"Bikin dulu perencanaan yang jelas mau usaha apa, hitung berapa modalnya," jawab Reno tegas. "Kalau bingung, lanjutkan aja usaha jualan Ibu. Bikin lebih besar dan profesional."Mendengar ucapan Reno, binar di mata Rizal seketika padam. Wajahnya kembali lesu terlipat. Membayangkan harus menyusun rencana, berpikir keras, apalagi melanjutkan jualan ibunya yang terkesan remeh, langsung meruntuhkan bayangan indahnya tentang uang kaget.Melihat respons abangnya, Reno hanya menghela napas panjang. Tanpa perlu berdebat lagi karena waktu yang makin mendesak, Reno merogoh dompetnya dan mengeluarkan beberapa lembar uang ratusan ribu, lalu menyodorkannya pada Rizal."Nih, buat peganganmu dulu," kata Reno singkat.Rizal dengan cepat menyambar uang itu. "Iya, makasih.""Kami jalan dulu ya, Bu, Rav," pamit Reno sekali lagi.Reno dan Viona kemudian melangkah menuju mobil, masuk ke dalam kabin yang nyaman, lalu perlahan melaju meninggalkan halaman rumah sederhana itu.Bu Rahma dan Ravita berdiri di pi
อ่านเพิ่มเติม