Zayn tidak menjawab secara gamblang. Tadi di dalam gudang, ia memang sempat tersungkur akibat tinju telak Raven. Namun, kejatuhatannya itu justru membakar sisa-sisa amarahnya. Dengan sisa tenaga dan ego yang terluka, Zayn bangkit kembali dan membantai Raven tanpa ampun hingga lawannya itu tak sanggup berdiri lagi sampai hitungan sepuluh berakhir. Zayn menang, hanya saja, saat Azalea bertanya di luar gudang tadi, Zayn memilih diam karena emosinya masih belum berakhir. "Aku tidak pernah kalah dari bajingan itu, Lea," ucap Zayn penuh penekanan. Cengkeramannya pada roda kemudi makin mengencang. "Raven tidak punya hak apa pun atas kamu. Pertandingan itu selesai, dan aku yang menang."Azalea menatap Zayn tak percaya, campuran antara lega, marah, dan semakin terkejut dengan jalan pikiran Zayn "Kalau kamu memang menang, kenapa tadi kamu diam saja saat aku tanya?!"Zayn tersenyum miring. "Itu karena sejak awal kamu menganggapku kalah. Jadi aku enggan bicara."Azalea menarik napas dalam-d
อ่านเพิ่มเติม