LOGIN“...หนี้ชีวิต หนี้แค้น ที่เธอต้องยอมพลีกายชดใช้ให้เขา !” สำหรับเรื่อง “บ้านไร่ชายดุ” เป็นเรื่องราวของ เมย์ หญิงสาววัยแรกแย้ม ที่ต้องตกเป็นเชลยในกำมือซาตาน เพราะหนี้ชีวิตที่พ่อของเธอได้กระทำไว้กับครอบครัวของพ่อเลี้ยงพยัคฆ์ ! ซาตานในร่างเทพบุตร แม้เขาจะมีใบหน้าหล่อเหลาแต่กลับดุร้ายป่าเถื่อน ! เธอจะรอดพ้นจากน้ำมือซาตานไปได้อย่างไร ไปติดตามกันค่ะ
View More“Harus banget gitu, Pa, nerima Bang Farhan?”
Tatap takut-takut Kalila menyapu wajah laki-laki berusia 50 tahun yang duduk di kursi malas ruang tengah. Bukan ingin membantah, tetapi sebelum hari ini, Kalila tidak pernah diajak bicara tentang rencana perjodohan atau pernikahan. Ia tidak habis pikir, tidak ada angin tidak ada badai, papanya mendadak memintanya agar menerrima Farhan. Jangan-jangan Papa kena pelet Bang Farhan.
“Farhan baik, La. Papa kira tidak ada alasan untuk menolak lamarannya.” Wisnu berdiri lalu meletakkan buku di rak. Ia beralih ke sofa di dekat dinding, duduk di samping Kalila. Salah satu tangannya diletakkan di bahu sofa, tepat di belakang Kalila.
Kalila menghela napas. Wangi mint dan melati dari cangkir tehnya tidak mampu mengusir gelisah di hati. Farhan memang manusia nyaris tanpa cela. Banyak orang mengidamkan kulkas tujuh pintu itu menjadi pendamping hidup. Namun, tidak bagi Kalila. Jarak usia yang cukup jauh, sikap dingin Farhan, menjadi alasan baginya untuk menolak. Selain itu, Farhan adalah kolega sang papa di kampus. Kalila sudah overthinking membayangkan komentar teman-temannya jika pernikahannya dengan Farhan terjadi.
“Lila masih unyu-unyu, Pa. Kenapa Lila harus menikah secepat ini?”
Hening sesaat. Wisnu mengalihkan pandangan ke foto keluarga yang terpajang di dinding ruang tengah merangkap ruang makan. Tiba-tiba saja dadanya sedikit sesak sehingga ia perlu menarik napas dalam-dalam dengan mengeluarkannya perlahan. Bayang wajah istrinya mengapung di depan mata selama sekian detik sebelum akhirnya berhasil ditepisnya. Pria yang masih bugar di usia lewat setengah abad itu tidak ingin menangis di depan sang putri.
“La ....”
Kalila menoleh, menunggu Wisnu melanjutkan kata. Genggaman tangan pada cangkir mengerat. Gadis itu hapal, jika papanya berbicara dengan suara berat dan pelan, itu artinya akan ada hal serius yang akan dia ucapkan.
‘Papa nggak tahu bisa nemenin kamu sampai kapan. Papa takut, Papa pergi sementara kamu belum ada yang mengayomi.” Terdiam sesaat, Wisnu berusaha melerai duka. “Mama sudah nggak ada. Cuma kamu anak Papa, harta Papa. Papa ingin lihat kamu bahagia. Papa tidak ingin kamu hidup sendiri.”
Masalah itu lagi. Kalila membatin. Beberapa kali papanya menyinggung tentang usia dan akhir kehidupan. Kalila tidak suka. Bukan ingin menolak takdir, tetapi Kalila ingin membiarkan hidup ini mengalir apa adanya. Jika saat perpisahan itu tiba, Kalila tahu tidak akan siap dan pasti butuh waktu untuk melepas duka. Namun, Kalila juga tahu, Allah tentu sudah menyiapkan jalan agar hidupnya tetap baik-baik saja. Bukankah skenerio-Nya selalu yang terbaik?
“Papa akan tenang kalau kamu sudah menikah dengan laki-laki yang tepat. Menurut Papa, Farhan laki-laki yang tepat buatmu.” Wisnu mengangkat tangannya lalu mengusap pipi Kalila. Hatinya menghangat. Paras Kalila sangat mirip dengan sang mama. “Kalau soal umur, dua puluh dua tahun tidak terlalu muda. Dulu Mama nikah sama papa setahun lebih muda dan tidak masalah.”
Pandangan Kalila tertuju pada dua lembar daun mint pada permukaan air di cangkirnya. Bibirnya terkatup rapat sementara saraf-saraf otaknya sibuk mencari jawaban.
“Atau kamu punya calon lain? Kalau lebih baik dari Farhan, pasti Papa terima.”
Manik mata gelap milik Wisnu Naratama menelisik paras Kalila. Selarik senyum tipis tersungging di bibirnya. Sebenarnya ia memang sudah lama ingin menjodohkan putri tunggalnya dengan salah satu dosen terbaik di fakultasnya itu. Namun, Wisnu harus menunggunya sampai selesai S3 dan mengajar kembali di Fakultas Teknik.
Rupanya semesta menyimpan harapan Wisnu. Farhan memiliki keinginan serupa. Ketika dosen muda itu datang ke rumah untuk melamar Kalila, tanpa pikir panjang Wisnu mengiyakan. Ia sudah mengenal Farhan sejak lama dan yakin kalau laki-laki itu tepat untuk Kalila.
Kepala Kalila tertunduk. Ditelannya ludah yang mendadak terasa sedikit pahit. Lalu, tiba-tiba wajah Haiyan, salah satu dosen di fakultas yang sama dengan Wisnu dan Farhan mengisi kepala, mengoyak hatinya untuk berkata “ya” demi membebaskan diri dari tuntutan sang papa agar menerima Farhan.
Wisnu memindai wajah Kalila. Ia tahu putrinya menyimpan sesuatu. “Gimana, kamu ada calon lain? Kalau dia memenuhi syarat 3T pasti Papa terima.” Bibir Wisnu membusur.
“Tiga T apaan, Pa?”
“Masa kamu tidak tahu? Papa saja tahu. Kudet kamu.” Kali ini Wisnu berujar santai dan tenang.
Kalila melongo.
“Tiga T itu Tampan, Takwa, Tajir. Kalau ada cowok kayak gitu, auto Papa terima buat gantiin Farhan.”
“Memangnya Bang Farhan punya 3T?” Kalila menatap sangsi sang papa. Seingatnya, jangankan mobil, laki-laki itu malah ke mana-mana ditemani vespa jadul, membuatnya mirip manusia dari masa lalu yang tiba-tiba muncul dari mesin waktu.
“Dia cuma 2T. Nggak tajir.” Wisnu terkekeh.
“Terus kenapa Papa terima?”
“Duit bisa dicari, La. Tapi kalau iman, itu yang susah.”
“Manusia bisa berubah, Pa. Hari ini buruk, belum tentu esok lusa jelek. Mana tahu justru dia bertobat dan jadi jauh lebih baik.”
“Menikah itu bukan coba-coba, La. Mendingan cari suami yang memang bener-bener baik. Kamu nggak akan mungkin mengubah manusia yang sudah melewatkan dua puluh tahun lebih umurnya. Kamu nggak sekuat itu. Kamu bukan wonder woman atau cat woman.”
Ucapan Wisnu disambut tawa Kalila. “Papa ada-ada saja,” ujarnya setelah tawanya reda. “Tapi Bang Farhan sudah tua, Pa. Lagian kita, kan, nggak bisa lihat iman orang lain. Dari mana Papa tahu kalau Bang Farhan baik imannya?”
Kali ini Kalila memasang tampang memelas. Tidak terbayang oleh Kalila akan menikah dengan laki-laki yang terpaut dua belas tahun dengannya. Duh, mimpi apa dia sampai harus nikah dengan om-om. Kalila bergidik.
“Papa sudah sering nginep sama Farhan. Dia tidak pernah tinggal salat, bisa baca Quran dengan baik. Papa anggap itu cukup jadi bekal menikahi kamu.” Wisnu menjeda kalimat dengan helaan napas dan mengusap kepala Kalila. “Kalau soal umur, justru karena itu Papa pilih Farhan.” Wisnu mengelus punggung Kalila. “Kamu itu manja, gampang nangis, baperan. Cocok sama Farhan yang tenang dan sabar.”
“Papa, kok gitu, sih?” Kalila beringsut, menjauhi tubuh Wisnu lalu menatap kesal lelaki itu.
Jangan ngambek dulu. Wisnu tersenyum geli. “Papa yakin Farhan bisa bimbing kamu.”
“Nggak cuma Bang Farhan yang bisa bimbing Lila. Memangnya nggak ada gitu, orang lain yang lebih muda dari Bang Farhan, Pa? Masa iya aku nikah sama om-om?”
“Yang lebih muda banyak. Tapi yang cocok sama kamu, cuma Farhan.” Wisnu menjawab dengan yakin. Ia sudah memikirkannya sejak lama. Wisnu juga sudah meminta petunjuk pada Allah. Dia benar-benar yakin dengan pilihannya. Ia hanya perlu memberi waktu pada Kalila untuk berpikir jernih dan memilih dengan hati tenang.
“Tapi, Pa ….”
“Sudah cukup pembicaraan kita, La. Tolong kamu pikirkan permintaan Papa. Jangan lupa istikharah.” Wisnu bangkit kemudian meninggalkan ruang tengah, membiarkan Kalila duduk dengan raut muka jengkel.
***
“ไม่กินข้าว พี่จะกินเธอแทนข้าว !”จบคำพ่อเลี้ยงพยัคฆ์ก็คว้าร่างบางเข้าแนบชิดพร้อมกับประทับปากทาบทับลงที่กลีบปากบาง“อือ”ปลายดาวครางแผ่ว ๆ ความหวานล้ำของหญิงสาวดุจน้ำผึ้งเดือนห้าทําให้พ่อเลี้ยงพยัคฆ์จูบหนักหน่วงดูดดื่มขึ้นเรื่อย ๆ โดยไม่รู้ตัว เขาพรมจูบไปทั่วใบหน้าสวย จากนั้นค่อย ๆ แทะเล็มที่ริมฝีปากบาง ที่ยังเลอะครีมรสช็อกโกแล็ก เพิ่มความหวานให้กับริมฝีปากบางจากนั้นก็ใช้มือช้อนเข้าใต้ต้นคอหล่อนเอาไว้ ขณะที่เขาค่อย ๆ แทรกลิ้นร้อนผ่านเรียวปากหล่อนที่เผยอรอรับอย่างเต็มอกเต็มใจ ลิ้นร้อนของเขากำลังครวญหาความหอมหวานภายในโพรงปากของเธอ ลิ้นร้อนของพ่อเลี้ยงเกี่ยวกวัดดูดดื่มอย่างจัดเจน จนปลายดาวอ่อนไหวและเคลิ้มไปกับรสจูบของเขา“อื้อ”หญิงสาวสั่นสะท้านไปทั้งร่าง วงแขนแข็งแรงของพ่อเลี้ยงโอบรัดร่างอรชรเข้ามาแนบชิดมากขึ้น ขณะที่ดูดดื่มความซาบซ่านในโพรงปากเธออย่างไม่รู้จักอิ่ม“พ่อเลี้ยงจะกินดาวตรงโต๊ะกินข้าวจริง ๆ หรือคะ”ปลายดาวถามด้วยความเขินอายเมื่อเขาละปากออกเพื่อหายใจ ใบหน้าสวยแดงจัด ลมหายใจกระชั้นถี่ขึ้น“หรือ ดาวอยากลองที่โชว์ฟาครับ”เขาจูบหนัก ๆ ที่หน้าผากสาวในอ้อมกอด เขาแกล้งหยอก แต่หากห
ณ ประเทศอังกฤษ หลังจบชั่วโมงเรียน ปลายดาวรีบเก็บหนังสือ และอุปกรณ์การเรียนลงกระเป๋า เธอต้องมาเรียนมหาวิทยาลัยในต่างประเทศ ตามที่พ่อเลี้ยงได้จัดเตรียมเอาไว้ให้ตั้งแต่ต้น พ่อเลี้ยงพยัคฆ์กลายเป็นทุกสิ่งทุกอย่างในชีวิตเธอ เขายอมข้ามน้ำข้ามทะเลเพื่อมาคอยดูแลเธอขณะที่เรียนที่นี่เมื่อตรวจสอบจนแน่ใจแล้วว่าไม่มีลืมอะไรไว้บนโต๊ะแล้ว หญิงสาวก็รีบสาวเท้าออกจากห้อง เพราะพ่อเลี้ยงพยัคฆ์ส่งข้อความถึงเธอว่า มาถึงที่หน้าตึกเรียนแล้ว“Hey You !”หนุ่มผมทอง นัยน์ตาสีฟ้าเร่งฝีเท้าขึ้นเดินเคียงข้างปลายดาว จากนั้น เขาก็รีบเอ่ยปากชวนเธอว่า “ตอนเย็นไปปาร์ตี้กับพวกเราไหม”อเล็กซ์พูดภาษาไทยสำเนียงแปร่ง ๆ เพราะเขาชื่นชอบประเทศไทยมาก อยากกินอาหารไทย อยากเที่ยวเมืองไทย และอยากได้แฟนเป็นสาวไทย เขาจึงเลือกเรียนภาษาไทยเป็นภาษาที่สอง ดังนั้น เมื่อเขาบังเอิญได้รู้จักปลายดาวในคราสเรียน เขาจึงพยายามตามจีบเธอทันที“ไม่ล่ะ เราต้องรีบกลับบ้าน”ปลายดาวบอกชายหนุ่ม ขณะที่เดินออกมาจากตึกเรียน“ทำไมต้องรีบด้วย”“มีคนมารอรับน่ะ”ปลายดาวบุ้ยบ้ายให้เพื่อนร่วมชั้นมองไปที่ใต้ต้นไม้หน้าตึกพ่อเลี้ยงพยัคฆ์สวมเสื้อโค้ตตัวยาวสีน้ำต
หลายวันต่อมาหลังจากที่บาดแผลของพ่อเลี้ยงดีขึ้นแล้ว ทั้งคู่จึงไปทำบุญที่วัด เพื่ออุทิศส่วนกุศลให้กับพ่อเลี้ยงสิงหา และนายผู้หญิงยะถา วาริวะหาปูรา ปะริปูเรนติ สาคะรังเอวะเมวะ อิโต ทินนัง เปตานัง อุปะกัปปะติอิจฉิตัง ปัตถิตัง ตุมหัง ขิปปะเมวะ สะมิชฌะตุ.....เมื่อเสียงพระสวดบทอนุโมทนารัมคาถาดังขึ้น พ่อเลี้ยงพยัคฆ์ก็ประคองมือของคุณหนูปลายดาวหยาดน้ำลงในถ้วยรองคนโทปลายดาวตั้งจิตอธิษฐานขออุทิศบุญกุศลทั้งหมดให้พ่อและแม่ที่อยู่บนสวรรค์ วิญญาณของแม่ที่เธอเห็นใต้น้ำนั้น เป็นความห่วงกังวลของมารดา- แม่คะ ขอให้แม่ไปสู่สุคติไปสู่ภพภูมิที่ดี ไม่ต้องเป็นห่วงหนูอีกแล้วนะคะ”หลังจากนั้น ทั้งคู่ก็ไปที่เรือนพักของแม่ชีบัวตอง“แม่คะ คิดดีแล้วหรือคะ ที่จะบวชเป็นแม่ชีอยู่ที่วัด แม่ไปอยู่กับหนูที่ไร่ปลายดาวก็ได้นะคะ”น้ำเสียงของปลายดาว เต็มไปด้วยกังวล เธอไม่อยากให้แม่บุญธรรมต้องอยู่คนเดียว เพราะอย่างน้อย แม่บัวตองก็เลี้ยงเธอเป็นอย่างดีมานานกว่าสิบปี“นั่นสิครับ ตอนนี้รีสอร์ตไม่มีใครดูแล หากคุณน้าไม่สะดวกไปอยู่ที่ไร่ก็อยู่ที่รีสอร์ตเหมือนเดิมก็ได้”พ่อเลี้ยงพยัคฆ์เสนอ อะไรที่ทำปลายดาวสบายใจ เขาก็พร้อมจะทำใ
ปลายดาวกรีดร้องออกมาสุดเสียง เหตุการณ์ในอดีตปรากฏขึ้นมาในหัวอย่างแจ่มชัด ภาพของแม่เธอที่ถูกลูกกระสุนเจาะเข้ากลางหน้าผาก ขณะที่อุ้มเธออยู่ในอก เลือดสาดกระเซ็นเปรอะเปื้อนตัวเธอไปหมดก่อนที่จะตกลงไปในลำธาร แม่ร้องบอกเธอเฮือกสุดท้ายว่า - ปลายดาวหนีไป หนีไป -“อ๊ายยยยยยยย”ภาพในอดีตซ้อนทับกับภาพวันนี้ คนที่เธอรักถูกยิงต่อหน้าต่อตา เลือดสีแดงสดสาดซัดออกมาจนเป็นสีแดงฉาน คนที่กระโดดเข้ามารับกระสุนแทนเธอ คือ พ่อเลี้ยงพยัคฆ์ !ตุบ !ร่างบางทรุดลงกับพื้น สั่นเทิ่มไปทั่วทั้งตัว สองมือน้อยกุมขมับเอาไว้ รู้สึกปวดร้าวไปทั้งหัว เพราะความทรงจำของเธอที่ถูกเก็บซ่อนไว้จนสุดลึก ระเบิดพุ่งออกมาราวกับภูเขาไฟ เธอจำเรื่องราวในอดีตได้ทั้งหมดแล้ว !ชายหนุ่มเรือนร่างกำยำเป็นเกราะกำบังกระสุนให้หญิงสาว ยืนไม่ไหวติงแม้แต่น้อย แม้ว่าเขาจะถูกลูกปืนได้เสือเมฆยิงเข้าที่ไหล่ซ้าย แต่มือเขายังกำกระบอกปืนแน่น ดวงตาคมกริบดุดันไร้ซึ่งความปรานีเล็งปืนไปที่เสือเมฆ“ไอ้พยัคฆ์ !”เสือเมฆขนลุกเกรียวขึ้นทั่วทั้งตัว กระสุนของไอ้พยัคฆ์เจาะเข้าหน้าอกด้านซ้ายของเขา เฉียดหัวใจไปแค่นิดเดียว เลือดไหลทะลักออกมา เจ็บจนเขาสั่นไปทั้งร่าง แต่ช
“ไม่ เมย์ไม่เชื่อ”ปลายดาวพึมพำออกมาราวกับคนเสียสติ อยู่ ๆ เธอต้องมารับรู้ว่าคนที่เลี้ยงดูเธอมาจนเติบใหญ่ คือ คนที่ฆ่าล้างตระกูลเธอทั้งครอบครัว และคนที่คอยปกป้องดูแลเธอมาตลอด เธอกลับฆ่าเขาด้วยมือของเธอเอง “แย่แล้ว บัวตองรีบพาคุณหนูหนีไป”ป้าละออกระหืดกระหอบเข้ามาในห้องนอนปัง ๆ ๆ ๆ ๆ ๆ เสียงปืนดั
เช้าวันต่อมาเมย์ตื่นเช้ากว่าทุกวัน หรือพูดให้ถูกคือ เธอไม่ได้นอนทั้งคืนด้วยซ้ำ เพราะความคิดทั้งสองฝ่ายต่อสู้กันภายในหัวอย่างรุนแรง จนเธอไม่อาจข่มตาหลับลงได้ใจที่เผลอรักพ่อเลี้ยงไปแล้ว มันบอกให้เธอทิ้งขวดยาพิษไปซะ แต่หากเลือกทางนี้ พ่อกับแม่ของเธอก็อาจจะถูกพ่อเลี้ยงทำร้ายไม่วันใด ก็วันหนึ่งส่วนอี
เมย์รู้สึกว่าแต่ละวันผ่านไปอย่างเชื่องช้า เพราะตั้งแต่ย้ายขึ้นมาเรือนใหญ่พ่อเลี้ยงพยัคฆ์ก็ทำตัวแปลกไป เขาพยายามหลบหน้าเธอเสมอ โดยการออกจากบ้านก่อนที่เธอจะลงมารับประทานอาหารเช้า และทุกเย็นเธอมักจะหลับไปก่อนที่เขาจะกลับมาวันนี้เป็นวันสุดท้ายของการเรียนในระดับชั้นมัธยมศึกษา เธอจึงต้องไปให้ถึงโรงเรี
ณ เรือนใหญ่ทันทีที่สไบนางรู้จากปากป้าละออว่า พ่อเลี้ยงจะให้นังเด็กเมย์ขึ้นไปอยู่เรือนใหญ่ เธอก็วิ่งมาโวยวายกับพ่อเลี้ยงว่า“พ่อเลี้ยงจะให้นังเมย์ขึ้นมาอยู่บนเรือนใหญ่ใช่ไหมคะ ทำไมละพ่อเลี้ยง ทำไมต้องให้นั่งเด็กนั่นขึ้นมาอยู่บนนี้”ชายหนุ่มที่ถูกรบเร้ามีสีหน้าลำบากใจ เขาต้องปกปิดฐานะที่แท้จริงของเม