Masukซูมั่วแต่งงานกับฟู่อี้ชวนเป็นเวลาสองปี เธอทำตัวเป็นแม่บ้านให้เขาอยู่สองปี หนักเบาเอาสู้ ต้อยต่ำไม่ต่างอะไรกับฝุ่นละออง เวลาสองปีกัดกร่อนความรักสุดท้ายที่เธอมีต่อฟู่อี้ชวนจนหมด เมื่อแฟนสาวผู้เป็นรักแรกหวนกลับประเทศ สัญญาการสมรสหนึ่งแผ่นก็สิ้นสุดลง นับแต่นี้ทั้งคู่ต่างไม่มีอะไรติดค้างกัน “ฟู่อี้ชวน ถ้าไม่มีออร่าแห่งรัก ก็ดูสิว่านายมายืนอยู่ตรงหน้าฉันแล้วฉันจะชายตาแลนายสักนิดไหม” ฟู่อี้ชวนเซ็นชื่อลงในหนังสือข้อตกลงการหย่า เขารู้ว่าซูมั่วรักเขาหัวปักหัวปำ แล้วจะไปจากเขาจริง ๆ ได้อย่างไร? เขาเฝ้ารอให้ซูมั่วร้องห่มร้องไห้เสียใจ กลับมาขอร้องอ้อนวอนเขา แต่สุดท้ายกลับพบว่า... ดูเหมือนครั้งนี้เธอจะหมดรักเขาแล้วจริง ๆ ต่อมา เรื่องราวในอดีตเหล่านั้นถูกเปิดเผย ความจริงผุดออกมา ที่แท้เขาต่างหากที่เป็นคนเข้าใจซูมั่วผิดไป เขาร้อนรน เสียใจ วอนขอการให้อภัย อ้อนวอนขอคืนดี ซูมั่วเหลือจะทนกับความวุ่นวายพวกนี้ เลยโพสต์หาผู้ชายมาแต่งเข้าลงในโซเชียล ฟู่อี้ชวนหึงหวง เสียสติ ริษยาจนถึงขั้นอาละวาด เขาอยากเริ่มต้นใหม่อีกครั้ง ทว่าคราวนี้ เขากลับพบว่ากระทั่งคุณสมบัติในการจีบเธอก็ยังไม่พอ
Lihat lebih banyak"Maaf, Anda tidak lolos. Silahkan keluar."
Sebuah kalimat yang mulai akrab dengan Kalla, tapi ternyata masih saja terdengar menyakitkan. Gadis 23 tahun itu membuang napas kasar, sambil melempar tatapan sebal sebelum berjalan keluar dari ruangan interview dengan perasaan luar biasa dongkol.
Kalla menarik napas panjang dan menguatkan diri sekali lagi ketika ingat ucapan CEO perusahaan yang baru saja meng-interview-nya. Begitu blak-blakan dan menyentil hingga dia tidak bisa lagi menahan emosi.
"Memang dia pikir dirinya siapa? Jangan mentang-mentang CEO jadi seenaknya ngatain orang. Hah!"
Gadis itu melamar sebagai sekretaris CEO, menyesuaikan bidang perkuliahannya yang lulus satu tahun lalu. Baginya bisa sampai ke tahap interview adalah hal yang membanggakan di perusahaan besar sekelas Ganesha Group.
Terlebih ketika melihat tampang CEO-nya secara langsung begitu masuk ruang interview. Dia jadi tahu definisi tampan yang sesungguhnya. Nyaris semua kesempurnaan ada pada pria dengan potongan rambut curly back side, tapi agak panjang itu.
Kalla tidak menyangka jika CEO Ganesha Group jenis CEO wanna be yang sering dia lihat di dracin-dracin pendek kesukaannya. Seketika kepalanya berimajinasi liar, mengundang kikikan kecil tak tahu malu.
Mata Kalla sampai tak berkedip saat melihat pria itu melempar senyum tipis padanya. Dadanya pun tanpa bisa dicegah langsung berdebar kencang. Bahkan dia sempat terserang grogi ketika dua interviewer lain menanyainya, sebelum akhirnya CEO tampan itu mengeluarkan suara yang mematikan.
"Saya tidak butuh sekretaris fresh graduated non experience. Yang bahkan pengalaman berorganisasi pun tidak ada. Saya butuh fresh graduated cerdas dan cekatan, bukan fresh graduated yang berotak kosong dan manja seperti saudari."
Padat, jelas, dan nyelekit.
Pangkal alis Kalla kontan menyatu mendengar ucapan bernada sinis itu. Senyum yang dia kembangkan sejak masuk ruang interview perlahan raib.
Dia tidak percaya ada manusia bertampang malaikat tapi mulutnya pedas seperti setan. Otak kosong dan manja, pria itu bilang? Hah!
Darimana pria itu bisa menyimpulkan seperti itu hanya dengan interview singkat begini?
Selama ikut beberapa wawancara kerja, baru kali ini Kalla mendapat hinaan secara langsung seperti ini. Hatinya jelas tidak terima.
Persetan dengan muka tampan dan pekerjaan! Dia mendongak, menatap lurus wajah malaikat iblis itu. Lalu, ucapan yang seharusnya tidak terlontar pun meluncur dari mulutnya.
"Mungkin saya berotak kosong, tapi setidaknya saya punya attitude dan manner yang bahkan seorang CEO seperti Anda tidak punya."
Kalla puas ketika melihat wajah tampan itu berubah kecut. Pria itu pasti tidak menyangka bahwa gadis cukup punya nyali untuk menyerang balik.
"Saya memang butuh kerjaan. Tapi sepertinya saya terlalu berharga untuk menjadi sekretaris CEO akhlakless seperti Anda," lanjut Kalla lantang tanpa peduli resiko yang akan dia dapat. Toh sudah pasti dirinya tidak lolos.
Wajah para interviewer di depannya terlihat syok. Sementara CEO arogan itu tampak merah padam. Lantas kalimat penolakan atas dirinya pun meluncur.
It's OK! Everything's gonna be OK!
Kalla menarik napas panjang, lalu berjalan dengan langkah tegar keluar dari gedung jangkung itu. Dia tidak mau terlihat lemah dan ingin mereka tahu bahwa pekerjaan bukan hanya ada di Ganesha.
Namun ketika jaraknya makin jauh dari gedung itu, ketegaran itu pun perlahan menghilang. Wajah Kalla berubah lusuh dan kehilangan semangat. Dia berjalan dengan bahu meluruh. Sejak hari ini, total sudah ada 20 perusahaan—dari yang bergengsi hingga biasa saja—menolak dirinya.
Sampai Kalla bingung sendiri, sebenarnya apa yang ada pada dirinya? Kenapa bisa memiliki nasib sesial ini?
Perlukah dia mandi kembang tujuh rupa untuk buang sial? Sejak dirinya lulus setahun lalu belum ada satu pun lamarannya yang sukses menembus salah satu perusahaan. Mentok sampai interview saja.
Kalla makin nelangsa saat teringat ibunya. Ibu punya harapan besar padanya, tapi dia selalu mengecewakan. Kalla malu di usia dewasa begini masih saja menjadi beban keluarga.
Masih berada di area yang dikelilingi gedung apartemen dan perkantoran, Kalla menyeret langkah menuju sebuah taman bermain anak yang jadi salah satu fasilitas dari kawasan elit kota ini.
Taman itu sedang sepi dan dia memutuskan duduk di salah satu ayunan yang ada di sana.
Sambil memikirkan langkah selanjutnya, dia mengemut lolipop cokelat yang senantiasa ada di dalam tas.
Kepalanya dia sandarkan di tali ayunan seraya bergoyang pelan. Meski masih ada sedikit tersisa rasa kesal pada CEO sialan itu, hidup tetap harus berjalan kan?
PLUK!
Sebuah bola yang datang entah dari mana mengenai kakinya lalu berhenti tepat di bawahnya. Kalla berhenti berayun dan mengambil bola warna-warni itu. Tatapnya lantas bergulir guna mencari pemilik bola tersebut. Dan tidak jauh dari tempatnya dia melihat seorang anak laki-laki berusia sekitar tiga atau empat tahunan tengah memandanginya.
Anak laki-laki bermata bulat dengan pipi kemerahan yang menggemaskan. Kulitnya putih dan rambutnya tebal. Baru seupil saja garis ketampanannya sudah kelihatan. Dia benar-benar lucu.
"Halo," sapa Kalla memasang wajah ceria. "Ini bola kamu?" tanyanya tersenyum.
Anak itu terus memandanginya selama beberapa saat sebelum akhirnya mengangguk.
Kalla mengacungkan bola itu padanya. "Ini ambil," katanya ramah berusaha tidak membuat anak itu takut. Karena sepertinya anak itu sedang bersikap waspada.
Melihat tidak ada reaksi dari anak tersebut, Kalla celingukan, mencari keberadaan seseorang. Bisa saja anak itu datang bersama orang tuanya. Namun, matanya yang mengedar tidak menemukan siapa pun selain dirinya dan anak itu.
Kalla kembali tersenyum. "Kamu sendiri?"
Anak itu kembali mengangguk tapi masih berdiri di tempat sambil memandangi Kalla.
"Mama sama papa kamu mana?"
Kali ini anak itu menggeleng. Sama sekali tidak mengeluarkan suara. Bikin Kalla bingung. Wanita 23 tahun itu berinisiatif mengambil lolipop di tasnya. Lalu mengacungkan benda itu.
"Kamu mau ini?"
Kini tatapan si anak beralih ke lolipop tersebut. Menatap beberapa saat lalu mengangguk malu-malu. Dan Foilaah! Tanpa diperintah anak itu mendekat dengan sendirinya.
Dia mengambil lolipop dari tangan Kalla. "Terima kasih, Onti Cantik," katanya dengan suara yang sangat sopan.
Tak pelak hal itu membuat senyum Kalla mengembang cerah. Anak itu menyebutnya cantik! Anak kecil selalu berkata jujur kan? Mendadak mood Kalla naik seketika hanya mendengar pujian tulus dan ucapan terima kasih dari anak menggemaskan itu.
"Jangan panggil Onti dong. Kakak aja, ya," ucapnya terdengar tak tahu malu. Tapi anak itu mengangguk dan menurut.
"Kakak Cantik."
Ah, dipuji bocil saja Kalla sudah bahagia. Dia lantas membantu anak itu membuka bungkus lolipop. Dan keduanya berakhir duduk bersampingan di atas ayunan.
"Nama kamu siapa?" tanya Kalla saat melihat wajah anak itu yang berubah ceria.
"Kael."
Kalla mengulum senyum. "Nama kita hampir mirip."
Anak itu menoleh, mata bulatnya berbinar indah. "Nama kakak siapa?"
"Namaku Kalla. Kael dan Kalla, mirip kan?"
Kael mengangguk, lalu kembali mengemut lolipopnya. Sepertinya dia bahagia sekali makan loli, seperti baru pertama kali makan.
"Kael, kamu ke sini sendiri?" Saat anak itu mengangguk, Kalla bertanya lagi. "Papa mama kamu mana?"
"Papa kerja, Mama nggak tau."
'Papa kerja' bisa Kalla pahami, tapi kalau 'mama nggak tau' dia kurang paham maksudnya.
"Rumah kamu di mana?" tanya Kalla lagi. Orang tuanya cukup ceroboh juga membiarkan anak sekecil Kael berkeliaran sendirian.
Tanpa Kalla duga, Kael menunjuk salah gedung tinggi yang ada di kawasan itu. Peak Apartemen?!
Wow, ternyata anak itu putra orang tajir. Bisa-bisanya anak balita sultan berkeliaran sendirian di sini tanpa pengawasan. Bagaimana
kalau ada yang menculik? Orang tuanya benar-benar teledor.
"Kakak Cantik, Mau enggak jadi mamaku?"
Eh?!
ได้ยินชื่อ ‘ประธานฟู่’ ทุกคนก็เข้าใจทันทีว่าที่แท้ก็เป็นสามีตามมาที่บริษัทนี่เองงั้นก็เอาเถอะ ดูท่าคงไม่ใช่ผู้ชายคนที่สี่ ยังเป็น ‘ผู้ชายสามคนแย่งผู้หญิงคนเดียว’ เหมือนเดิมทุกคนแทบไม่กินแล้ว เที่ยงวันนี้กินข่าวลือก็อิ่มแล้ว ยังไงปกติพนักงานทั่วไปอย่างพวกเขาจะมีโอกาสเห็น ‘ดราม่าตระกูลไฮโซ’ แบบสด ๆ อย่างนี้ต่อหน้าได้ที่ไหนกัน?“ผมไม่ได้บ้า ผมรู้ว่าผมกำลังทำอะไร พูดอะไรอยู่” ดวงตาทั้งสองของฟู่อี้ชวนมองตรงไปที่ซูมั่วอยู่ที่เดิม และพูดด้วยด้วยความใจเย็น “คุณคบกับหลีเชินแล้วงั้นเหรอ? คบกันนานแค่ไหนแล้ว??” ฟู่อี้ชวนถามด้วยความหึงหวงซูมั่วเบื่อจนเกินอธิบาย เธอหันหน้าหนีไป แม้แต่คำตอบยังขี้เกียจจะตอบเธอไปคบกับหลีเชินตั้งแต่เมื่อไหร่? ไปเอาข่าวมาจากไหน??ฟู่อี้ชวนยังบอกตัวเองไม่ได้บ้า นี่มันเสียสติระยะสุดท้ายชัด ๆ!เห็นซูมั่วไม่ตอบเขา ไม่แม้แต่จะมองหน้าเขาแล้ว ฟู่อี้ชวนเลยถือว่านี่คือ ‘การยอมรับโดยปริยาย’ ทันที ความหึงหวงกำลังจะกลืนกินเขาจนหมดเขาพยายามสูดหายใจลึก ๆ พยายามอดทนไว้ เขารู้ว่านี่ไม่ใช่ความผิดของซูมั่วผิดที่ไอ้สารเลวหลีเชินที่ล่อลวงเธอ ฉวยโอกาสเข้ามาแทนที่ผิดที่เมื่
หลังจากนั้นแรงดึงอย่างแรงให้เธอหันไป เสียการทรงตัว ส้นสูงยืนไม่มั่นคง มืออีกข้างก็เลยไปยันที่หน้าอกบนชุดสูทของฟู่อี้ชวน“มันเป็นใคร?” ฟู่อี้ชวนจับจ้องเธออย่างไม่ละสายตาด้วยดวงตาคมกริบ ก่อนจะถามด้วยความอดทนอีกครั้งซูมั่วเงยหน้าขึ้น สบตากับดวงตาที่ทั้งดุร้ายและเต็มไปด้วยความอยากครอบครอง ดวงตาดำคล้ำยิ่งขับให้ใบหน้าดุร้ายมากขึ้นไปอีก“เขาเป็นใคร? แล้วมันเกี่ยวอะไรกับคุณ?” ซูมั่วพูดด้วยความโมโห จ้องเขาด้วยสายตาเย็นชาหลี่หยวนรีบวิ่งเข้ามาแทรก พยายามดึงมือฟู่อี้ชวนด้วยความเกรงใจและพูดว่า“ที่นี่เป็นที่สาธารณะนะ เราต้องระวังผลกระทบด้วย…”แต่ฟู่อี้ชวนไม่ฟังใช้มืออีกข้างดันหลี่หยวนออกไป พร้อมทั้งก้าวเข้ามาใกล้ซูมั่วมากขึ้น จนเกิดความกดดันหลังจากนั้นเอียงศีรษะทำท่าจะโน้มลงไป เขากำลังจะจูบ…“เพียะ!” เสียงตบมือดังสนั่น ซูมั่วรู้สึกขยะแขยงมากจึงตบออกไปแก้มของฟู่อี้ชวนร้อนผ่าว เขาแทบจำไม่ได้เลยว่านี่เป็นครั้งที่เท่าไหร่ที่ซูมั่วตบเขาแต่เขาไม่ได้โกรธ เพียงแค่รู้สึกเจ็บใจ“ผู้ชายคนนั้นมีสิทธิ์อะไรถึงกล้ามาจีบกับคุณ?!” ฟู่อี้ชวนกัดฟันถามด้วยความไม่พอใจซูมั่วแทบจะหัวเราะออกมาเพราะความโม
เขาอ้างอิงคำพูดด้านบนของซูมั่ว แล้วตอบกลับว่า[ก็มีเสียมารยาทจริง ๆ คุณไม่อยากรู้เหรอว่าตอนคุณเมาทำอะไรหรือพูดอะไรไปบ้าง?ฉันมีบันทึกเสียงอยู่ สามารถช่วยให้เธอนึกขึ้นมาได้]เมื่อเห็นสองประโยคนั้น เสียงดัง ‘ปึ้ง’ ซูมั่วรู้สึกสมองว่างเปล่าเมื่อคืนหลังจากเมาจนภาพตัดเธอทำอะไรไปบ้าง? คงไม่ใช่ว่าเมาแล้วเสียสติหรอกนะ…คงไม่ไปกอดหลีเชินร้องไห้ใช่ไหม? จบเห่แล้ว…แล้วยังมีบันทึกเสียงอีก…หลีเชินเป็นคนแบบนี้ได้ยังไงกัน!เดิมซูมั่วก็เป็นคนขี้อายอยู่แล้ว เมื่อครู่กว่าจะหายหน้าแดง ตอนนี้กลับแดงระเรื่อขึ้นมาอีกครั้งราวกับกุ้งสุกเธอสงสัยว่าที่หลีเชินส่งเธอกลับบ้านก็เพื่อดูเธอทำเรื่อง ‘น่าอาย’ และหลังจากนั้นผู้ชายเจ้าเล่ห์คนนั้นก็อัดเสียง บางทีอาจจะถ่ายวิดีโอไว้ เพื่อเอามาแกล้งเธอนิ้วมือของเธอสั่นขณะพิมพ์ถามว่าตัวเองทำอะไรไปบ้าง ไม่ใช่เพราะกลัว แต่เป็นเพราะอายและละอายตั้งแต่เล็กจนโตเธอไม่เคยรู้สึกอับอายแบบนี้มาก่อน ยิ่งอยู่ต่อหน้าผู้ชายที่ชอบแกล้งเธอที่สุดแล้วด้วย นี่เป็นการยื่นมีดให้อีกฝ่ายไม่ใช่เหรอ?แต่ขณะที่เธอกำลังพิมพ์ข้อความนั้น ไม่ไกลออกไป ชายคนหนึ่งสวมชุดสูทสีน้ำเงินเข้มเห็นเ
ผ้าเช็ดมือที่เปียกชื้นหลีโย่วไม่น่าจะแยกไม่ออก จนเอาผ้าเช็ดมือของเธอไปใช้เช็ดหน้าให้เธอแล้วทำไมเมื่อเช้าเธอถึงไม่คิดถึงตรงจุดนี้??!!แล้วตกลงเป็นใครกันแน่ คนขับรถหรือ…หลีเชิน?คาดเดาในใจเพียงสองวินาที ซูมั่วเม้มริมฝีปากแน่นหวังว่าจะเป็นคนขับรถนะ อย่างน้อยคนขับรถก็น่าจะสมเหตุสมผลมากกว่า เพราะต้องเป็นคนที่ทำงานบริการถึงจะใส่ใจละเอียดขนาดนี้แต่…การมาเช็ดหน้าให้เธอมัน ‘ละเอียดเกินไป’ หรือเปล่า?ยังไงอีกฝ่ายก็เป็นผู้ชาย ชายหญิงแตกต่างกัน จริง ๆ แล้วแค่มาส่งเธอกลับเข้าบ้านก็น่าจะพอแล้วแต่เขาก็มีความหวังดี ซูมั่วไม่ควรจะไป ‘คาดเดา’ อะไรเพิ่มเติม แต่ในสมองเธอก็ยังนึกถึงเหตุการณ์ในตอนเช้าที่ตัวเองตื่นขึ้นมาเสื้อผ้ายังไม่ได้ถอด ยังอยู่ครบเรียบร้อย สายชุดชั้นในหรืออะไรอื่น ๆ ก็ไม่ได้บิดเบี้ยว ดังนั้นน่าจะไม่ได้มีเรื่องไม่เหมาะสมเกิดขึ้นแค่คิดว่าคนแปลกหน้าคนหนึ่งเอาผ้าเช็ดมือมาเช็ดมือเช็ดหน้าให้เธอ ก็รู้สึก…แปลก ๆ นิดหน่อยขณะที่กำลังคิดอยู่นั้น มาถึงชั้นร้านอาหารแล้ว ซูมั่วไม่ได้รอข้อความจากหลีโย่ว แต่ปรากฏว่าแจ้งเตือนโทรศัพท์เด้งขึ้นมา…เป็นข้อความจากหลีเชิน[นี่ก็เป็นครั
“เพราะครอบครัวเป็นต้นเหตุ ช่วงมัธยมปลายเขาเลยป่วยเป็นโรคทางจิตอย่างรุนแรง มีนิสัยมืดมน เกือบฆ่าตัวตาย ตอนนั้นฉันพาเขาไปหาจิตแพทย์แล้ว แต่เขาต่อต้านมาก”“ครั้งนี้ฉันลองติดต่อผู้เชี่ยวชาญด้านจิตวิทยาไปใหม่อีกครั้ง เพื่อให้มาเกลี้ยกล่อมเขา”คุณหมอพยักหน้า แล้วเอ่ยถามทันที“คนไข้ไม่ได้รับการรักษาจนหา
“ส่งคนไปจับตาดูที่สถานกักกัน งานก็ค่อยๆ ทยอยส่งกลับให้เขา ก็แค่เปลี่ยนที่นอนกับที่ทำงานเท่านั้น”เมื่อได้ยินดังนั้น พ่อบ้านจึงทำได้เพียงปล่อยไป ก่อนที่จะถามต่อว่า“แล้วเรื่องการดักฟังเครื่องมือสื่อสารล่ะครับ? ยังต้องทำต่อไหม?”“ทำต่อไป” คุณท่านฟู่ตอบฟู่อี้ชวนจะกลับใจเปลี่ยนตัวเองเริ่มต้นใหม่ได้
เขาไม่กล้านึกถึงผลลัพธ์ที่ตามมาเมื่อเผชิญหน้ากับความเป็นห่วงของรุ่นพี่ ซูมั่วก็ซาบซึ้งใจเป็นอย่างยิ่ง ทว่าเธอก็ยังปฏิเสธเขาอยู่ดีเธอร่ายปัจจัยเบื้องต้นที่ตัวเธอจะไม่เดินทางไปไหนไกลได้เพียงลำพัง แล้วบอกว่าเธอจะระวังคอยเดินในพื้นที่ที่มีคนพลุกพล่านและมีกล้องวงจรปิด สุดท้ายเธอก็จะใช้กฎหมายมาปกป้องต
นั่นไม่ใช่แก้ว ดูจากสีแล้วน่าจะเป็นบลูคริสตัลจากธรรมชาติแท่งหนึ่ง เดิมทีควรจะประเมินค่าไม่ได้ แต่ตอนนี้กลับไร้ค่าเพราะแตกละเอียดหลี่หยวนขมวดคิ้วเล็กน้อย เขาเป็นผู้ช่วยของประธานฟู่ แม้ว่าเมื่อกี้จะได้เห็นสภาพน่าสมเพชของลูกนอกสมรสคนนี้ด้วยตาตัวเอง แต่เขาก็ไม่ได้รู้สึกเห็นใจอะไรเท่าไรเพราะอีกฝ่ายทำ
Peringkat
Ulasan-ulasanLebih banyak