Sheanette: The Fate (Bahasa Indonesia)

Sheanette: The Fate (Bahasa Indonesia)

By:  Riza Fumiko  Ongoing
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
0.0
Not enough ratings
5Chapters
788views
Read
Add to library
Report
Overview
Catalog
Leave your review on App

❝Maafkan aku. Bahkan setelah 300 tahun berlalu, kisah kita kembali berakhir tidak mengenakkan.❞ • Shinta Danurara, puteri kedua Bupati Banger yang menjadi sedikit sombong setelah kelulusannya dari HBS tepat waktu. Namun kesombongannya runtuh saat ayahnya memutuskan untuk menjual Shinta sebagai gundik seorang Eropa totok bernama Thomas Hanson van Euginius. Pertemuan langsung dengan Thomas membawa memori lama bagi Shinta. Perasaan familiar yang tidak pernah ia ingat sebelumnya. Namun setelah mengetahui rahasia di balik perjodohannya, Shinta mulai putus asa. Thomas pergi berlayar begitu saja ke Amsterdam. Seakan hilang dimakan Batara Kala. Dalam rangka menyusul Tuannya, Shinta bertemu Aaric Gilbert Lidwig, seorang pemburu berdarah Inggris. Mereka berada di satu kapal yang sama dengan tujuan pelabuhan Amsterdam. Dari Gilbert, Shinta belajar hal baru yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Perihal mimpinya tentang Thomas selama belasan tahun, makna sesungguhnya dari Revolusi Prancis, dan tentang penciptaan makhluk perpaduan vampire dan werewolf.

View More
Sheanette: The Fate (Bahasa Indonesia) Novels Online Free PDF Download

Latest chapter

Interesting books of the same period

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Comments
No Comments
5 chapters
I. Untuk Tuanku, dari Tanah Hindia Belanda
   Belakangan ini mendung terus menggantung tipis di langit, namun segan baginya sekedar untuk menjatuhkan gerimis barang satu helaan. Suasana semakin kelabu. Dunia seolah kehilangan warnanya. Seakan bukan gadis itu yang tengah berduka.Namanya Shinta. Ia memulai menulis catatan pada masa berkabung. Saat ia tidak tahu apakah tuannya akan kembali atau tidak. Saat ia begitu buta akan hari esok, saat harap-harap cemas terus memakan hati dari hari ke hari.Hujan di bulan Juni mendorong Shinta mengawali catatannya. Tentang seseorang yang ia harap tidak akan pernah ia lupa, walau sudah seribu tahun lamanya sekali pun. Tentang dia, Eropa totok bernama Thomas. ***   Selama seumur hidup yang masih berumur jagung, Shinta Danurdara sudah dianugerahi ilmu pengetahuan yang luas. Pernah suatu kali direktur di sekolahnya bilang bahwa pengetahuan umum Shinta sudah jatuh lebih luas, bahk
Read more
II. Ik Ben Thuis
   Shinta tiba di kediaman Tuan Euginius saat matahari telah habis dimakan Batara Kala, sosok legenda yang diceritakan setiap orang tua pada anaknya. Batara Kala yang agung, Batara Kala yang besar. Walau Shinta tidak tahu maka yang lebih besar, Batara Kala atau Tuan Euginius yang akan ia temui.Pintu putih menjulang tinggi menyatukan kantor penerbitan koran terbesar di Banger dan kediaman Tuan Euginius. Shinta mendadak hilang nyali barang sekecil biji timun untuk mengetuk. Seakan ada ideologi Eropa sangat mengerikan. Padahal sudah Shinta buang jauh- jauhkan pemkiran itu saat menjadi siswi HBS.Kenapa, ya?Shinta juga tidak tahu.Tiba-tiba pintu terbuka. Shinta segera menundukkan kepala saat melihat sosok tinggi menjulang dari Tuan Euginius membuka kedua pintu.Sial, Shinta mengutuk dalam hati. Dia itu terpelajar! Puteri Bupati! Kenapa harus tunduk pada Eropa? Namun Shinta sendiri tidak bisa menghentikan gerak refleksnya s
Read more
III. Thomas, Mijn Geliefde
   Mengenal Tuan Euginius, banyak sisi hidup Shinta yang berubah. Bahkan sekarang, Shinta sudah tidak benci saat malam datang dan Shinta bisa tertidur dengan tenang.Dengan penerangan seadanya, Shinta menuangkan pemikiran gerakan Revolusi Prancis apabila terjadi di Hindia Belanda lewat tulisan. Walau tidak pernah mendapat izin untuk terbit di media cetak, Shinta sudah cukup tenang dengan ini. Catatan ini lah yang biasa ia bawa pada Maria untuk bertukar pikiran."Malam larut kau tidak tidur?"Shinta tersentak saat suara Tuan Euginius terdengar membuka pintu. Shinta memang sengaja tidak mengunci karena belum saat baginya untuk tidur."Apa yang kau kerjakan? Catatan?"Terlambat bagi Shinta untuk menyembunyikan tulisannya. Tuan Euginius sudah terlebih dahulu mengambil dan membacanya. Hening sesaat. Shinta sudah harap-harap cemas mengingat tak semua Eropa setuju dengan pemikiran Shinta. Maka dari itu selama ini ia hanya bertuk
Read more
IV. Cinta yang Tetap Hidup
   Shinta duduk diam membaca berbagai artikel yang menumpuk di ruang kerja sendirian dengan penerangan seadanya. Ia juga mengecek laporan keuangan kantor. Namun ia tahu ini belum seberapa. Pekerjaan yang dilakukan Thomas selama ini jauh lebih banyak.Sebenarnya nama Thomas Hanson van Euginius tidak terlalu asing. Banyak teman Shinta di HBS yang juga menulis untuk kantor ini. Mereka bilang tidak semua tulisan bisa diterbitkan di media cetak, harus melewati pengecekan dan perundingan dengan Thomas langsung. Kini Shinta mengerti setelah ia duduk langsung di balik meja ini. Banyak artikel yang berbahaya yang cenderung keras dengan pemerintahan kulit putih. Hal ini tentu akan membahayakan kantor penerbitnya.Namun Shinta memahami semua ini. Walau merangkul para Pribumi, Thomas tidak bisa membiarkan kantor ini dalam bahaya. Karena kantor inilah yang membuatnya biasa merangkul para Pribumi.Di tengah hening kegiatannya Shinta mendengar suara
Read more
V. Vaarwel, Mijn Liefste
   Shinta tak pernah bilang pada Thomas tentang apa yang terjadi akhir-akhir ini. Namun tentang ingatan, sejujurnya Shinta melihat semuanya. Saat di perkebunan, Shinta melihat danau dengan bayangan bulan sabit di dalamnya. Saat di kandang kuda, Shinta melihat kerumunan orang yang berlomba dengan pakaian bangsawan mereka. Saat berdiri di kantor mengarah ke jendela luar, Shinta melihat armada yang satu persatu mulai mendarat di pelabuhan.Shinta tahu semua ini akan mulai menemui jawabannya. Namun Shinta tidak merngerti kenapa harus dia. Maria, temannya bahkan tidak paham saat Shinta bicara tentang semua ini. Ayu juga tidak. Seakan hanya Shinta yang melihat putaran kejadian di suatu tempat dengan tujuan tertentu.Namun, tujuan itu tidak Shinta mengerti. Mengapa harus Shinta? Shinta tahu ada yang harus ia lakukan dengan ingatannya, tapi Shinta juga tidak tahu apa.Shinta menarik lembaran tipis yang ada di laci meja kerja. Sebenarnya selama
Read more
DMCA.com Protection Status