LOGINหนึ่งพญางูยักษ์เกล็ดสีดำสนิทตัดกับดวงตาสีแดงเพลิงราวกับสีของทับทิมสยามอายุนับพันปีดุที่สุดในบรรดาอุรคทั้งสี่ทิศ ผู้ปกปักษ์ผืนพนาต้องห้ามติดกับเขตอุทยานแห่งชาติพนาดรทิศใต้ หนึ่งมนุษย์ที่เพิ่งผ่านพ้นเบญจเพสมาเพียงไม่กี่วัน ชื่นชอบการเดินป่าเก็บตราอุทยานแห่งชาติถูกสับเปลี่ยนเป็นเครื่องเซ่นสังเวยแทนชาวบ้านเผ่าชะนอที่ถูกเลือก หมู่บ้านชาติพันธ์ขนาดใหญ่ที่หลีกเร้นตัวอยู่ภายในผืนป่าต้องห้ามมานับร้อยปีเพียงเพราะหลงป่าแต่กลับมีชะตาตกฟากเดียวกัน โศกนาฏกรรมสัมพันธ์ในอดีตชาติเกี่ยวโยงชักนำให้คนทั้งสองหวนกลับมาเจอกันในฐานะคนแปลกหน้า ปริศนากลิ่นหอมของดอกราชาวดีบนเรือนกายชลทิตย์ที่มีเพียงนิลคีรีเท่านั้นที่สัมผัสได้ราวกับเคยสลักลึกในห้วงจิตวิญญาณ “กลิ่นหอมนี้กำลังล่อลวงข้าให้ลุ่มหลงอย่างที่ไม่เคยเป็นมาก่อนเจ้ารู้ตัวรู้ไม่ ทำไมถึงเย้ายวนถึงเพียงนี้นะเครื่องเซ่นสังเวยของข้า”
View More"Sudah, nggak usah cuci piring, Mirah!" cegah Mama dengan wajah lebih masam dari bulir-bulir jeruk lemon matang. "Sini, biar Mama saja yang cuci, nanti kuku kamu rusak!" ketusnya sambil menyikut lenganku.
Si Mbak sedang mudik, jadi kami harus membereskan semua pekerjaan rumah sendiri untuk beberapa hari ini. Sebenarnya aku sudah berniat untuk mengerjakan semuanya, sungguh. Jangankan mencuci piring, membersihkan kamar mandi pun sudah aku niatkan. Ah, tapi sepertinya Mama tidak percaya padaku? Entahlah, hanya Tuhan Yang Tahu.
"Kok, malah bengong?" tegur Mama dengan suara super keras sampai-sampai degup jantungku meningkat pesat. "Nggak dengar tadi Mama bilang apa? Cantik-cantik kok, budek?"
Seumur hidup, baru kali ini aku mendapatkan sikap seperti ini. Kasar, ketus, dingin. Menyakitkan. Apakah ini yang dimaksud dengan ujian menantu baru? Mungkin. Aku nggak tahu. Rasanya nyeri sekali.
"Emh, iya, Mama. Maaf …?" syukurlah, akhirnya aku bisa menjadi manusia kembali. Bisa berbicara dengan normal seperti biasa. "Mama istirahat saja ya, biar Mirah yang cuci piring? Nanti Mama kecapekan, lho?"
Mama berjengit, dari kilat-kilat di matanya, aku tahu kalau dia tersinggung. "Eh, enak saja, kecapekan! Kamu nggak lihat apa, Mama masih muda dan kuat. Lagian, Mama bukan orang yang manja. Mama orangnya mandiri, kok. Nggak tergantung sama orang lain? Memangnya kamu, manja? Mentang-mentang anak tunggal terus manja, nggak tahu kerjaan rumah!"
Tidak tahan dengan semua sikap dan perkataan Mama, aku memilih mundur. Berjalan gontai ke beranda samping, melanjutkan menjemur pakaian. Lamat-lamat kudengar, Mama mengomel panjang kali lebar tentangku. Aku yang masih kanak-kanak lah, yang tak patut menjadi pendamping hidup Mas Arfen lah, yang menyesal lah karena sudah merestui Mas Arfen menikah denganku. Wah, rasanya cukup menusuk. Menembus palung hati.
"Mirah!"
Aku baru selesai menjemur pakaian waktu Mama memanggil. Nada suaranya sudah tak setinggi yang tadi.
"Ya, Mama?"
Leganya, ketika melihat Mimik wajah juga sudah tidak terlalu kecut lagi.
"Kemarin kamu sudah bawa baju ganti belum?"
"Sudah, Ma, tapi baru beberapa setel. Belum semua Mirah bawa ke sini. Rencananya, kami mau ke rumah weekend nanti. Jenguk Mami sekalian ngambil baju. Buku-buku Mirah juga belum dibawa, Ma."
"Oh, gitu?"
Aku mengangguk sesantun mungkin meskipun Mama memberikan senyum miring, mengerling tajam.
"Oh ya, Mirah … Kamu kan, sekarang sudah jadi istri Arfen yang berarti sudah jadi anak menantu Mama?"
Sambil menunduk, menjaga ketenangan hati, aku mengiyakan. Mengangkat wajah lalu berusaha untuk memberikan senyum termanis.
Mama melanjutkan perkataannya yang berujung pada lecetnya hatiku. Bagaimana tidak? Mommy bahkan tak pernah membuatku takut sekaligus sedih seperti ini, lho. "Nah, kamu wajib berbakti sama Arfen, oke? Kamu juga wajib berbakti sama Mama, nurut sama Mama. Paham kamu? Jangan mentang-mentang Arfen cinta sama kamu, sayang sama kamu terus kamu bisa bersikap semaunya. Jangan manja-manja banget sama dia, Mama nggak suka! Jangan kolokan juga, apalagi sampai ngadu-ngadu. Ingat, Arfen itu milik Mama seutuhnya, selama-lamanya karena dia anak laki-laki. Paham kamu?"
***
"Sayang, aku pulang telat ya, malam ini? Ada pasien di IRD. Datengnya pas masih shift aku lagi." Mas Arfen memberi tahu lewat telepon. "Nggak apa-apa kan, Sayang? Kamu baik-baik saja kan, di rumah? Nggak rewel kan, hehehehe …?"
"Nggak dong, Mas." sahutku manja, tersanjung berat lantaran sikap Mas Arfen yang komunikatif. Terus terang aku merasa sangat dihargai. "Masa rewel, sih? Kan, sudah besar, sudah jadi istri Dokter Arfen."
"Ya, siapa tahu, kan?" Mas Arfen tertawa lepas, terdengar tanpa beban. "Nggak telat-telat banget sih, Sayang. Paling sekitar jam sepuluh sudah berangkat dari sini, yang penting sudah serah terima pasien sama yang kebagian shift malam. Oke Sayang, nggak apa-apa, kan?"
Tersenyum supportif, aku menyahut, "Iya Mas, nggak apa-apa. Aku tunggu di rumah ya, Mas? Mas belum makan malam, kan?"
"Ya belum lah, Mirah!" kata Ibu dengan dinginnya sambil berdiri di samping meja belajarku. "Makan di mana, orang masih di rumah sakit. Jadi istri itu wajib peka, jangan kayak tembok atau batu yang nggak punya perasaan!"
Wow, itu sungguh luar biasa. Sangat sangat sangat mengagumkan. Padahal aku hanya ingin memberikan perhatian pada Mas Arfen, lho. Apa salah?
"Lho, kamu lagi sama Mama, Sayang?" Mas Arfen terdengar bingung, mungkin dia mengkhawatirkan aku. "Maafkan sikap Mama ya, Sayang? Sabar, ini ujian."
"I---Iya, Mas. Hati-hati ya Mas, nanti kalau pulang?"
"Siap, Nyonya Dokter!"
Membayangkan bagaimana Mas Arfen tersenyum tulus, aku justru semakin getir. Pedih. Bagaimana bisa Mama bersikap semenyakitkan ini terhadapku?
"Arfen …!" Mama mencondongkan tubuh ke ponsel. "Arfen, kamu sudah bawa kunci rumah kan, tadi? Takutnya Mirah ketiduran, jadi nggak bisa bukain pintu buat kamu!"
Lho, aku lagi?
Ya ampun, aku pasti menunggu Mas Arfen pulang, dong. Jam berapa pun itu, aku tak mungkin tidur lebih dulu yang berarti membiarkannya makan malam sendiri. Oh, adakah yang lebih beruntung dari pada aku di dunia ini?
"Oh, aku selalu bawa kunci rumah kok, Mama." sahut Mas Arfen tenang. "Tapi semenjak ada Mirah, kuncinya jadi nggak berfungsi lagi. Mirah rajin banget bukain pintu buat aku."
***
"Gimana kabar kamu di sana, Mir?" Maommy terdengar khawatir saat meneleponku. "Mommy sudah kangen berat nih, Mir. Padahal kan, belum genap lima hari kamu di rumah Arfen? Aduh, rumah jadi sepi banget, nggak ada kamu!"
Tak terasa air mataku menetes. Entah bagaimana rasa sedih tiba-tiba menyeruak, menciptakan sesak. Mungkin karena aku masih harus beradaptasi dengan Mama yang karakternya jauh berbeda dari Mommy. Iya, kan? Semoga.
"Ya, Mom." sebisa mungkin aku mencegah supaya Mommy tidak mencium aroma kesedihanku. "Mirah sehat dan Mommy? Oh, kangen …!"
Sepi sejenak. Baik aku maupun Mommy sama-sama terdiam. Aku secara pribadi, mati-matian menahan tangis, jangan sampai Mommy dengar.
"Oh, syukurlah kalau begitu, Mir. Mommy juga sehat. Kapan kalian ke rumah? Mommy kangen banget makan malam sama kamu, Mir. Sama kalian, maksud Mommy."
"Weekend ini kami pulang, Mom. Sekalian Mirah mau ambil baju, buku, boneka. Eh, Chilo boleh Mirah bawa juga kan, Mom?"
Chilo itu kucing kesayangan kami. Jangan tanyakan lagi bagaimana lucu dan menggemaskannya dia. Super cute lah, pokoknya.
Mama tertawa lirih. "Boleh dong Mir, buat teman kamu di sana kalau Arfen kerja. Eh, gimana, gimana …? Mama mertua kamu baik, kan?"
Dug!
Serius, asli, sekeras itu detak jantungku saat mendengar Mommy menanyakan perihal Mama. Oh Tuhan, berikanlah kekuatan kepada hamba-Mu ini, jangan sampai menyingkap aib Mama. Cukup aku yang tahu dan merasakan segala rasa sakitnya.
"Baik dong Mom, sayang banget sama Mirah. Sangking sayangnya, sampai-sampai Mama ngelarang Mirah buat ngerjain pekerjaan rumah. Padahal si Mbak lagi mudik lho, Mom."
"Ha, sampai segitunya? Lha terus, siapa dong, yang ngerjain?"
โลหิตฉานไหลหลั่งชโลมพื้นคำรามครืนคลื่นสายประกายไหววชิระทัณฑ์พาดฟาดก้องไกลสองสายใยโยงเพริศกำเนิดพรายกุดั่นแก้วแวววับระยับแสงทิวาแรงแซงแทรกแหวกธารสายหมอกสีชาดร้อยรัดกระหวัดกลายโอบกำจายเวียนวนล้นคณาราตรีอันมืดมิดและหม่นหมองค่อยๆถูกแทนที่ด้วยแสงแห่งอรุณรุ่งเสียงแว่วหวานขับขานของสกุณาดังขึ้น ความเงียบเดิมถูกเหล่าสรรพชีวิตในผืนป่าเริ่มออกมาใช้ชีวิตกันเป็นเรื่องปกติ บ้างออกล่าหาอาหาร บ้างลงเล่นน้ำในลำธารใส บ้างหยอกล้อกันอย่างสนุกสนานแต่ไม่ใช่ที่ผืนพนาต้องห้ามทิศใต้อย่างนิลคีรีผลของทัณฑ์อสนีบาตจากฝีมืออรุคผู้ปกปักษ์นั้นทำให้เกือบทั้งป่าราบเป็นหน้ากลองสนั่นฟ้าสะเทือนดินลามไปจนสร้างความประหลาดใจไปถึงป่าต้องห้ามอีกสามทิศที่เหลือเกิดอะไรขึ้นที่นิลคีรี?สร้างความโกลาหลอย่างถ้วนทั่วทิ้งไว้เพียงเศษซากของต้นไม้ที่ถูกฟ้าผ่าจนหักโค่นลงจนล้มระเนระนาดบ้างก็ดำเป็นตอตะโกตายคาต้น รวมไปถึงสัตว์ป่าน้อยใหญ่ที่เคยหนีตายกันจ้าละหวั่นมีส่วนน้อยไม่อาจรอดจากสายฟ้าได้กลิ่นเนื้อไหม้คละคลุ้งไปทั่วบริเวณเพราะเพชรถวนาเคนทร์เปล่งประกายแสงคุ้มภัยทันเวลาไม่อย่างนั้นคงไม่เหลืออะไรให้ดูต่างหน้ากลายเป็นป่าที่ดับสูญก
โครมอุกร่างสูงใหญ่ที่คล่อมทับร่างบางที่เหลือแค่โจงนุ่งเป็นปราการสุดท้ายที่กำลังจะถูกถอดก็มีเสียงดังขึ้นจากทางหน้าต่างพร้อมพรรวินท์ลอยหวือไปกระแทกพื้นปรากฏเชือกพันธนาการรอบตัวหมัดหนักถูกกระแทกเข้าที่ใบหน้าพร้อมกลางอกถูกถีบจนล้มกลิ้งไปกับพื้นอีกครั้ง “พี่อยู่นี่”ร่างสูงของอุรคหนุ่มตรงเข้าไปหยิบแพรผืนใหญ่คลุมกายโอบกอดชายคนรักที่กำลังร้องไห้เนื้อตัวสั่นเทาแน่น“ทะ..ท่านจะรังเกียจข้าหรือไม่ ฮึก”มือหนาเช็ดน้ำตาบนแก้มนวลกุมใบหน้าหวานให้เงยขึ้นมอง“ฟังพี่หนาคนที่น่ารังเกียจคือไอ้ยูงทองชั่วนั่นต่างหาก น้ำตาของเจ้านั้นกำลังทำให้พี่นั้นเจ็บปวดใจยิ่ง”พูดจบปากหยักสีอ่อนจรดทาบทับกลีบปากอิ่มนุ่มนวลก่อนผละออกไปกระทืบตัวต้นเรื่องด้วยสถานะของอีกฝ่ายจึงได้เพียงแค่สั่งสอน ทั้งที่ฆ่ามันได้เพียงแค่พลิกฝ่ามือแต่นิลคีรีเลือกที่จะสะกดกลั้นความเดือดดาลของตน เพราะมันจะกลายเป็นชนวนสงครามระหว่างฝั่งเหนือกับฝั่งใต้ทันทีนำพาความเดือดร้อนมาสู่ผู้บริสุทธิ์จึงทำได้แค่สั่งสอนให้หนักและเนรมิตให้รอยช้ำหายไปหลังจากเสร็จสิ้นก็ถีบส่งพรรวินท์เข้าห้องตัวเองไปเดินทางออกนอกนครฝั่งเหนือเมื่อใดวันนั้นคือวันตายของพวกเจ้าทั้
เมื่ออุรคหนุ่มก้าวเท้าออกมาจากภายในถ้ำอสนีสีหนาทก็พบว่าด้านนอกนั้นเปลี่ยนแปลงไปมากโข ในความทรงจำเมื่อหนึ่งพันสองร้อยปีก่อนไม่รกครึ้มและเต็มไปด้วยเถาวัลย์น้อยใหญ่ถึงเพียงนี้ราวกับว่าสถานที่แห่งนี้ไม่มีผู้ใดย่างกรายเข้ามาช้านานแล้วนิลคีรีหลับตาเพ่งสมาธิดูก็พบอีกอย่างว่าอุรคที่เคยอาศัยยังป่าหิมพานต์ได้ย้ายออกไปด้านนอกจนหมดไม่หลงเหลือผู้ใดแล้วก็คงมีเพียงแค่เขาเท่านั้นที่เป็นงูเพียงหนึ่งเดียวอีกทั้งด้านนอกดูแปลกตาไปหมดหอมนักเป็นกลิ่นของดอกไม้ชนิดใดกันทันทีที่หายตัวออกมาถึงด้านหน้าพ้นป่าที่รกชัฏกลับได้กลิ่นหอมของดอกไม้ลอยลมมา“สมน้ำหน้า เจ้าพวกกินนรนิสัยไม่ดีชอบรังแกผู้อื่นดีนัก”ปึก “อ๊ะ”ในขณะที่นิลคีรีกำลังหาต้นตอของกลิ่นอยู่นั้นก็ถูกร่างอรชรของยูงทองหนุ่มที่วิ่งหนีพวกกินนรเกเรสามตน หลังจากไปแอบขว้างก้อนหินใส่ตอนที่กำลังรุมแกล้งกินนรผู้หนึ่งอยู่จนพวกมันหัวแตกเลือดอาบแต่ไม่ได้มองทางข้างหน้าเลยชนเข้าเต็มอกของอุรคหนุ่ม วงแขนแกร่งคว้าเอวบางทันท่วงทีก่อนจะร่วงลงไปกองกับพื้น“เจ้าเจ็บตรงไหนหรือไม่”คนที่รู้สึกราวกับว่าชนกำแพงเหล็กเงยหน้าขึ้นถามคนตัวโตเพราะเขาเป็นคนผิดที่ไม่มองทางเองตึกหั
บ่ายวันหนึ่งในแดนหิมพานต์ฝั่งทิศตะวันออกเปลือกไข่สีครีมใบสุดท้ายถูกกระเทาะออกจนเกิดเป็นรอยร้าวและแตกในที่สุด สิ่งมีชีวิตตัวเล็กจิ๋วค่อยๆเผยดวงตาสีแดงใสแจ๋วโผล่พ้นออกมางูน้อยตัวสีดำสนิทได้ลืมตาขึ้นเป็นวันแรกในป่าหิมพานต์ แต่สีกลับผิดแผกจากบรรดาพี่น้องตนอื่นที่มีดวงตาสีมรกตรับกับสีเกล็ดที่ขาวสว่างนวล จากวันแรกเด็กน้อยแสนสดใสเพราะได้เห็นโลกกว้างมองดูสิ่งมีชีวิตอื่นในป่าหิมพานต์ต่างพากันเล่นสนุกสนานเต็มไปด้วยเสียงหัวเราะ ผิดจากเขาที่จนแล้วจนรอดก็ไม่มีผู้ใดอยากเล่นด้วยเพียงเพราะว่ามีเกล็ดสีดำจึงถูกมองว่าตัวกาลกิณีนำพาความโชคร้ายมาสู่ตน ไม่เว้นแม้กระทั่งในครอบครัวที่ถูกเลือกปฏิบัติราวกับคนแปลกหน้า บรรดาพี่น้องทั้งห้าตนที่สีเดียวกันต่างเลือกเล่นกันเองโดยไม่สนใจและกีดกันงูน้อยตัวจิ๋วสีดำที่มองด้วยสายตาเศร้าสร้อยออกจากวงโคจร“ท่านแม่กลับมาแล้ว” “ต่อไปห้ามเรียกข้าว่าแม่ไม่ว่าจะอยู่ต่อหน้าหรือลับหลังผู้อื่น” แม้กระทั่งที่ไม่มีสิทธิ์เรียกผู้ให้กำเนิดว่าแม่เลยด้วยซ้ำเพราะในใจอุรคสูงใหญ่ตรงหน้าคิดว่าคงมีงูตนใดแอบเอามาใส่ไว้เป็นแน่เขาผิดหรือที่กำเนิดมาไม่เหมือนใคร ฮึก เหตุใดพวกท่านจึงไม่รักข้าบ้
เพลินพาเจ้าพาทะเลหนีไปซ่อนตัวที่บึงสัตตบงกชเดี๋ยวนี้!บึงสัตตบงกชที่นิลคีรีเอ่ยถึงเป็นบึงบัวขนาดใหญ่แนวเขตติดต่อกับผืนป่าต้องห้ามรุธิระสิงขรในบึงจะมีบัวที่สามารถบรรจุห่อหุ้มคนได้สองถึงสี่คนกระจายคละไซซ์ออกดอกอย่างสวยงามเพื่อหลบซ่อน ทั้งยังมีสายพลังงานบริสุทธิ์คอยปกป้องไหลเวียนเพียงแค่ตรงจุดนั้นมีพว
ตำหนักราพณาลัยหลังจากผ่านพ้นงานมนต์พิธีสำนักกลับมาเปิดรับลูกค้ากระเป๋าหนักที่ต้องการพึ่งวิธีทางศาสตร์มืดตามปกติ ผู้คนต่างเข้ามาไม่ขาดสายเช่นก่อนหน้านี้และแน่นอนว่าส่วนใหญ่ให้ช่วยเรื่องที่ผิดศีลธรรมโดยเฉพาะศีลข้อที่หนึ่งกับสาม เมื่อมีการตายเกิดขึ้นทั้งพิสูจน์และเอาผิดตามข้อกฎหมายหรือใช้เป็นหลักฐาน
นับแต่นี้มิมีวาสนาได้เคียงข้างเพราะดวงจิตแลวิญญาณพี่จักต้องแตกสลายไร้การเวียนว่ายสู่สังสารวัฏ ฮึก ไม่ฟังข้าไม่ฟังอะไรทั้งนั้นไปเถิดมันจักต้องมีสักวิธีอย่าร้องไห้ไปเลยหนาน้ำตาของเจ้ากำลังทำให้พี่เจ็บปวดทำไมต้องเป็นท่านเหตุไฉนไม่เป็นข้าเล่าถวดีภัทรนาทอย่าลืมเลือนพี่ออกจากใจเจ้าได้หรือไม่ข้าสัญญา
เอ่อ..ตอนนี้ชลทิตย์กำลังอยากจะทึ้งหัวตัวเองเป็นอย่างมากติดแค่ว่าถ้าขยับคนที่เขาทาบทับต่างที่นอนจะรู้ตัวทันทีฉิบหายละเผลองีบไปแป๊บเดียวเป็นแบบงี้ได้ไงวะ ไหนว่าให้กลับพร้อมเพลินพาไงแล้วเพลินพาหายไปไหนทำไมถึงไม่ปลุกเขาเล่า!หลังจากที่รู้สึกตัวตื่นขึ้นมาภาพแรก