"Alya, aku sangat sibuk. Kalau kamu menahanku hanya untuk bicara tak penting, lebih baik menyingkir," ucap Azalea tegas, menatap Alya tanpa ragu sedikit pun.Ia lalu kembali melangkah. Karena Alya berdiri memblokir jalannya, Azalea mendorong pelan lengan gadis itu agar bisa lewat. Namun, secara tak terduga, Alya justru memanfaatkan dorongan kecil itu untuk sengaja menjatuhkan diri ke lantai."Ah! Kenapa kamu mendorongku, Lea?!" pekik Alya.Suara pekikannya sengaja dibuat keras untuk menarik perhatian semua orang. Seketika, keriuhan di panti berhenti. Sorot kamera wartawan yang tadinya meliput acara langsung beralih ke arah mereka.Para tamu, sukarelawan, hingga Adinata mendekat. Mereka menjadikan Alya dan Azalea pusat perhatian. Alya terduduk di lantai sambil memegangi perutnya dengan raut wajah kesakitan—menampilkan akting teraniaya yang sempurna di depan media.Azalea mematung di tempatnya. Ia sama sekali tak menyangka Alya nekat bermain drama semenjijikkan ini di depan banya
อ่านเพิ่มเติม