Mag-log in“เดี๋ยวๆ พี่จะตามทำไมนักหนาเนี้ย ไม่มีงาน มีการ ทำกับเขาหรือไง” “ไปเดตกับฉันก่อนซิ” “พี่จะบ้าหรือไง จะชวนสาวไปเดตแต่มาตามบังคับเนี่ยนะ!” “ก็อยากไปเดตด้วยไง” “โอ๊ย!!! จะดึงเปียหนูทำไมเนี้ย! เจ็บนะ” เมื่อหญิงสาวไม่ยอมหยุดเดินหนี หนุ่มมาดขี้เล่นแต่ออกทื่อๆไปสักหน่อยก็คว้าเปียสองข้างของเธอดึงให้หยุดเดิน “อยากไม่ยอมหยุดเดินทำไม” “เชื่อเขาเลย! ดูหน้าหนูด้วย แว่นหนาขนาดนี้มีอะไรให้มาสนใจไม่ทราบ หล่อซะเปล่า” หญิงสาวผมเปียใส่แว่นเอ่ย “เธอฮอตจะตายไป ฉันเห็นตอนเธอถอดแว่นแล้ว” “พูดอะไรของพี่” “คอสเพย์สัปดาห์ก่อน” “!!!!!!!!!”
view moreAluri Vasya Zain, yang akrab dipanggil Riri, sengaja pulang lebih awal untuk memberikan kejutan di hari ulang tahun pernikahannya. Lima tahun usia pernikahan mereka. Hari ini seharusnya menjadi momen manis. Ia ingin menyiapkan makan malam romantis, dengan salmon panggang, anggur putih, dan lilin-lilin kecil yang menghiasi meja makan.
Namun semuanya hancur hanya dalam hitungan detik. Sepasang sepatu hak tinggi asing tergeletak rapi di depan pintu kamar. Tumit Riri melemah. Tangannya bergetar saat menyentuh kenop pintu. Hatinya menolak kenyataan, tapi telinganya sudah mendengar sesuatu yang tak bisa disangkal. Desahan lirih, tawa pelan seorang perempuan, kata-kata nakal terdengar jelas dari laki-laki yang sangat ia kenal suaranya. Kana. Suaminya. Perlahan, Riri membuka pintu kamar. Di ranjang mereka, di atasnya, dua tubuh telanjang saling menyatu dalam gairah. Sabrina. Wanita yang sudah beberapa kali duduk di meja makan bersama mereka, sepupu jauh Kana yang sering berkunjung. Kini tubuh polos itu tengah memainkan pinggul di atas tubuh Kana. Desahan demi desahan terdengar jelas, hingga keduanya tak menyadari keberadaan Riri yang berdiri terpaku di ambang pintu. Riri tak menjerit. Tidak juga menerobos masuk melabrak keduanya. Dia hanya berdiri. Membeku. Jiwanya seperti ditikam dari segala arah. Tapi wajahnya tak menunjukkan apa pun selain pucat dan sorot mata kosong. Tanpa suara, ia berbalik. Kakinya nyaris lumpuh, tapi tubuhnya tahu jalan keluar. Ia berjalan. Hanya ponsel yang digenggamnya erat. Tanpa tas, tanpa dompet. Hanya tubuh yang gemetar dan napas yang menyayat dada. Selama ini, Riri selalu bersabar atas pernikahan hasil perjodohan itu. Lima tahun bersama Kana, tak pernah menuntut apa-apa. Bahkan ketika tak sekalipun dia disentuh sebagai istri. Alasan "lelah" dari Kana selalu ia terima tanpa protes. Dan ternyata, malam ini, dia mendapat jawabannya. Fakta yang didapatkannya membuat luka yang dalam di hatinya. Riri berdiri di trotoar, membiarkan lampu kota menyinari rambutnya yang basah diterpa hujan gerimis. Kepalanya terus memutar adegan ranjang yang bergoyang, suara bisik-bisik mesra yang seharusnya menjadi miliknya. Langkahnya membawanya ke sebuah bar di sudut Jalan Dharmawangsa. Tempat itu remang, dipenuhi alunan jazz dan aroma alkohol yang tajam. “Sendirian, Mbak?” tanya bartender, pria berambut cepak dengan kaus hitam bertuliskan DANGER. Riri mengangguk pelan, duduk di kursi bar. “Yang paling cepat bikin mabuk apa?” “Vodka, kalau niatnya begitu.” Riri tersenyum getir. “Dua,” ucapnya. Dua gelas vodka disodorkan ke hadapannya. Tanpa ragu, Riri langsung meneguk gelas pertama, lalu gelas kedua. Kepalanya terasa ringan. Dunia mulai berputar. Tapi rasanya lebih baik daripada kenyataan yang baru saja dihadapinya. Tiba-tiba seorang pria duduk di kursi sebelahnya. Wajahnya tak asing. Dia pernah melihatnya di acara kantor Kana. Kalau tak salah, dia rekan kerja Kana. Namun Riri tak peduli. “Lagi kabur dari dunia?” tanya pria itu ringan. Riri menatap gelas kosongnya, lalu menjawab, “Lebih tepatnya, aku dibuang ke tong sampah.” “Siapa yang tega membuangmu?” tanyanya lagi, sambil meneguk minuman pesanannya. Riri tertawa pelan. Bukan karena tersanjung. Tapi karena pahit. “Hari ini ulang tahun pernikahanku. Dan suamiku memberikan kejutan luar biasa, di atas ranjang,” katanya mulai melantur. Pria itu terdiam sejenak, lalu kembali meneguk minumannya. “Dan kamu lari ke sini?” “Aku nggak lari. Aku menyelamatkan diri.” “Semoga pelarianmu malam ini bisa membuatmu lebih baik. Kadang, kita cuma butuh didengar. Walaupun hanya didengarkan orang asing,” ucap pria itu, suaranya lembut. Riri menatap mata pria itu, dengan pandangan yang cukup dalam untuk menyentuh sisi dirinya yang sedang retak. “Aku nggak tahu siapa kamu, tapi terima kasih sudah menemaniku di sini.” “Namaku Damian,” katanya, menyodorkan tangan. Riri terdiam sejenak. Perlahan dia mengulurkan tangannya. “Riri," ucapnya sambil terkekeh pelan. Pria itu mengernyit penasaran. “Kenapa? Ada yang lucu?” Air mata yang selama ini ia tahan akhirnya jatuh, menyusul tawa kecil yang terdengar getir. “Nggak apa-apa. Entah kenapa, aku senang kamu di sini.” Riri mengangkat tangan, memanggil bartender, memesan satu gelas vodka lagi. Bartender segera meracik pesanan. Damian hanya memperhatikan gerak-gerik Riri yang mulai mabuk. Riri mulai terhuyung dari kursinya. Matanya setengah terbuka, mulutnya sedikit menggumamkan lagu yang tak jelas nadanya. Gelas vodka ketiga telah tandas. Kepalanya semakin ringan. Tapi hatinya? Masih berat. Riri hendak melangkah meninggalkan meja bar. Bartender menatapnya ragu. “Maaf mbak, bayar dulu?” Riri mengerjap. Tangannya meraba-raba saku mantel cokelatnya. “Dompetku,” gumamnya. Lalu dia tertawa kecil, konyol. “Kayaknya ketinggalan. Kayaknya ketinggalan di kamar terkutuk tadi," ucapnya semakin melantur. Damian melirik ke arah bartender, mengeluarkan dompetnya tanpa kata. “Ini bayarannya. Kembaliannya ambil aja,” kata Damian tenang, menyerahkan uang. Bartender mengangguk. “Terima kasih, Mas.” Damian berdiri, lalu meraih bahu Riri dengan lembut. “Ayo, aku antar pulang.” “Pulang ke mana?” gumam Riri. “Rumah itu bukan rumahku lagi...” “Terserah kamu. Yang penting nggak tidur di lantai bar,” ucap Damian, membantu Riri berdiri, juga meraih ponsel Riri yang tergeletak di meja bar. Langkah mereka pelan menyusuri trotoar malam. Damian dengan sabar menuntun tubuh Riri yang limbung menuju mobilnya. Damian membuka pintu penumpang. Riri masuk dengan gerakan pelan. Tapi saat Damian hendak menutup pintu, tangan Riri menarik pergelangan tangannya. “Jangan pergi,” bisik Riri, suaranya nyaris tak terdengar. Damian menunduk. “Aku nggak pergi. Aku cuma mau—” Kalimatnya terputus. Mata Riri yang memerah menatap langsung ke dalam mata Damian. Tanpa aba-aba, bibir Riri menabrak bibirnya. Kasar. Terburu-buru. Penuh rasa sakit yang tak bisa lagi disembunyikan. Itu bukan ciuman yang lembut, tapi jeritan rasa sakit dalam bentuk lain. Damian tertegun. Sesaat ia membeku, tapi tubuhnya mengenali luka itu. Luka yang serupa pernah ia rasakan dulu dan ia tahu, ia tak bisa menolaknya begitu saja. Riri menarik napas di sela ciuman mereka. Tangannya bergetar saat menggenggam erat kerah Damian, seolah memohonnya agar jangan pergi, jangan meninggalkannya. Damian memejamkan mata, membiarkan bibir mereka menyatu dalam gelombang emosi yang tak bisa dihentikan. Tapi kemudian, perlahan, ia memegang wajah Riri dengan kedua tangannya. Jempolnya menyapu pipi Riri yang basah entah oleh hujan atau air mata. “Riri…” gumamnya lirih. Suaranya serak. Ia menarik diri, memastikan Riri sadar dengan apa yang dilakukannya. “Jangan pancing aku. Aku tak akan bisa menahan diri.” Namun, Riri hanya menatapnya tanpa kata. Lalu pelan, dia menyandarkan kepalanya di dada Damian. Napasnya berat. Tangannya mencengkeram jaket Damian, seperti anak kecil yang takut ditinggalkan. “Tolong…” bisiknya lirih, nyaris seperti isakan. “Aku capek. Aku ingin melepaskan rasa sesak ini. Apa aku juga tak menarik di matamu?” Damian memejamkan mata. Kepalanya bersandar pada rambut Riri yang basah. Dia menarik napas dalam-dalam, lalu menatap Riri lagi lebih dalam. “Kamu yang memulai, Riri,” ucapnya pelan namun tegas. “Aku tak akan menghentikannya. Bahkan meski nanti kamu menyesalinya dan memohon agar aku berhenti.” Riri menatapnya dengan mata penuh air, tapi di balik air itu. Ia meyakinkan Damian, jika ia pun menginginkannya. “Aku nggak akan menyesal,” ucapnya. Kembali menempelkan bibir tipisnya di bibir Damian.EP54 - ผมรักยัยฮอตเนิร์ด (ไอคิว)"เอ้า คนบ้าอะไรเปลี่ยนไปเปลี่ยนมา งง มาแล้วก็มาซิคะ ไม่กลับหรอก""นี่ซิงง ตอนแรกบอกไม่อยากมา เจออาพี่หล่อหน่อยไม่ยอมกลับเลย เมียใจแตกเฉย" ไอคิวเอ่ย"ตบปากเดี๋ยวนี้ ใครใช้ให้พี่ใช้คำว่าใจแตกกับหนูเนี้ย เขาเรียกมาปลื้มพอ""เฮ้อออ""อามินคะ แนะนำเซรั่มให้พี่ไอคิวที ถอนหายใจจนหน้าจะแก่หมดแล้วค่ะ""เบาได้เบาใบบัว""5555555"ดื่มกันไปจนกระทั่งดึก มินแจที่ถูกพลอยดาวโทรตามก็ขอตัวกลับก่อน ใบบัวที่กำลังสนุกได้ที่ก็เริ่มนั่งโยกไปตามจังหวะเพลง โยกซ้ายๆขวาๆจนไอคิวเอ่ย"เอาแล้วไงเมียกู เริ่มแล้วไง อามินทำเมียกูใจแตกได้ขนาดนี้เลยเหรอวะเนี้ย" ไอคิวเอ่ยก่อนที่ใบบัวจะร้องเพลงตามดนตรีที่เล่นสดออกมาทำเอาไอคิวขมวดคิ้วไม่น้อย"ก็บอกว่าโสดๆๆๆไม่รู้เรื่องเลย""ยัยตัวแสบ ใครบอกเธอโสด ผัวนั่งองค์ลงอยู่นี่ไง""ก็หนูร้องเพลว โว๊ะ""ยังอีกๆ นั่นๆเอาแล้วๆ ลุกแล้ว ใจเย็นใบบัว"ใบบัวค่อยๆลุกขึ้นแ้วโยกไปตามจังหวะ แอลกอฮอร์ที่พลุ่งพล่านในเส้นเลือดกำลังทำงานของมัน ใบบัวรู้สึกว่าวันนี้สนุกเป็นพิเศษ ปกติไอคิวไม่เคยปล่อยให้เธอดื่มแบบนี้ วันนี้รีบดื่มเหมือนกลัวถูกเบรค แล้วคือกำลังได้ที่ ห้า
EP53 - ผมรักยัยฮอตเนิร์ด (ไอคิว)"นี่ไง โตเบอเริ่ม เต็มไม้เต็มมือ บีบๆนวดๆ"ไอคิวเอ่ยอย่างหยอกล้อก่อนใช้มือสองข้างบีบเข้าที่เต้านมอวบของใบบัวเล่นทันที จนเธอไม่ขัดขืน แต่ทำหน้าเอือมๆแล้วมองบนทันที ก็ไอคิวตั้งแต่คบกันนานขึ้นก็เป็นแบบนี้มาตลอด"อุบาทเสมอต้นเสมอปลายจริงๆผู้ชายอะไร""ได้ยินนะว่าด่าพี่""จงใจให้ได้ยิน!!""ไม่ควรฟาดพี่หนักขนาดนี้นะเนี้ย เดี๋ยวความฉลาดพี่หายหมด""ใครใช้ให้พี่ไม่บอกก่อนละคะ""จะเอาเวลาตอนไหนบอก อามินเพิ่งส่งมาให้พี่เนี้ย""งั้นหนูแนะนำให้พี่โทษอามินค่ะ" ใบบัวเอ่ย"เฮ้ออออ""ไปกินข้าวได้แล้ว กับข้าวจะเย็นหมดแล้วค่ะ""เมียใครวะ มือโคตรหนัก""เมียพี่ไง""จ้าาาาาา"เช้า"พี่มีงานต้องทำ หนูไปเรียนเองก็ได้ค่ะ""งั้นเดี๋ยวเลิกเรียนแล้วพี่ไปรับนะ""โอเคค่ะ จุ๊บ หนูไปเรียนก่อนนะคะ""นั่งรถดีๆนะรู้มั้ย""รับทราบค่ะ"หลังจากใบบัวออกไปเรียน ไอคิวที่ไม่ได้เข้าบริษัทเพราะมีงานที่ต้องทำให้มินแจ เขาเตรียมพร้อมทำงานทันที กระทั่งได้สัญญานจากมินแจว่าให้เคลียร์ทางให้ มือหนาเริ่มกดแป้นพิมพ์ด้วยความเร็ว เมื่ออิ๊กคิวผู้เป็นพ่อดูเหมือนว่าจะถ่ายทอดดีเอ็นเอความเก่งนี้มาสู่ลูกแบบไอคิวเต
EP52 - ผมรักยัยฮอตเนิร์ด (ไอคิว)"แทน แท่นๆๆๆ แทนแท่นๆๆ โอ๊ย! นี่ก็บ้าจี้ไปด้วย"ไอคิวร้องเพลงทำจังหวะในขณะที่ใบบัวก็นั่งโยกสะโพกอย่างยั่วยวนหยอกล้อไปกับเขา"5555 เอ้า! ก็หนูเห็นพี่เครียดอะ เลยอยากให้ยิ้ม""ยัยตัวแสบ""ยิ้มก่อนซิ""ยิ้มจนปากจะกว้างแล้วเนี้""หล่อมากกกกกก""ให้กินเอาป่ะ เดี๋ยวกลับถึงบ้านจะนอนให้กินยาวๆเลย""โอ๊ย!!!!""5555555"ผ่านมาหลายวันที่ไอคิวยังคงไปส่งใบบัวที่มหาวิทยาลัยและไปรับกลับ แม้งานจะรัดตัวแค่ไหนแต่เขาก็ทำให้ใบบัวได้เสมอ กระทั่งวันนี้ มีสายโทรเข้าจากอาคนสนิทของครอบครัวอย่างมินแจ ที่เป็นเหมือนน้องบุญธรรมของบ้านวีและไอยู ซึ่งเขาและพลอยดาวกับเพทายก็สนิทกันมาตั้งแต่เด็กๆ(สวัสดีครับอา)(อามีเรื่องให้ช่วยหน่อย พอจะช่วยอาได้มั้ย) มินแจ(ว่ามาเลยครับอา)(อาต้องการให้ไอคิวแฮ็กระบบความปลอดภัยของตึกทั้งหมด แต่อยู่ต่างประเทศนะ พอทำได้มั้ย)(สบายมากครับ อาส่งที่ตั้วตึกมาเลย ผมได้เข้าไปดุก่อน อาจะให้ผมจัดการวันไหนครับ)(พรุ่งนี้ วันนี้อากำลังจะบินไป)(ไม่มีปัญหาครับ)(ได้ข่าวว่ามีเมียแล้วเหรอ)(มีแล้วครับ ถ้าป่านนี้ไม่มีก็ไม่ไหวแล้วครับอา5555)(เดี๋ยวเสร็จงานแล้วอาพาไปเ
EP51 - ผมรักยัยฮอตเนิร์ด (ไอคิว)"โอ๊ย!! ดูดเบาๆ หนูเจ็บ""เบาๆเหรอ ได้""โอ๊ยยยยไหนบอกเบาๆ!!!""ก็เบาข้างนี้ แล้วมาดูดข้างนี้แทนไง ยัยตัวแสบ วันนี้จะเอาให้ทะเลหัวหินสั่นสะเทือนไปถึงปัตตานีเลย!!""ว๊ายยยยยย!!!!!!"ไอคิวรุกใบบัวอย่างหนัก ในขณะที่แรงกำหนัดถึงขีดสุด ชายหนุ่มปลดเปลื้องท่อนล่างเตรียมคว้าลำท่อนเพื่อสอดใส่แฟนสาว แต่เหมือนกับสวรรค์ของไอคิวต้องล่มไปพร้อมกับเสียงเคาะประตูก๊อกๆๆๆๆๆ!!!!!!! (ใบบัว เปิดประตูหน่อย ไม่ไหวแล้วจะเข้าห้องน้ำอ่ะ ใบบัวววววว) นั่นเสียงจิ๋วจิ๋ว ใช่ซิ เธอนอนกับจิ๋วจิ๋วและทั้งคู่มีคีย์ห้องเหมือนกัน แต่ไอคิวล็อคด้านในไว้ทำให้จิ๋วจิ๋วเข้าไมไ่ด้"ทำไมน้องลูกชิ้นต้องมาตอนนี้วะเนี้ย!" เสียงไอคิวเอ่ยอย่างหงุดหงิดก่อนที่จะลุกขึ้นใส่กางเกงทั้งที่แทบพับมังกรที่ตั้งตระหง่านเข้ากางเกงไมไ่ด้"พี่ก็! ไปเปิดประตูเลย เดี๋ยวหนูใส่เสื้อก่อน""เฮ้ออออ อยากจะบ้า"ไอคิวเดินไปเปิดประตูในขณะที่ใบบัวสวมเสื้อตัวใหม่กับกางเกงขาสั้น ทันทีที่ประตูเปิดจิ๋วจิ๋วผลักประตูเต็มแรงจนไอคิวถูกประตูกระแทกไปด้านหลังเต็มๆ เพราะจิ๋วจิ๋วปวดท้องจนแทบกลั้นไม่ไหว"โอ๊ย!""พีไ่อคิว เป็นไงบ้าง""น้องลูก
EP9 - ผมรักยัยฮอตเนิร์ด (ไอคิว)"ไอ้บ้า!!!!!!""ปากเธอนุ่มจังเลยนะ มาจูบอีกทีดิ" ไอคิวเอ่ยอย่างหยอกล้อก่อนกอดคอใบบัวทำท่าจะจูบอีกที แต่ต้องหยุดชะงักกลางอากาซเมื่อกำปั้นเล็กๆต่อยเข้าที่ท้องของเขาเต็มแรง"อึก!!! ยะ..ยัยตัวแสบ!""ออกไปเลย!!"ใบบัวต่อยท้องไอคิวจนตัวงอก่อนเปิดประตูห้องน้ำแล้วผลักเขาออกไ
EP8 - ผมรักยัยฮอตเนิร์ด (ไอคิว)"ยังโม้ไม่เปลี่ยนเนอะ!"ใบบัวเอ่ย"ฉันไม่ได้โม้ ฉันทำได้จริงๆนะ ลองดูมั้ย""ลองอะไรของพี่คะ""ลองมาเป็นเมียฉันไง มีแต่คนอยากลอง" ไอคิวเอ่ยก่อนกดยิ้มเบาๆ"โว๊ะ! ไม่ลองหลอก พี่ไปซื้ออะไรมาให้กินก่อนซิ หนูหิวไส้จะขาดแล้ว""นี่ยังไม่ทันเป็นเมียฉันเลย เธอใช้ฉันแล้ว ถ้ามาเป
EP7 - ผมรักยัยฮอตเนิร์ด (ไอคิว)เช้าวันนี้ใบบัวไม่ได้เข้าเรียน เพราะวันนี้มีรับงานที่สวนสนุกแห่งนึง เนื่องจากที่โรงเรียนมีกิจกรรมที่ไม่ได้บังคับให้เข้าร่วม ใบบัวถึงใช้วันนี้รับงาน และแน่นอนไอคิวต้องไปรอเธอที่หน้าโรงเรียนแน่ๆ เธอถึงบอกว่าเขาไม่มีทางเจอเธอแน่สวนสนุกเปิดใหม่จึงมีงานส่งเสริมการขายหลา
EP6 - ผมรักยัยฮอตเนิร์ด (ไอคิว)ใบบัวด่าไอคิวเสร็จเธอก็เดินกลับเข้าไปในร้ายแล้วนั่งลงที่โต๊ะเคาท์เตอร์ ไอคิวเดินตามมาก่อนอมยิ้มบางๆ"ฉันก็แค่ล้อเธอเล่นเอง ปกติหล่อๆแบบฉันผู้หญิวิ่งเข้าใส่เยะอแยะไป มีแต่เธอเนี้ยฉันขอไปเดตด้วยไม่ยอมไป""อาการพี่นี่มันเป็นยังไงคะ ผู้หญิงวิ่งเข้าหาเยอะแยะ ผู้หญิงสวยๆ ห
Rebyu