Masukชายผู้เปี่ยมไปด้วยเสน่ห์ลึกลับน่าค้นหา แอบซ่อนอาชีพเสริมที่ไม่อาจบอกให้ใครรู้ได้ งานกลางคืนที่ใครหลายคนรังเกียจ ผมทำอาชีพเด็กไซด์ไลน์เพื่อเลี้ยงปากท้อง จุ๊ๆ อย่าเพิ่งคิดว่าดราม่า แม้ชีวิตผมจะไม่สวยหรูอย่างคนอื่นเขา แต่ผมมีแนวทางในการดำเนินชีวิตของตัวเอง เก็บงำความลับผู้อื่นภายใต้รอยยิ้ม เว้นระยะจากทุกคนหนึ่งก้าว ยามเลือกลูกค้าต้องมีลู่ทางถอยให้ตัวเองเสมอ แต่โชคชะตามักเล่นตลก ในขณะที่กำลังหาเงินเข้ากระเป๋า ดันไปเจอมาเฟียตัวเอ้เข้าอย่างจัง! หนีไม่พ้นยังไม่พอ คิดจะมายัดเหยียดตำแหน่ง ‘อิหนู’ ให้กันอีกเรอะ! มาลองดูกันเถอะว่า ประสบการณ์หนีหนี้อันโชกโชนบวกกับไหวพริบที่ได้มาตั้งแต่เกิดจะทำให้ผมรอดจากวิกฤตครั้งนี้ได้หรือไม่ ป๋า : ฝัน **เรื่องนี้ไม่สักแต่เรทแน่นอน คนเขียนรับประกัน!**
Lihat lebih banyak"Dua puluh juta, apa masih kurang?"
Seorang pria memberikan negosiasi kerjasama dengan pelayan yang bekerja di rumah mereka. Ramli, pria yang berusia sekitar tiga puluh lima tahun itu nampak berpikir seribu kali sebelum memutuskannya. Pria itu adalah pelayan di rumah Rangga dan Vina. Pasangan suami-istri dan sedang mencari cara untuk segera mendapatkan anak. "Tugasmu cuma satu, hamili istriku!" lanjut Rangga, suami Vina.Sang istri, Vina berdiri di samping suaminya dengan wajah tak nyaman.
Bagaimana bisa dirinya harus berhubungan intim dengan pria yang menjadi pelayan di rumahnya.
Rangga kembali menegaskan tujuannya untuk mengajak Ramli bekerja sama dengan dirinya. Karena ia tahu jika Ramli sangat membutuhkan uang untuk membiayai ketiga anaknya yang ada di kampung. "Ini untuk uang muka, setelah Vina benar-benar hamil, aku genapin semuanya menjadi seratus juta. Aku rasa yang ini sudah cukup untuk biaya anak-anakmu di kampung, bahkan lebih dari cukup. Bagaimana, kamu tertarik? Tenang saja aku tidak akan menuntutmu, setelah Vina hamil kamu bisa hidup seperti biasa, dengan satu syarat kamu harus bisa merahasiakan kerjasama kita ini. Jangan sampai ada yang tahu!" kata Rangga dengan entengnya. Ramli, pria berwajah tegas dan sedikit pas-pasan, memiliki tatapan mata yang tajam, rambut hitam ikal dan memiliki postur tubuh yang nyaris sempurna. Tubuh yang atletis bak binaraga karena pria itu pernah menjadi penjaga tempat gym di desanya. Tak ayal, ia memiliki tubuh yang proporsional dan gagah. "Tapi Pak... Apa ini tidak keterlaluan? Bu Vina adalah istri Anda. Apa Anda rela jika istri Anda disentuh oleh pria seperti saya? Saya rasa ini sangat tidak masuk akal!" sahut Ramli, berusaha untuk menjaga martabat majikannya. "Hah, persetan dengan itu semua. Kami berdua hanya menginginkan anak. Jika tidak, rumah tangga kami yang harus dikorbankan, dan aku harus kehilangan segalanya, apa yang aku bangun selama ini akan sia-sia, aku tidak mau itu terjadi!" kata Rangga dengan tegas. Vina menundukkan wajahnya, sebenarnya wanita itu tidak setuju dengan kerjasama yang diusulkan sang suami. Pasalnya, ia dan Ramli harus melewati masa-masa yang sangat intim yang tak seharusnya mereka lakukan. "Mas, kamu yakin ingin aku melakukan ini? Kok aku ragu, ya!" ucap Vina kepada Rangga, wanita cantik putri dari seorang konglomerat di kota itu. "Kita tidak punya pilihan lain. Kamu tahu Papamu ingin sekali kita segera memiliki keturunan, sedangkan kamu tahu sendiri, setelah kecelakaan itu, dokter memvonis aku mandul, tidak mungkin aku bisa memberimu anak, sedangkan aku sangat mencintaimu, aku tidak mau kehilanganmu, Vin! Terpaksa, kita harus melakukan cara ini!" kata Rangga meyakinkan istrinya. Vina berusaha mengerti, sang suami memang mengalami permasalahan pada sistem reproduksinya.Setelah mengalami kecelakaan dua tahun yang lalu, Rangga divonis tidak bisa memiliki keturunan, testisnya bermasalah karena terkena paparan zat kimia.
Apalagi tuntutan dari kedua orang tuanya yang menginginkan mereka untuk segera memberikan keturunan.Karena sudah lima tahun mereka menikah, nyatanya sampai saat ini Vina belum hamil juga.
Vina sendiri sangat mencintai suaminya dan tidak ingin melihat karier Rangga hancur karena pria itu bekerja di perusahaan orang tuanya. Terpaksa, Vina mengikuti permintaan sang suami. Dengan sangat terpaksa ia harus bisa menerima Ramli untuk mengisi rahimnya dari benih pria itu. Meskipun wanita itu masih ragu untuk melakukannya karena Ramli hanyalah seorang pembantu di rumah. "Oke, aku setuju melakukannya, tapi Mas, aku nggak yakin jika Ramli bisa memberikan keturunan yang bagus. Kamu tahu dia itu cuma pria dari desa. Mukanya aja muka ndeso, Mas!" kata Vina sambil melihat penampilan Ramli yang sangat sederhana. Ramli sudah merasa dirinya sedang dibicarakan oleh majikannya. Pria itu melihat dirinya sendiri.Sejenak ia mencium aroma tubuhnya sendiri yang dirasa tidak enak, cenderung bau asam dan kecut. Belum lagi celana tujuh perdelapan yang dipakainya saat bersih-bersih rumah. Nampak sekali penampilan pria itu sangat tidak menarik di mata para wanita.
"Kira-kira Bu Vina mau nggak ya dekat-dekat dengan pria kayak aku? Bu Vina kan cantik, tapi aku... Badan aja baunya kek kambing, gimana aku bisa menghamilinya?" batin Ramli dengan ekspresi bingung. Pantas saja Vina merasa ilfeel melihat Ramli. Wanita itu adalah seorang sosialita yang biasa bergaul dengan wanita-wanita kaya, apa jadinya jika dirinya hamil dari seorang pria yang cuma pelayan di rumahnya. Rangga kembali membujuk istrinya agar mau mengikuti rencananya, "Sudahlah, sayang. Ini tidak seburuk yang kamu kira. Ramli memang pelayan dari desa, tapi aku nggak meragukan kemampuannya, kalau bukan karena dia, mana mungkin aku bisa selamat dari preman-preman itu. Aku yakin sekali jika Ramli pasti bisa membantu kita. Apalagi dia sudah terbukti punya tiga anak. Paling cuma satu atau dua malam saja, kamu sudah bisa hamil!" ucap Rangga tanpa memikirkan akibat yang lain. Yang ada dalam pikirannya adalah karirnya, ia harus menyelamatkan karirnya yang sudah berada di atas. Vina pasrah, karena rasa sayangnya yang berlebihan untuk sang suami, wanita itu pun tidak bisa menolaknya. "Terserah kamu saja, tapi jangan salahkan aku jika bayi yang lahir nanti tidak mirip sama kamu, tapi mirip dia!" jawab Vina dengan wajah lemas. Rangga tersenyum sambil mencium kening sang istri. "Soal itu kamu tenang saja. Yang penting kamu hamil dan melahirkan anak. Ini adalah tujuan utama kita, kan?" kata Rangga. Lalu, pria itu kembali menghampiri Ramli yang sedang berdiri tertunduk. Pria itu terlihat panik, karena kali ini pekerjaannya bukan sembarang pekerjaan, tapi pekerjaan yang dibilang enak tapi sangat beresiko. Sedangkan dirinya sudah janji kepada anak keduanya untuk membelikannya sepeda baru. "Ramli, bagaimana tawaranku tadi? Istriku sudah setuju untuk melakukannya. Sekarang aku menunggu keputusanmu. Ingat, kamu membutuhkan uang banyak untuk menyekolahkan anak-anakmu, apa kamu juga tidak ingin membahagiakan orang tuamu, dengan uang itu, kamu bisa merenovasi rumah agar anak-anakmu tinggal dengan nyaman, nggak kebocoran lagi pas hujan. Pikirkan baik-baik tawaran ini. Aku memberikan tawaran khusus untukmu karena aku tahu kamu pasti bisa membantuku," ucap Rangga dengan tegas. Tentu saja sebagai seorang pelayan, mana mungkin ia menyentuh istri majikannya, ini adalah sebuah hal yang sangat tabu dan terlarang. Tapi, melihat bagaimana kondisi pernikahan Vina dan Rangga membuat Ramli akhirnya setuju untuk melakukan kerja sama. Apalagi Ramli seringkali mendengar Vina dan suaminya bertengkar hanya gara-gara soal anak, sehingga membuat pria itu tak tega melihat Vina yang menangis setelah pertengkaran itu. Setelah berpikir seribu kali, akhirnya Ramli bersedia untuk bekerja sama membantu pasangan itu. "Baiklah, Pak. Saya bersedia membantu kalian. Katakan, bagaimana cara kerjanya?" kata pria itu dengan lugunya. Rangga tertawa mendengar ucapan Ramli yang sangat polos. "Astaga Ramli, bagaimana bisa kamu tanyakan itu, anakmu saja sudah tiga biji, lantas kamu tanya bagaimana cara kerjanya?" kata Rangga yang tanpa sengaja Vina pun ikut tertawa kecil. BERSAMBUNG‘ดาวิดอฟ เฟรคดริก คอลลินส์’ หรือ ‘เดฟ’ คือชื่อของผม ผมเกิดที่รัสเซีย เป็นลูกคนเล็กมีพี่ชายพี่สาวอย่างละคน จบปริญญาตรีมหาวิทยาลัยแห่งหนึ่งด้านโภชนาการที่มอสโก เรื่องรูปร่างหน้าตาก็ปกติธรรมดา(?) ไม่มีส่วนไหนขาดเกิน เส้นผมสีทองเหลือบเงิน ดวงตาสีฟ้าอมเขียว ผิวขาวจัดแม้ตอนนี้จะเริ่มคล้ำจากแดดในเมืองไทยก็ตาม ส่วนสูงก็...193 cm. สิ่งที่ชอบคืออาหารอร่อย ดอกไม้และคนฉลาด ผมเกลียดพวกไม่รู้คุณค่าของอาหาร กินทิ้งกินขว้างกับคนโง่มากที่สุด อาหารที่ถนัดคือ ซุปโบร์ช (Borshch) , โปลฟ (Pilaf) , ไก่เคียฟ (Chicken Kiev) อาหารรัสเซียและอาหารฝรั่ง ตอนนี้มีความสนใจอาหารไทย ปัจจุบันอายุ 25 ปี ทำงานให้กับบอสลูเซียส มิไรฮอฟ ตระกูลเก่าแก่ที่มีอำนาจมากมายจนน่าตกใจ ถามว่ามาทำงานให้บอสได้ยังไงเหรอ? เรื่องมันเป็นแบบนี้ หลังเรียนจบได้ผลการเรียนที่น่าพอใจ ผมถูกจองตัวจากหลายโรงแรมมีชื่อในมอสโก แต่ผมชอบทำอาหารให้คนที่รักการกินมากกว่าทำเพื่อเอาหน้าตาเลยปฏิเสธงานเหล่านั้นไป แล้วเลือกมาทำงานในร้านอาหารแห่งหนึ่งแทน ร้านนี้มีความเข้มงวดสูงมาก ไม่
ภายใต้ความหอมหวานของอำนาจ คือความเน่าเฟะที่น่ารังเกียจ... เมื่อพ่อให้ความสำคัญกับธุรกิจเป็นอันดับหนึ่ง จึงไม่แปลกที่พ่อจะแต่งงานกับแม่เพื่อผลประโยชน์ ทั้งที่ตัวเองมีคนรักอยู่แล้ว ก่อนจะพาคนรักเข้ามาหลังจากที่แม่ตรอมใจตาย ฟังดูเหมือนพล็อตของบทละครน้ำเน่า แต่เชื่อเถอะว่า สิ่งเหล่านั้นล้วนอิงมาจากชีวิตจริง เขาเกลียดชังพ่อ รังเกียจผู้หญิงคนนั้น และขยะแขยงครอบครัวของตัวเอง เลยตัดสินใจเข้าโรงเรียนประจำ พอปิดเทอมหากไม่เที่ยวก็หางานพิเศษทำ เพื่อที่จะได้ไม่ต้องกลับบ้าน ระหว่างนั้นก็ใช้ทรัพย์สินจากพินัยกรรมของแม่ผ่านทางผู้ดูแลที่แม่เลือกมาด้วยตัวเอง ต่อมา เขาสอบเข้าโรงเรียนตำรวจ ติดอันดับหนึ่งของรุ่นจนเรียนจบแล้วเริ่มทำงานจากตำแหน่งระดับล่าง กระทั่งบรรจุเข้าหน่วยปราบปรามและพบลูเซียสระหว่างปฏิบัติหน้าที่ ลูเซียสในตอนนั้นยังอยู่ในช่วงเริ่มก่อตั้งแก๊ง มีคนติดตามอยู่ไม่กี่คนและเกิดสนใจฝีมือของเขาขึ้นมา เลยยื่นข้อเสนอให้มาทำงานด้วยกัน แน่นอนว่าเขาปฏิเสธ ไม่ใช่ว่ารักในอาชีพของตัวเอง แต่เขาไม่เคยมีความคิดที
ชีวิตของลูกผู้ชายคนหนึ่ง มีเรื่องที่เสียใจหนักๆ อยู่ไม่กี่อย่าง เรื่องแรกคือการจากไปของพ่อแม่ด้วยวัยชรา เรื่องที่สองคือความล้มเหลวในฐานะหัวหน้าครอบครัว ระหว่างที่ผมเป็นทหารทำตามความตั้งใจของตัวเองก็ทิ้งลูกเมียไว้ด้านหลังโดยไม่นึกถึงใจของคนเฝ้ารอ กระทั่งวันหนึ่ง ภรรยาที่แต่งงานกันมาหลายปีเป็นฝ่ายขอหย่า เธอร้องไห้ พร่ำบอกว่าขอโทษที่อดทนรอต่อไปไม่ได้ เธอเข้าใจความต้องการของผม แต่เธอที่มีลูกอ่อนก็ต้องการได้รับการดูแลเอาใจใส่เช่นกัน ผมไม่เคยโทษเธอเลยที่เริ่มมองหาผู้ชายที่ดีกว่า ดังนั้นผมเลยดึงเธอเข้ามากอด ลูบผมเบาๆ พร้อมกระซิบปลอบโยนเธอว่าไม่เป็นไร ทุกอย่างเป็นความผิดของผมเอง ‘ชนิศา’ เป็นผู้หญิงที่เข้มแข็ง การที่เธอเลือกทางนี้แสดงว่าทุกอย่างมันถึงที่สุดแล้วจริงๆ พอเป็นแบบนี้ก็ไม่อาจฝืนอยู่ด้วยกันอีกต่อไป ผมเลยยอมรับการตัดสินใจของเธอ และมอบสิทธิ์การเลี้ยงดูให้เธอไป หลังจากนั้นไม่กี่ปีผมก็ลาออกจากราชการทหารเพื่อหางานที่มีรายได้มากกว่าส่งเสียให้ลูกชายได้เรียนโรงเรียนดีๆ ระหว่างนั้นก็ติดต่อกันบ้างเป็นครั้งคราว วันไหนผมมีวันหยุดก็จ
ผมเกิดในซ่อง เติบโตในสลัม มีแม่เป็นโสเภนีที่หลังจากคลอดผมเสร็จก็เอาผมไปทิ้งแถวถังขยะ ก่อนที่คนจรจัดเก็บไปเลี้ยงดูด้วยหวังว่าจะให้ผมดูแลเขาต่ออีกที แต่เขาไม่ได้มอบความรักความเอาใจใส่อย่างที่คนใจบุญพึงกระทำ เพราะเขาเลี้ยงผมเหมือนสุนัขตัวหนึ่ง ถ้ามีอาหารเหลือพอก็จะโยนให้ผมกิน พอแค่ผมไม่ตายไปก่อนที่จะได้ใช้งานเท่านั้น จนบางทีผมก็สงสัยว่าความตายอาจจะดีกว่ารึเปล่า ไม่ต้องทนอดอยากหิวโหย โดนทำร้ายทั้งร่างกายและจิตใจ ผมเคยคิดที่จะตายอยู่หลายครั้ง หากไม่ติดว่าคนจรจัดที่เก็บผมมาเลี้ยงจะช่วยผมไว้ทันตลอด แล้วจัดการลงโทษอย่างหนักเมื่อผมพ้นขีดอันตราย ให้อดข้าวบ้าง จับขังบ้างหรือบางทีก็โดนซ้อมเป็นเครื่องระบายอารมณ์ แน่นอนว่าการรักษาแต่ละครั้งไม่ได้ไปหาหมอในโรงพยาบาล แต่เป็นหมอเถื่อนที่ไม่มีใบรับรองแถวสลัม ไม่ก็รักษาเอาตามมีตามเกิด และผมดันดวงแข็งจนรอดมาได้เสียทุกครั้ง จะตายก็ตายไม่ได้ จะอยู่ก็แสนลำบาก สุดท้ายได้แต่ฝืนทนกับสิ่งที่เป็น กระทั่งอายุหกปี ชายแก่ที่เลี้ยงดูผมดันไปขัดขานักเลงวัยรุ่นเข้า เลยถูกพวกนั้นซ้อมอย่างคึกคะนอง เสียงตาแก่โหยหวนด้วยความเจ็บปวด ผสมเสียงตุบต
พอตัดสินใจเป็นลูกศิษย์จำเป็นให้หลง กิจวัตรประจำวันหลังจากนั้นก็ไม่น่าเบื่ออีกต่อไป ตื่นเช้ามากินข้าวพักท้องฟังหลงสอนภาคทฤษฎี พอย่อยก็เริ่มการวอร์มร่างกายดัดตัวตามประสาแล้วฝึกภาคปฏิบัติแบบตัวต่อตัวกับหลงหลังมื้อเที่ยง คงเพราะหลงเป็นคนสบายๆ แถมยังอารมณ์ดีอยู่เนืองนิตย์ การสอนเลยไม่น่า
“ฉันมีโปรแกรมต้องไปคุยงานที่ฮ่องกงเร็วๆ นี้ นายติดต่อกับฝ่ายนั้นบ่อย ช่วยเป็นคนกลางพูดเรื่องอำนวยความสะดวกให้ที” ประโยคยาวเหยียดถูกพูดออกมาจากปากมาเฟียอังกฤษที่พกพ่อบ้านมาถึงสองคนแถมยังทำตัวประดุจเป็นเจ้าบ้าน เชิญเจ้าของตัวจริงจิบชาหน้าตาเฉย มือซ้ายกร
“มึงพูดจริง?” เสียงของซันดังขึ้นคนแรกท่ามกลางความเงียบ ผมเงยหน้าขึ้นสบตามันนิ่งตอบมันตรงๆ “ทุกอย่างที่กูพูดเป็นเรื่องจริง” ถึงเวลานี้ไม่มีเหตุอะไรที่ต้องบ่ายเบี่ยงอีก เมื่อผมตัดสินใจแล้วก็ไม่คิดถอยหลังกลับ ผลจะออกมาเป็นยังไงขึ้นอยู่กับพวกเพื่อน “ทำไมม
ผมซุกกอดให้ลูเซียสปลอบอยู่แบบนั้นสักพักใหญ่ พอสงบสติอารมณ์ได้ ลูเซียสก็ขยี้หัวทิ้งท้ายก่อนหายเข้าไปทำงานต่อ ส่วนผมระเห็จตัวเองออกมานั่งคุยโทรศัพท์ด้านนอกเพื่อติดต่อรุ่นพี่กับเพื่อนเรื่องเที่ยวผับ อันดับแรกต้องโทรหารุ่นพี่แล้วค่อยตามด้วยเพื่อน ตามธรรมเนียมรุ่นน้องให้เกียรติรุ่นพี่ จะ
Ulasan-ulasan