Mag-log inเมื่อผู้จัดการส่วนตัวคนที่ 12 ของซุป'ตาร์ไร้วินัยอย่างธีร์จุฑา คือคนๆเดียวกันกับสาวน้อยคืนเดียวของเขาเมื่อหลายปีก่อน..ปฏิบัติการทวงของรักจึงเริ่มขึ้น
view moreBaru saja Isvara membuka mata, ia mendapati dirinya terduduk di atas pembaringan berselimut sutra merah. Jemari Isvara menggenggam sesuatu yang dingin. Sebuah cawan perunggu berisi cairan kekuningan yang berkilat.
Isvara menunduk, menatap busana yang membalut tubuhnya. Sebuah gaun panjang berwarna gading dengan sulaman teratai di beberapa sisi. Potongannya jelas menyerupai busana perempuan bangsawan dari masa kerajaan.
Tunggu… simbol teratai itu tidak asing baginya.
Ingatan Isvara langsung terlempar pada novel "Candrani dan Tiga Suami Tampan" yang ia tamatkan dua malam lalu. Ia menyukai kisah itu, karena sang tokoh antagonis memiliki nama yang identik dengannya.
Pada sampul novel, Putri Isvara yang jahat digambarkan mengenakan gaun bersulam teratai, persis seperti yang ia kenakan saat ini.
Mungkinkah jiwanya telah berpindah ke dalam raga Isvara, sosok putri mahkota yang dibenci seantero kerajaan, lalu ditakdirkan mati mengenaskan?
Belum sempat ia mencerna kenyataan gila itu, hidung Isvara menangkap aroma menyengat dari cawan di tangannya.
Sebagai dokter bedah yang pernah mempelajari toksikologi kuno, insting medisnya langsung mengambil alih. Ini bukan sekadar minuman biasa, melainkan aroma alkaloid yang mematikan.
Detik itu juga Isvara menyadari sesuatu. Ia tidak hanya berpindah dimensi, tetapi sedang berada di tengah adegan bunuh diri yang konyol.
Tok! Tok! Tok!
"Tuan Putri! Tuan Putri Isvara! Tolong buka pintunya! Jangan membuat kami takut!”
Teriakan dari balik pintu membuat Isvara tersentak.
Isvara mencoba bangkit, tetapi tubuhnya terasa seberat batu. Sebelum ia sempat meletakkan cawan itu, pintu kamar didobrak dengan dentuman yang menggetarkan dinding.
BAM!
Engsel pintu nyaris terlepas. Isvara tersentak hebat hingga cairan di dalam cawan tumpah sebagian, membasahi karpet bulu di bawah kakinya.
“S-siapa kau?” tanya Isvara terbata.
Ia melihat sosok seorang pria yang melangkah masuk. Wajahnya sangat tampan, tetapi rautnya sedingin es di puncak gunung.
Pria itu terus mendekat tanpa menjawab pertanyaan Isvara. Bayangannya yang tinggi besar seakan menelan tubuh Isvara yang masih terduduk lemas di tempat tidur.
Ia mengenakan jubah panjang berwarna biru yang disampirkan di bahunya. Sementara di pinggangnya melingkar sabuk kulit dengan ukiran kepala macan, simbol kekuatan yang mengintimidasi.
Dengan sorot mata setajam elang, pria tersebut menatap cawan di tangan Isvara.
"Anda bersandiwara lagi, Putri?" tanya pria itu dengan nada dingin. Suara baritonnya yang berat terasa membekukan seluruh ruangan.
"Setelah gagal mendapatkan perhatian, sekarang Anda menggunakan nyawa sendiri sebagai taruhan?"
Isvara mengerutkan kening, rasa pening di kepalanya semakin menjadi. "Aku... Putri Isvara?"
"Benar. Anda Putri Mahkota Isvara," potong pria itu cepat.
Ia merebut cawan dari tangan Isvara dengan gerakan kasar yang membuat jemari Isvara memerah.
Ketika pria itu mencium aroma cairan yang tersisa, seketika rahangnya mengeras hingga otot-otot lehernya menonjol.
"Racun daun ular? Apa menurut Anda dengan meminum racun, ketiga pria 'suci' itu akan segera datang kemari?"
Ucapan pria tersebut membuat Isvara teringat sesuatu. Dalam kisah novel, Sang Putri Mahkota memang memiliki tiga orang tunangan yang akan mendampinginya dalam memimpin kerajaan.
Masing-masing dari mereka mewakili tiga aspek utama dalam kerajaan, yaitu kekuatan spiritual, ilmu pengetahuan dan perdagangan, serta keadilan hukum. Oleh karenanya, mereka disebut sebagai "Tiga Tiang Dharma".
Sayangnya, tiga pria yang seharusnya mendukung dan mencintai Sang Putri justru bersikap sebaliknya. Mereka selalu bersikap dingin dan menjaga jarak, bahkan lebih memihak pada wanita lain.
Itulah sebabnya Isvara yang asli nekat melakukan berbagai cara, demi menarik perhatian mereka.
Bunyi keras cawan yang diletakkan pria itu memecah lamunan Isvara.
"Berhentilah mengacaukan kedamaian istana, Putri.”
Setelah melontarkan peringatan keras, pria itu hendak berbalik dengan jubah yang berkibar gagah. Namun, saat itulah sesuatu dalam tubuh Isvara meledak.
Rasa panas yang luar biasa tiba-tiba merambat dari perut bagian bawah ke seluruh pembuluh darahnya. Jantungnya berdegup dua kali lipat lebih cepat.
Isvara tersentak. Sebagai dokter, ia tahu ini bukan sekadar reaksi tubuh biasa.
Tampaknya pemilik tubuh yang asli terlanjur meminum sebagian racun, hingga mengalami gejala mirip orang yang terkena afrodisiak. Jika ini benar, ia harus segera mencari pertolongan medis.
Hanya saja, tangan Isvara terlanjur bergerak sendiri tanpa bisa dicegah. Ia pun bangkit dari pembaringan dan menarik jubah biru pria itu dengan tenaga yang entah datang dari mana.
"Apa yang Anda lakukan—"
Kalimat pria itu terputus saat Isvara tiba-tiba berjinjit dan mengalungkan kedua tangan di lehernya. Posisi ini membuat mereka harus beradu pandang dalam jarak yang begitu dekat.
"Tolong aku… tubuhku sangat panas."
Tanpa menunggu jawaban, Isvara menempelkan bibirnya yang pucat ke bibir pria itu, lalu menekannya perlahan. Bagi Isvara, kehangatan dan aroma maskulin pria ini bak oase di tengah gurun api yang membakar tubuhnya.
Namun, rasa lega itu hanya bertahan beberapa detik. Dengan satu sentakan kuat, pria tersebut melepaskan pertautan bibir mereka.
"Jernihkan pikiran Anda. Hamba bukan tempat pelampiasan sesaat," desisnya ketus, napasnya mulai tidak beraturan.
Sebelum Isvara sempat membalas, tubuhnya mendadak terangkat di udara.
Pria itu menggendongnya dalam satu gerakan cepat, lalu menghempaskannya kembali ke pembaringan. Namun, alas tidur yang nyaman bahkan tidak mampu meredam rasa panas yang kian menggila.
Jiwa Isvara kini bergejolak, antara nalar seorang dokter dan insting tubuh yang teracuni.
Di ambang batas kesadarannya, Isvara nekat menarik pria itu hingga ujung hidung mereka saling bersentuhan.
“Kau ini pria sejati atau bukan?” tantang Isvara dengan napas memburu. Ia bisa melihat pupil mata pria itu melebar.
“Kalau kau tidak berani menyentuhku, lepaskan saja jubah kebesaranmu. Kau tidak pantas menjadi pemimpin pasukan Mahipura!”
Isvara tersentak setelah kalimat memalukan itu meluncur dari bibirnya.
Bagaimana jika pria ini mengabulkan permintaannya? Mungkinkah dia telah kehilangan akal sehat karena menempati tubuh seorang tokoh antagonis?
Suasana kamar tiba-tiba menjadi sangat sunyi, hanya menyisakan suara deru napas mereka yang saling berkejaran.
Dengan sisa kewarasan, Isvara berusaha untuk meralat ucapannya sendiri. Namun, pria itu terlanjur memandangnya dengan tatapan gelap, seperti seekor serigala yang hendak menerkam mangsa.
"Anda menantang orang yang salah, Tuan Putri.”
“ที่รักทำอะไรครับ” ชายหนุ่มเอ่ยทักคนรักสาวทันทีที่เขากลับเข้ามาถึงห้อง แล้วกลิ่นของส้มตำปูปลาร้าลอยคลุ้งไปหมดชวนน้ำลายสอ “ตำส้มตำค่ะ วันนี้มีตำมะม่วงเปรี้ยวปรี๊ด กับตำแซลมอนนะคะ” “ทำไมช่วงนี้ที่รักทานแต่ส้มตำทุกวันเลย แทบจะสามมื้อเลยนะครับ” หญิงสาวค่อยๆ หันกลับมามองสบตากับเขาทันทีที่เขาเอ่ยจบ เธอครุ่นคิดเล็กน้อยก่อนเบิกตากว้างอย่างนึกอะไรออก “พี่ธีร์ ลินขอไปข้างนอกแป๊บนึงนะคะ” หญิงสาวถอดผ้ากันเปื้อนก่อนรีบเร่งไปหยิบกระเป๋าสตางค์ ความรุกรี้รุกรนทำเอาเธอหยิบจับอะไรก็ตกลงพื้นหมด “ลิน เป็นอะไร ทำไมร้อนรนแบบนี้ครับ” “พี่ธีร์ คือ ลิน ลินกลัว” “กลัวอะไรครับที่รัก ใจเย็นๆ ก่อนนะ” มือใหญ่กุมมือเล็กของเธอเอาไว้แน่นเพื่อถ่ายทอดความเข้มแข็งให้กับเธอ “พาลินไปร้านขายยาหน่อยนะ นะคะ อย่าเพิ่งถามอะไรลินเลย”
“พี่ธีร์หายโกรธลินนะคะ ได้ไหม” หญิงสาวเอียงคอถามอย่างน่ารัก ดวงตากลมโตจ้องมองเขาอย่างรอคอยคำตอบ แต่ดูเหมือนคนงอนจะงอนซึมลึกไปหน่อย จึงไม่ยอมตอบอะไรเธอเลย ร่างงามทำใจกล้าลุกขึ้นนั่งคร่อมทับกายแกร่งทันที มือน้อยที่แสนซนนั้นกำเอาท่อนเอ็นร้อนที่ยังไม่ยอมหดตัวมาจดจ่อที่ปากทางรักของเธอ ก่อนค่อยๆ กดตัวลงให้ร่องรักครอบครองแกนกายของเขาที่ละน้อยจนลึกสุดโคน “อ๊ะ” “อ่าห์” หนุ่มสาวครางออกมาพร้อมกันด้วยความรู้สึกดีอย่างเหลือเชื่อ มือน้อยจับมือของเขาทั้งสองข้างมาวางบนหน้าอกใหญ่โตเกินตัวของเธอ และเขาก็ออกแรงเคล้นคลึงมันทันที สะโพกผายยกตัวขึ้นจนท่อนเอ็นร้อนเกือบหลุดออกมา แล้วกดกระแทกทิ้งตัวลงอย่างแรงหลายครั้ง จนทั้งเขาและเธอร้องครางระงมด้วยความเสียวซ่าน หญิงสาวใจกล้าร่อนสะโพกบดวนจนสัมผัสได้ถึงตัวตนใหญ่โตที่ครูดไปทั่วทั้งโพรงแคบ เป็นการทรมานเขาไปในตัว “อ๊า พี่ธีร์ จะหายโกรธลินไหม”
“เอาล่ะ ทีนี้ฉันว่าหนูกลับไปก่อนเถอะหนูอลิตา เดี๋ยวธีร์เขายังต้องทำงานอีก มีอะไรค่อยกลับไปคุยกันให้เข้าใจเถอะนะ อย่ามาโวยวายเสียงดังที่นี่เลย เดี๋ยวกลายเป็นข่าวขึ้นมามันจะมีแต่ผลเสีย” “แต่ว่า ธีร์ คือ..” “ถ้าคุณยังตามรังควานผมอีกแม้แต่ครั้งเดียว ผมบอกพ่อแม่คุณแน่ เลิกยุ่งกับผมแล้วก็มิลินได้แล้ว แต่ถ้าคุณอยากมีเรื่อง ผมจัดให้ คุณก็รู้ว่าผมไม่เคยเกรงใจใครอยู่แล้ว อยากแลกกับผมดูสักตั้งไหมออย” ดวงตาคมดุวาวโรจน์ด้วยไฟโทสะ จับจ้องไปยังไฮโซสาวที่เข้าใจอะไรยากไม่วางตา จนเธอรู้สึกเสียวสันหลังวาบ ด้วยรู้ดีว่าเขาเป็นคนยังไง เห็นทีเรื่องนี้ เธอคงต้องยอมปล่อยมือจากเขาเสียแล้ว ไม่อย่างนั้น สิ่งที่จะตามมาอาจได้ไม่คุ้มเสีย ซึ่งเธอไม่ได้รักเขามากพอจนพร้อมที่จะแลก ทั้งสี่คนขึ้นมาที่ห้องทำงานของชินดนัยเพื่อเซ็นสัญญาการเป็นพรีเซ็นเตอร์เครื่องดื่มเพื่อสุขภาพของธีร์จุฑา ซึ่งตั้งแต่เกิดเรื่องเมื่อครู่จนอลิตาล่าถอยกลับไปชนิดที่ไปแล้วคงไปลับ ไม่มีทางกลับมาวุ่นวายกับเขาอีกแน่ ดาราหนุ่มก็เอาแต่เงีย
หลังกลับจากไปปฏิบัติธรรมที่วัดป่าในจังหวัดเชียงใหม่ คุณมณีกาญจน์ก็นิ่งสงบลงไปมาก ตอนกลางคืนเธอมักจะสวดมนต์ไหว้พระและนั่งสมาธิเป็นเวลานานๆ เพราะการที่ยอมไปตามคำชักชวนของเพื่อนรักในครั้งนี้มันทำให้จิตใจเธอโล่งโปร่งสบาย ไม่หนักอึ้งปวดหนึบเหมือนทุกที จนเธอติดใจขอเข้าร่วมทริปแสวงบุญกับเพื่อนอีกในอนาคต เธอเดินเจริญสติภายในห้องรับแขกที่แสนกว้างใหญ่แต่ว่างเปล่า ก็รู้สึกคิดได้ว่ามีบางสิ่งบางอย่างที่เธอควรทำให้ถูกต้อง จึงโทรศัพท์เรียกลูกชายตัวเองให้มาหาทันที โดยให้พาคนรักของเขามาด้วย “มากันแล้วหรือ” หญิงวัยกลางคนหันไปรับไหว้หนุ่มสาวที่เดินประคองกันเข้ามาภายในห้องรับแขก “คุณแม่มีอะไรหรอครับ ถึงเรียกผมกับเตยมาหาถึงที่นี่” ชินดนัยเอ่ยถามทันทีที่พาคนรักสาวนั่งลงบนเก้าอี้รับแขกตัวยาวเคียงข้างกัน “ท้องกี่เดือนแล้วล่ะ” เอ่ยตรงประเด็นพร้อมจ้องมองว่าที่ลูกสะใภ้ไม่วางตา แต่บัดนี้ดวงตาแข็งกร้าวเกลียดชังที่เคยใช้มองเธอ แปลเปล
คราวนี้เป็นเขาที่ทอยลูกเต๋าได้แต้มสูง จึงเปิดการ์ดขึ้นมาอ่านคำสั่ง “ให้คนที่เปิดได้การ์ดนี้ กลืนกินหน้าอกของอีกฝ่ายเป็นเวลาสองนาที” ใจสาวหล่นไปถึงตาตุ่ม ตายแน่ เธอจะรอดจากเกมนี้ไปได้อย่างไร แต่จะให้เธอยอมเสียของขวัญของพ่อเหรอ ฝันไ
“ฉาวอีกครั้ง เมื่อนางแบบสาว ลิลลี่ ชลธิชา ออกมาเปิดใจกับนักข่าวว่าเธอตั้งท้องกับซุป’ตาร์หนุ่มอันดับหนึ่งของเมืองไทย ธีร์ ธีร์จุฑา งานนี้พระเอกคนดังของเราจะว่ายังไง งานวิวาห์จะจัดคอยท่าเลยหรือไม่ หรือจะปัดความรับผิดชอบกันคะเนี่ยยยย” ข่าวฉาวกระพือไปเร็วรา
หญิงสาวนิ่งอึ้งกับความจริงที่ได้ล่วงรู้จากปากเขา จริงอยู่ที่พวกเขาเลว เอาเกมบ้าบอมาทำลายชีวิตคนอื่น แต่จริงๆแล้วเขาก็จะหาคนที่ตกลงกันได้แบบไม่คิดมากเหมือนกัน คนที่มีความต้องการตรงกัน แต่เธอดันไม่รู้อะไรในเรื่องนี้และตกเป็นเหยื่อเพราะเพื่อนของเขาคนเดียวที่ทำให้มีการเข้าใจผิดกั
สองร่างนอนกอดรัดกันแน่น สัมผัสเสียงหัวใจที่เต้นโครมครามแทบกระเด็นออกมานอกอกของกันและกัน ร่างบางยังคงสั่นน้อยๆ และชายหนุ่มยังไม่ยอมถอดถอนตัวตนใหญ่โตออกมาจากพื้นที่ระหว่างขาของเธอ เขากดจูบที่ไหล่มนแผ่วเบาอย่างปลอบโยนและขอบคุณเธอในที “มิลินครับ คุณโกรธผมหร






Rebyu