Istri yang Terpaksa Kau Nikahi

Istri yang Terpaksa Kau Nikahi

Oleh:  Sinar Rembulan  On going
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
10
Belum ada penilaian
99Bab
164.7KDibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Tinggalkan ulasan Anda di APP

Bagai jatuh tertimpa tangga hidup Gamma Pranadipta dilanda masalah bertubi-tubi. Malam selepas menyaksikan pengkhianatan yang dilakukan Rosa, calon istrinya, Gamma berniat melampiaskan amarahnya dengan menyewa seorang dewi malam. Namun, karena terlalu mabuk ia tak menyadari bahwa bukan dewi malamlah yang ia ajak bersenang-senang melainkan seorang pelayan baru di hotel yang ia sewa bernama Serra. Ironisnya kesalahan malam itu menumbuhkan janin tak bersalah di rahim perempuan tak berdaya. Gamma harus menikahi Serra agar tak merusak citra baiknya sebagai seorang ternama. Sementara pelayan hotel itu terpaksa menerima pinangan Gamma karena tak sanggup membiayai hidupnya. Pernikahan mereka hanya sebatas hitam di atas putih. Lantas bisakah keduanya menjalani pernikahan tanpa cinta itu? Dan bagaimana jika Rossa, mantan kekasih Gamma kembali muncul mengusik rumah tangga mereka? Follow ig author: @novelbysinarrembulan untuk mengetahui perkembangan novel ini yah🤍 cover by : Sinar Rembulan Image source : Bride photo created by freepic.diller from freepik

Lihat lebih banyak
Istri yang Terpaksa Kau Nikahi Novel Online Unduh PDF Gratis Untuk Pembaca

Bab terbaru

Buku bagus disaat bersamaan

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Komen
Tidak ada komentar
99 Bab
BAB 1 — SALAH SASARAN
"Ahh.... Ayo, Sayang. Ya .... Seperti itu masukkan lidahmu."Langkah kaki Gamma yang terburu-buru mendadak terhenti. Baru saja ingin meraih gagang pintu kamar yang tak terkunci rapat, tangannya hanya berakhir menggantung di udara ketika suara aneh samar-samar terdengar di telinga.Meski frekuensinya lemah, namun berhasil membuat tubuh lelaki itu menegang.Gamma bukan lagi pria polos yang tidak tahu suara apa yang tengah terdengar panas dan bergairah. Ia tahu betul bahwa itu adalah suara desahan pasangan yang sedang bercinta.Ini adalah hari sabtu, bukan jadwalnya berkunjung, tetapi ada meeting mendadak yang akan ia hadiri dan Gamma harus mengambil berkas meeting itu di tempat ini.Sejak awal, sudah dipastikan jika dirinya tak salah kamar. Ini benar kamar tujuannya. Ketika ia datang pintu apartemen itu memang terbuka, seluruh isi ruangan masih sama tak ada yang berubah sedikitpun.Dan Seharusnya kamar ini kosong karena sang pemilik sedang berada di luar kota untuk pemotretan. Tetapi se
Baca selengkapnya
BAB 2 — KARTU IDENTITAS
Dering suara ponsel memaksa Gamma membuka kelopak mata. Kedua alis spontan menyatu ketika rasa pening menyerang kepala dan lampu terang itu membuat matanya harus beradaptasi dengan cahaya. Gamma mengerang. Ia terduduk sembari memegang dahinya. Rasa mual telah membawa sebagian isi perutnya berada diujung kerongkongan. Apa yang terjadi semalam ia tak mengingatnya dengan baik, hanya ingatan samar sebuah runtutan kejadian yang membawanya ke hotel ini. Ah, ya, ia telah dikhianati kekasihnya. Lalu apalagi ini? Bau alkohol yang sangat pekat, baju berserakan di mana-mana, bantal dan guling bahkan terlempar dari tempat seharusnya. Lalu botol-botol minuman yang jumlahnya lebih dari tiga itu juga tergeletak begitu saja di lantai. Kamar hotel ini bagaikan kapal pecah. Kacau.Gamma lalu menyingkap selimut yang ia gunakan, and than, Damn! Dia tak mengenakan sehelai benang pun. Perlahan-lahan, ingatan Gamma mulai muncul walau masih berupa potongan puzzle. Semalam ia menghabiskan malam dengan bers
Baca selengkapnya
BAB 3 — PESTA YANG HANCUR
Tepat setelah agenda negosiasi dengan klien selesai, Gamma meminta Wiliam bertemu dengannya di ruang rapat. Ada beberapa hal penting yang harus dia diskusikan bersamanya. Tentang rencananya pada pesta nanti malam dan juga tentang Sera.Pikiran pria itu kini berkecamuk pada banyak hal.Sungguh ia tak bisa tenang sebelum memastikan bahwa perempuan itu tidak mengandung anaknya. Ia bahkan seperti remaja ABG yang sering berpikir berlebihan. Tidak bisa ia pungkiri kata-kata madam Lily tadi pagi benar-benar mengganggu pikirannya. Bagaimana jika benar perempuan itu hamil? Niatnya hanya ingin mencari pelampiasan, namun malah menimbulkan malapetaka!"Ada apa?" tanya Wiliam setelah ia mendudukan diri di depan Gamma. Namun, Gamma masih saja terbuai dalam lamunannya. Lantas Wiliam mengibaskan tangannya."Gamma?" Gamma pun tersadar. Kemudian, ia mengambil sebuah flashdisk berwarna putih dari kantong jasnya dan menyerahkannya pada William."Nanti malam ada pesta makan malam bersama keluarga Rosa,
Baca selengkapnya
BAB 4 — PENGUJI KEHAMILAN
Dua minggu kemudian. Di tempat lain.Seorang perempuan sedang terduduk lemas, bibirnya pucat dan terkatup rapat menahan rasa mual masih mendominasi. Pagi ini sudah terhitung empat kali ia mengunjungi kamar mandi, menumpahkan isi perutnya yang hanya berupa cairan. Sera, merasa aneh dengan tubuhnya beberapa hari terakhir. Terlebih, selepas malam yang suram itu.Oh, tidak! Itu malam yang menjijikan baginya! Tangan Sera kini meremas-remas pakaian yang ia gunakan. Berulang kali dirinya menggigit bibirnya sendiri sembari memijit kepalanya yang terasa pening. Apa benar dugaannya, jika ada sesuatu yang tumbuh dalam tubuhnya? Ia gelisah, sungguh. Sudah dua minggu perempuan itu menantikan periode haid yang seharusnya datang satu minggu yang lalu, tetapi sampai hari ini ia tak kunjung mendapatkannya. "Aku harus bagaimana?" desahnya frustasi.Daya kerja otaknya untuk berpikir tiba-tiba menurun. Seperti orang bodoh yang tidak tahu harus berbuat apa. Beberapa saat ia termenung, mengambil napas p
Baca selengkapnya
BAB 5 — TIDAK MAU BERTANGGUNG JAWAB
Pria bernama William itu menarik sudut bibirnya kembali. Berbeda dengan Gamma yang memasang muka datar dan bersedekap mengamati pembicaraan antara William dengan Sera. Lelaki itu memilih untuk sibuk dengan pikirannya sendiri."Kami menawarkan jalur alternatif agar masalah ini tidak berbuntut panjang dan merugikan kedua belah pihak," ujar William lalu menyerahkan bendelan kertas yang ia pegang kepada Sera, dan perempuan itu menerimanya.Sejenak, Sera kembali menatap kedua pria di depannya dengan seksama."Kami akan memberikan kompensasi yang setimpal, asalkan Anda tidak melaporkan Tuan Gamma kepada pihak yang berwajib dan membawa perkara ini ke jalur hukum," jelas William lagi.Sera gegas mencermati kata perkata dalam barisan kalimat itu dengan seksama. Dahinya terus berkerut dari awal kalimat hingga akhir paragraf. Dalam perjanjian itu, tertulis Sera sebagai pihak terkait yang bersedia untuk tidak menggugat Gamma, dan mereka akan memberikan kompensasi uang senilai 800 juta.Bagaimana
Baca selengkapnya
BAB 6 — GUGURKAN JANIN ITU!
Gamma berdiri di depan sebuah kamar VIP rumah sakit dengan gelisah. Kedua tangannya masih berada pada saku celananya. Meski raut wajahnya masih tampak tenang dan datar, tak bisa dipungkiri saat ini Gamma sedang memikirkan banyak hal.Sedangkan Sera masih tergeletak lemas di atas brankar rumah sakit dalam ruangan itu. Perempuan itu harus menjalani rawat inap selama beberapa hari sampai kondisinya pulih dan stabil. Mau tidak mau Gamma harus menyetujui usulan dokter agar Sera beristirahat total. Lebih parahnya lagi sekarang ia sedang bersandiwara menjadi suami Serra. Dokter sudah memanggilnya beberapa saat yang lalu dan memberitahunya kabar yang seharusnya membuatnya bahagia— jika saja ia sudah menikah. Tetapi kali ini tidak. Kabar itu justru membuatnya pusing tujuh keliling.Gamma tidak tahu harus berkata apa lagi. Semua ketakutannya selama dua minggu ini benar-benar terjadi. Malam yang kalap itu menghadirkan sebuah janin yang kini berusia dua minggu dalam perut Sera.Anaknya. Darah da
Baca selengkapnya
BAB 7 — PERJANJIAN PERNIKAHAN
Suara ketukan pintu berkali-kali terdengar, tetapi tidak mampu membuat Gamma tersadar dari lamunannya yang entah sedang berada di mana. Pria itu duduk di bibir ranjang, menatap kosong pada jendela kamar yang sedang terbuka lebar.Seperginya Gamma dari rumah sakit tadi, entah mengapa sekarang ia merasa tidak tenang. Ada banyak hal yang bercampur menjadi satu dalam benaknya. Apa perempuan itu baik-baik saja? Batinnya bertanya-tanya. Namun, logikanya berusaha menyadarkannya. Kenapa juga dia harus peduli dengan Sera? Ah, perempuan itu semakin membuatnya pusing. Ditambah lagi, ia telah meloloskan kata-kata yang tidak ingin ia lakukan.Mungkin, kalimat yang tepat untuk Gamma saat ini adalah sudah jatuh tertimpa tangga pula. Dua minggu lalu pernikahannya dengan Rosa batal, dan minggu depan, ia harus menikahi perempuan yang tidak ia inginkan hadir dalam hidupnya.Beberapa detik setelahnya terdengar suara pintu terbuka. William telah berdiri di ambang pintu. Lelaki itu hanya bisa menggeleng ket
Baca selengkapnya
BAB 8 — PERMAINAN GAMMA
Suara ketukan sepatu yang berbenturan dengan lantai juga panggilan dari istrinya terdengar jelas di telinga Gamma. Wanita itu memanggil namanya berulang kali. Namun, pria itu berusaha mengabaikannya, menulikan telinga, bahkan mempercepat tempo langkahnya. Ia sedang memburu waktu untuk cepat-cepat berada dalam kantornya. Tetapi bukan Serra jika ia tidak memiliki tekad yang kuat. Sebelum suaminya menjauh, Serra buru-buru melangkahkan kakinya lebar-lebar untuk menyusul Gamma dan mengikutinya dari belakang. "Gamma! Tunggu dulu!" cegahnya seraya menahan lengan Gamma, membuat pria itu menghentikan langkahnya dengan malas. diiringi dengan decakan kesal yang keluar dari bibir pria itu. "Apa lagi? Kau membuang waktuku, aku harus bekerja!" tegurnya setelah membalikkan badan dan berhadapan dengan perempuan itu. Sementara Serra justru memberikan reaksi yang berbeda. Tatapannya datar dan rahangnya mengatup rapat. Tak berapa lama kemudian, Perempuan itu melemparkan map beserta kertas putih yang d
Baca selengkapnya
BAB 9 — KEHANCURAN RIVAL
Di kantor. Gamma baru saja tiba di ruangannya setelah ia selesai rapat dengan kolega bisnisnya. Program pembangunan sebuah hotel yang berada di pulau Bali menguras Pikirannya hingga berakibat pada kepalanya yang terasa pening tiba-tiba. Padahal, pagi tadi ia sudah sarapan seperti biasa dan sudah makan siang sebelum rapat dimulai tadi. Pun biasanya ia tak ada masalah bila terlambat makan siang. Pria itu memejamkan mata, menahan rasa sakit yang kini kian menjalar di kepalanya. Di susul dengan rasa mual yang mengaduk-aduk perutnya. Apa ia telah salah makan? Argumen itu tentu tidak mungkin, makanan yang dipesan sekretarisnya selalu dari tempat catering yang sama dan Gamma juga sudah berulang kali makan menu tersebut. Tidak ada masalah selama ini. Namun, siang ini ia merasa ada yang salah dengan tubuhnya. Gamma lalu menekan-nekan layar pada ponselnya yang kini telah menyala dalam genggaman. Detik setelahnya ia mendekatkan benda pipih itu di telinganya. Pada dering yang ketiga barula
Baca selengkapnya
BAB 10 —MENJADI ISTRI YANG BAIK
Aroma kaldu yang menguar di seluruh ruangan membuat lengkungan di bibir Serra terbit dengan sempurna. Ada senandung kecil yang ia nyanyikan setelah mencicipi hasil masakannya sore ini. Hari ini entah mengapa perutnya bisa diajak berkompromi. Bahkan, rasa mual yang beberapa hari belakangan menderanya juga seakan sirna, sekalipun ia mencicipi atau mencium bau amis.Sudah empat jam lebih pula ia berkutat di dapur hanya untuk memasak satu panci kecil sup ayam dan ikan nila goreng. Bukan tanpa alasan ia membuat dua menu itu, sejak kemarin keinginannya untuk menyantap makanan itu sangat besar.Ya, Serra memang sengaja memasak porsi kecil saja, itu pun sudah cukup untuknya dan Gamma—Jika pria itu mau.Besar harapannya agar pria itu mau makan malam di rumah ini. Walaupun sikap Gamma menyakitinya, tapi dalam hati yang paling dalam, ia ingin menjadi istri yang berbakti pada suaminya sendiri.Meskipun hanya sembilan bulan lamanya. Sekalipun Serra hanyalah istri yang terpaksa Gamma nikahi. Setida
Baca selengkapnya
DMCA.com Protection Status