasa bergaul dengan wanita-wanita kaya, apa jadinya jika dirinya hamil dari seorang pria yang cuma pelayan di rumahnya. Rangga kembali membujuk istrinya agar mau mengikuti rencananya, "Sudahlah, sayang. Ini tidak seburuk yang kamu kira. Ramli memang pelayan dari desa, tapi aku nggak meragukan kemampuannya, kalau bukan karena dia, mana mungkin aku bisa selamat dari preman-preman itu. Aku yakin sekali jika Ramli pasti bisa membantu kita. Apalagi dia sudah terbukti punya tiga anak. Paling cuma satu atau dua malam saja, kamu sudah bisa hamil!" ucap Rangga tanpa memikirkan akibat yang lain. Yang ada dalam pikirannya adalah karirnya, ia harus menyelamatkan karirnya yang sudah berada di atas. Vina pasrah, karena rasa sayangnya yang berlebihan untuk sang suami, wanita itu pun tidak bisa menolaknya. "Terserah kamu saja, tapi jangan salahkan aku jika bayi yang lahir nanti tidak mirip sama kamu, tapi mirip dia!" jawab Vina dengan wajah lemas. Rangga tersenyum sambil mencium kening sang istri. "Soal itu kamu tenang saja. Yang penting kamu hamil dan melahirkan anak. Ini adalah tujuan utama kita, kan?" kata Rangga. Lalu, pria itu kembali menghampiri Ramli yang sedang berdiri tertunduk. Pria itu terlihat panik, karena kali ini pekerjaannya bukan sembarang pekerjaan, tapi pekerjaan yang dibilang enak tapi sangat beresiko. Sedangkan dirinya sudah janji kepada anak keduanya untuk membelikannya sepeda baru. "Ramli, bagaimana tawaranku tadi? Istriku sudah setuju untuk melakukannya. Sekarang aku menunggu keputusanmu. Ingat, kamu membutuhkan uang banyak untuk menyekolahkan anak-anakmu, apa kamu juga tidak ingin membahagiakan orang tuamu, dengan uang itu, kamu bisa merenovasi rumah agar anak-anakmu tinggal dengan nyaman, nggak kebocoran lagi pas hujan. Pikirkan baik-baik tawaran ini. Aku memberikan tawaran khusus untukmu karena aku tahu kamu pasti bisa membantuku," ucap Rangga dengan tegas. Tentu saja sebagai seorang pelayan, mana mungkin ia menyentuh istri majikannya, ini adalah sebuah hal yang sangat tabu dan terlarang. Tapi, melihat bagaimana kondisi pernikahan Vina dan Rangga membuat Ramli akhirnya setuju untuk melakukan kerja sama. Apalagi Ramli seringkali mendengar Vina dan suaminya bertengkar hanya gara-gara soal anak, sehingga membuat pria itu tak tega melihat Vina yang menangis setelah pertengkaran itu. Setelah berpikir seribu kali, akhirnya Ramli bersedia untuk bekerja sama membantu pasangan itu. "Baiklah, Pak. Saya bersedia membantu kalian. Katakan, bagaimana cara kerjanya?" kata pria itu dengan lugunya. Rangga tertawa mendengar ucapan Ramli yang sangat polos. "Astaga Ramli, bagaimana bisa kamu tanyakan itu, anakmu saja sudah tiga biji, lantas kamu tanya bagaimana cara kerjanya?" kata Rangga yang tanpa sengaja Vina pun ikut tertawa kecil. BERSAMBUNGริมฝีปากหยักลึกยิ้มพราย เมื่อคิดว่าจะมอบสร้อยเส้นนี้ให้ภรรยาสุดที่รักเอาไว้ใส่เล่น ส่วนเครื่องเพชรที่เขามอบให้หล่อนก่อนหน้านั้น ค่อยเก็บเอาไว้ใส่เฉพาะเวลาออกงาน เมื่อคิดได้ดังนั้นชายหนุ่มก็กำสร้อยเส้นนั้นเอาไว้ในมือ และเดินออกมาจากห้องนอนด้วยกางเกงตัวเดียว เปลือยอกกว้างกำยำทรมานใจสาว ดวงตาคมกริบหรี่ลง พร้อมกับส่งประกายวาววาม เมื่อเห็นร่างบางของดลลดาอยู่ในชุดเสื้อนอนตัวยาวตัวเดียว ความยาวของมันปิดลงมาแค่ต้นขาขาวอวบ ชายหนุ่มค่อยๆ สาวเท้าเข้าไปใกล้ร่างบางโดยไม่ให้หญิงสาวรู้ตัว แล้วอ้อมแขนแข็งแรงก็สอดเข้าไปรวบเอวบางเอาไว้ “อุ๊ย! พี่ฌอห์น ตกใจหมดเลยค่ะ” ดลลดาบอก และเบี่ยงหน้าหนีจมูกและปากร้อนๆ ที่ซุกไซ้ลงมาที่ซอกคอหอมกรุ่น “ดรีมทำอะไรอยู่จ๊ะ” เสียงทุ้มนุ่มกระซิบถามที่ข้างใบหูหอมกรุ่น “ดรีมกำลังทำข้าวต้มกุ้งค่ะ พี่ฌอห์นหิวหรือยังคะ” เสียงหวานๆ ถาม แต่มือบางก็ยังหยิบจับโน่นนี่ไม่หยุดหย่อน ชวนนท์ไม่ตอบ มือใหญ่ยกขึ้นแบมือให้หญิงสาวดูสิ่งของที่อยู่ในมือ ดวงตากลมโตของหญิงสาวหลุบลงมองสร้อยเส้นเล็ก น่ารักๆ ในมือใหญ
ชวนนท์หัวเราะชอบใจ ถ้าได้เจอหลานชายคนนี้ คงต้องตบรางวัลให้อย่างงามเสียแล้ว “แล้วพี่ฌอห์นจะไปฮันนีมูนเมื่อไหร่ครับ” “ก็คงเร็วๆ นี้ล่ะ เพราะช่วงนี้งานที่บริษัทไม่ค่อยยุ่งเท่าไหร่ ถ้าไง ก็ฝากนายเลี้ยงหลานด้วยก็แล้วกันนะ” ชวนนท์ถือโอกาสฝากฝังลูกๆ ซะเลย “แล้วจะไปที่ไหนกันเหรอครับ ถ้ามีโอกาสผมจะได้พาหนูจันทร์ไปบ้าง” “เกาะส่วนตัว ไว้แกค่อยไปหลังจากฉันกลับมาแล้วกันนะ แต่ฉันขอบอกก่อนเลยว่า บรรยากาศสุดยอด ธรรมชาติ น้ำทะเลสีคราม ท้องฟ้ากว้างใหญ่ มีฝูงนกนางนวลบินถลาเล่นลม เสียงคลื่นซัดสาด และทำสำคัญมีแค่เราสองคน” ชลาทิศหัวเราะลั่น กับคำพรรณนาของพี่ชาย จนเขาอยากไปร่ำๆ เสียแล้ว “อย่างนี้กลับมา คงมีหลานผมติดท้องมาอีกแน่นอนเลย” “อ้าว... ก็ต้องอย่างงั้นอยู่แล้ว ไม่งั้นจะไปทำไมล่ะ” ชวนนท์บอก และเสียงหัวเราะอย่างครื้นเครงของสองพี่น้องก็ดังแข่งกันเป็นระยะๆ ณ กรุงโรม ประเทศอิตาลี “ราม ระวังหน่อยนะลูก มันอันตราย” ชัชรินทร์พาร่างอวบของตัวเอง ซึ่งกำลังตั้งครรภ์ 5 เดือน เดือนอุ้ยอ้ายมาบอกอย่
ดลลดาส่งยิ้มเพลียๆ ให้คนรัก ก่อนจะหันไปรับร่างลูกน้อยที่นางพยาบาลจัดการทำความสะอาด และห่อด้วยผ้าขนหนูส่งมาให้ ดวงตาคู่สวยมีหยาดน้ำตาคลอเบ้า ก่อนจะไหลออกมาเป็นทางด้วยความปลื้มปิติ ลูกของเธอหน้าเหมือนพ่อเดี๊ยะ จะเหมือนเธอก็คงเป็นแค่ริมฝีปากที่อิ่มเต็มน่ารักเท่านั้น “จะให้น้องมีชื่อว่าอะไรดีคะ” นางพยาบาลสาวถามยิ้มๆ “ชวดลค่ะ ลูกที่เกิดจากมนตราแห่งความรักระหว่างพ่อกับแม่ พ่อชื่อชวนนท์ แม่ชื่อดลลดา ฉะนั้นลูกของเราต้องชื่อชวดลค่ะ” ดลลดาเป็นฝ่ายบอกพยาบาล และชวนนท์ก็เห็นด้วย ดลลดาส่งลูกน้อยให้ชวนนท์ได้อุ้มบ้าง คุณพ่อมือใหม่ดูจะเก้ๆ กังๆ ไปบ้าง แต่ก็สามารถอุ้มลูกได้เป็นอย่างดี ชายหนุ่มจรดปลายจมูกโด่งกับแก้มของลูกน้อยอย่างรักใคร่ จริงอย่างที่ดลลดาบอก ลูกคนนี้เกิดขึ้นจากมนตราแห่งรักของเขาและหล่อนแท้ๆ และชวนนท์ก็ตั้งใจแล้วว่า จะต้องใช้มนตราแห่งรักให้กำเนิดลูกๆ ตามมาอีกหลายๆ คน “ปี้โดม เอาก๋องเดียมาเดี๋ยนี้นะ” เสียงเล็กใส ของหนูน้อยวัย 2 ขวบ ครึ่ง มีนามว่าชญานิศ หรือน้องเดียร์ดังลั่นบ้าน “อันนี้ของพี่ ไม
4 เดือนต่อมา ณ สนามบินสุวรรณภูมิ “เดินทางโดยปลอดภัยนะลูก” คุณชิดกมลอวยพรบุตรสาวและบุตรเขย ที่กำลังจะย้ายสำมโมครัวไปอยู่ไกลถึงอิตาลี เพราะหน้าที่การงานของราฟ ทำให้ไม่สามารถสร้างครอบครัวที่นี่ได้ กว่าที่ทุกคนจะเกลี้ยกล่อมชัชรินทร์ได้ก็กินเวลานานหลายเดือน กำหนดการเดิมของราฟ ที่ว่าเมื่อแต่งงานเสร็จก็จะพาชัชรินทร์บินกลับอิตาลีทันที เป็นอันต้องยืดเยื้อมานานถึง 4 เดือน แต่ชายหนุ่มก็ต้องเบาใจ เมื่อชัชรินทร์ยินยอมย้ายไปอยู่อิตาลีโดยดี ไม่งั้นเขาเองคงต้องลำบากย้ายบ้านย้ายที่ทำงานมาอยู่ที่เมืองไทยเป็นแน่ “ค่ะแม่ แล้วเชอรี่จะมาเยี่ยมแม่บ่อยๆ นะคะ” ชัชรินทร์บอก ก่อนจะหันไปหาพี่ชายทั้งสอง และพี่สะใภ้ทั้งสองที่ตั้งครรภ์หมดแล้ว ต่างกันที่ระยะครรภ์เท่านั้น เหลือแต่หญิงสาวที่กำลังสงสัยว่าตัวเองตั้งครรภ์เพราะประจำเดือนขาดไป 1 เดือนแล้ว แต่ก็ยังไม่ได้ตรวจให้แน่ใจ “พี่ฌอห์นคะ พี่ชาร์ลคะ เชอรี่ฝากคุณแม่ด้วยนะคะ” ใบหน้างามไม่แจ่มใสนัก ดวงตาคู่สวยของชัชรินทร์มีน้ำตาคลอเบ้าตา แต่ไม่ได้ไหลออกมา “ไม่ต้องห่วงทางนี้นะเชอรี่ เราน่ะ
“พี่ชาร์ล รูดซิปให้หนูจันทร์หน่อยสิคะ หนูจันทร์รูดเองไม่ถึง” ชลาทิศยิ้มบางๆ มือใหญ่ค่อยๆ รูดซิปลงจนสุดสาย และรั้งชุดเจ้าสาวแสนสวยลงช้าๆ ดวงตาคมกริบกวาดตามองไล่ไปตามเรือนร่างอรชรอวบอิ่มของหล่อน นานแล้วที่เขาไม่ได้แตะต้องเรือนร่างนี้ เพราะคิดว่าบาดแผลผ่าตัดของหญิงสาวยังไม่หายด
แต่ก็ไม่ได้พูดอะไรออกมา เมื่อนายดิรกจูงมือดลลดาเดินนำ คุณศุภกฤษที่จูงมือศศิวิมลเดินตามมาเช่นกัน เสียงดนตรีที่บรรเลงขึ้นอย่างไพเราะ ทำให้เจ้าบ่าวทั้งสองที่ยืนรอเจ้าสาวของตนอยู่ หันไปมองประตูทางเข้าอย่างใจจดใจจ่อ หน้าขบวนมีเด็กตัวน้อยสองคนเดินนำเข้ามา ชายหนึ่ง หญิง
“เช็กอินครับ” “พี่ฌอห์น ทำอะไรน่ะ เราไม่ได้เป็นอะไรกันแล้วนะ” ดลลดาตวาดแหว “เดี๋ยวก็รู้ว่าเรายังเป็นอะไรกันอยู่หรือเปล่า” ไม่กี่นาทีต่อมา ชายหนุ่มและหญิงสาวก็เข้าไปอยู่ในห้องพักห้องหนึ่งของโรงแรมแห่งนั้น ชวนนท์เหวี่ยงร่างบางที่ตอนนี้อวบอิ่มขึ้น ไปบนเต
ชลาทิศที่เดินเข้ามาพร้อมกับศศิวิมล ถึงกับนิ่งอึ้งไปเมื่อเห็นสภาพที่ดูไม่ได้ของพี่ชาย ใบหน้าคมเข้มนั้นเต็มไปด้วยหนวดเครา ผมเผ้ายุ่งเหยิง ร่างกำยำดูผ่ายผอมลงอย่างเห็นได้ชัด และที่สำคัญ บาดแผลที่ยังมีผ้าก๊อตปิดไว้นั้น บัดนี้ผ้าก๊อตผืนนั้นดำคล้ำ บอกให้รู้ว่าไม่ได้รับการเอาใจใส่ หรือคิดจะเปล





