Mga Nobela
Maikling Kwento

Mga Genre

Lahat
Romansa
Realistis
Manusia Serigala
Mafia
Vampir
Mitologi
Fantasi
Kehidupan Sekolah
Imajinasi
Reinkarnasi
Romansa Menggoda
Misteri/Thriller
Mistis Rakyat
Romansa Sejarah
POV Pria

Mga Tauhan

27
Mandiri×
Lahat
Psikopat
Mandiri
Pelakor
Munafik
Wanita Kuat
Mafia
Istri Muda
Cinta Pertama
Kejam
Teman Masa Kecil
Dokter
Cinta Sejati
Pengasuh
Bestie
Pengganti
Guru
Bucin
Menantu
Sekretaris
Identitas Tersembunyi
Tetangga
Influencer
Vampir
Ahli Forensik
Pilot
Selebriti
Teman Sekamar
Ipakita pa

Kwento at Setting

27
Lahat
Dewasa 18+
Menggoda
Penyesalan
Pernikahan
Selingkuh
Karma
Hubungan Keluarga
Balas Dendam
Kesadaran Diri
Pura-pura Mati
Kriminal
Dunia Kerja
Perundungan
Kehamilan
Penebusan
Sistem
Nikah Kontrak
One Night Stand
Cinta Lama Bersemi Kembali
Kekuatan Super
Melawan Takdir
Kutukan
Dunia Hiburan
Petualangan
Dunia Paralel
Perjalanan Waktu
Pusat Perhatian
Ipakita pa

Tema

15
Plot Twist×
Lahat
Plot Twist
Drama
Cerita Enak
Reinkarnasi
Bangkit
Manis
Obsesi
Toxic
Healing
Cinta Terpendam
Motivasi
Pusing
Kocak
Multi POV
Semangat
Ipakita pa

Mga Maiikling Kuwento at Nobelang Mandiri Plot Twist

Tuklasin ang koleksyon ng mga nakakaengganyong maiikling kuwentong Mandiri Plot Twist, na may kapana-panabik na mga pangyayari at kuwentong talagang makapagdadala sa iyo sa mundo ng istorya. Perfect para sa mga mambabasang naghahanap ng mga kuwentong kayang basahin sa loob ng isang oras at mabilis ngunit nakakaengganyong babasahin online.
Ketika Cinta Telah Mati dan Harapan Pupus - undefined nobela & mga-kwento
Fairuz
Setelah mendaki sampai ke puncak gunung, aku mengalami hipotermia. Kedua teman masa kecilku yang pernah bersumpah untuk melindungiku dengan nyawa mereka malah sama sekali tidak melirikku. Yang satu sibuk mengeluarkan semua pakaian untuk membungkus tubuh Lucia, yang satu lagi sibuk menggunakan tubuhnya untuk menghangatkan Lucia. Aku kedinginan sampai penyakit jantungku kambuh. Ketika aku memohon pada mereka untuk menolongku, mereka malah langsung murka. “Chloe Winata! Kenapa kamu masih saja cemburu di saat-saat seperti ini! Kalau dingin, ya lari beberapa putaran sana!” “Setelah pulang nanti, kami akan belikan kamu 100 jaket bulu. Tapi sekarang, kamu nggak boleh rebutan sama Lulu!” Untungnya, ketika tim penyelamat tiba, aku berhasil diselamatkan meskipun nyawaku sudah di ujung tanduk. Selama seminggu aku diopname di rumah sakit, mereka tidak datang menjengukku. Dari postingan sosial media, aku baru tahu bahwa mereka sibuk merayakan pesta ulang tahun Lucia. Persahabatan belasan tahun ini sama sekali tidak bisa dibandingkan dengan senyuman seorang putri sopir. Aku pun menelepon ayahku. “Ayah, aku bersedia nikah sama putra Keluarga Januar.”
Adikku Merebut Posisiku di Altar Pernikahan - undefined nobela & mga-kwento
Anna Smith
Pada hari yang seharusnya menjadi hari pernikahanku, pengantinnya malah bukan aku. Upacara yang sudah kutunggu selama lima tahun berubah menjadi lelucon ketika Valentina, adik perempuanku, melangkah menyusuri lorong marmer dengan gaun pengantin putih. Lengannya melingkar di lengan Luca, pria yang seharusnya berdiri menungguku di altar. "Maafkan aku, Bianca," kata Valentina pelan. "Tapi hari ini kamu bukan lagi pengantinnya." Kemudian, dia menyentuh perutnya, matanya berkilat penuh kemenangan. "Aku hamil anak Luca." Kata-katanya meledak di dalam kepalaku dan seluruh duniaku seolah-olah mendadak sunyi. Seakan-akan takut aku tak akan memercayainya, dia mengangkat sesuatu yang mengilap ke arah cahaya. Gambar USG hitam putih. Tertulis jelas, usia kehamilan 12 minggu. Mataku terasa panas dan perih. Dengan mata berkaca-kaca, aku menoleh ke arah Luca, mati-matian mencari apa pun. Penyangkalan, penjelasan, ataupun penyesalan. Namun, dia hanya menghela napas, lelah dan pasrah. "Bianca, aku minta maaf," katanya tak berdaya. "Valentina nggak punya banyak waktu lagi. Pernikahan ini ... adalah permintaan terakhirnya." "Aku akan menebusnya," tambahnya. "Kita bisa mengadakan pernikahan lain nanti." Ayahku, Moretti, berdiri di belakangnya dengan ekspresi dingin yang sama seperti yang selalu dia tunjukkan sepanjang hidupku. Aku tak pernah melihatnya tersenyum kepadaku, bahkan sekali pun. "Bianca," katanya tajam. "Adikmu sekarat. Biarkan dia yang menikah hari ini." Kakak laki-lakiku mengangguk tanpa mengatakan sepatah kata pun, seolah-olah itu sudah cukup sebagai jawaban yang tegas. Sepanjang hidupku, mereka selalu memilih dia. Air matanya, keinginannya, kebutuhannya, semuanya lebih penting daripada aku. Hari ini pun tidak berbeda. Sesuatu di dalam diriku ada yang retak. Baiklah. Jika tak ada seorang pun di keluarga ini yang peduli padaku, aku akan pergi.
Lima Kursi untuk Mereka, Satu Tiket Pergi untukku - undefined nobela & mga-kwento
Burgundy
Acara makan bersama untuk merayakan hari kemerdekaan diadakan di rumah kontrakanku. Tiga teman masa kecilku hanya membeli minuman dan camilan, sementara Verren bilang dia tidak bisa memasak. Ada 12 hidangan yang harus kusiapkan. Aku sudah sibuk sejak pukul enam pagi sampai sore. Baru saja semua hidangan tersaji di meja, Verren tiba-tiba menerima telepon dari teman sekamarnya. "Dia nggak punya tempat untuk merayakan liburan. Aku boleh ajak dia nggak?" Aku memandang meja makan kecil yang hanya cukup untuk lima orang. Aku bahkan belum sempat menjawab ketika Casper sudah menarik kursiku. "Bukannya kamu bilang mungkin ada urusan di kantor? Kebetulan, kamu bisa pergi sekarang." Juan, teman masa kecilku yang lain, ikut tersenyum. "Lagian kamu juga makan masakanmu sendiri setiap hari. Nggak masalah kalau sesekali nggak ikut makan." Verren buru-buru melambaikan tangan dan berkata, "Kalau begitu, sudahlah. Biar dia pesan makanan sendiri saja." Ketiganya langsung membujuk Verren. "Dia sudah sampai di bawah. Mana mungkin kita mengusir tamu yang sudah datang?" Pacarku, Terry, memasukkan beberapa lauk yang sudah dingin ke dalam kotak makan hingga setengah penuh. "Ini kusisakan untukmu. Kalau nanti malam lapar, tinggal dipanaskan." "Jangan pasang muka begitu. Orang yang nggak tahu bisa mengira kami bertiga sengaja bersekongkol merundungmu." Aku menatap mereka yang duduk mengelilingi meja makan yang kubeli, menggunakan piring dan peralatan makan yang baru saja kuganti. Ternyata mereka juga tahu bahwa tamu tidak seharusnya diusir. Mereka hanya lupa bahwa akulah pemilik rumah ini. Aku melepaskan kunci rumah dari gantungan kunci milik Terry, lalu berkata, "Malam ini nggak perlu datang lagi." Ini rumahku. Kalaupun ada yang harus diminta pergi, seharusnya bukan aku.
Dia Menuduhku, Aku Membongkar Delapan Pria di Baliknya! - undefined nobela & mga-kwento
Makjos
Rekan kerja wanitaku berdiri di samping meja kerjaku sambil memegangi perut bagian bawahnya. Dia berbicara dengan suara pelan, “Valen, ada beberapa kardus dokumen di gudang. Bisa temani aku memindahkannya?” Di kehidupanku sebelumnya, aku luluh dan menemaninya ke gudang. Setengah jam kemudian, dia ditemukan tergeletak di tangga darurat. Darahnya bahkan menggenangi hampir separuh lantai. Saat sadar, dia menangis sambil menunjuk ke arahku, “Valen yang memaksaku mengangkat kardus-kardus itu! Dia juga mendorongku!” Aku dipecat, dituntut, dan kehilangan seluruh harta bendaku untuk membayar ganti rugi. Ayahku meninggal, ibuku kehilangan kewarasannya, dan pada akhirnya aku berdiri di atap gedung perusahaan …. Baru setelah mati, aku mengetahui bahwa dia ternyata menjalin hubungan dengan 8 pria sekaligus. Kandungannya memang sudah tidak bisa dipertahankan akibat keguguran yang berulang kali dialaminya. Kali ini, aku tetap duduk di kursiku tanpa bergerak sedikit pun. “Kamu sedang hamil, tidak boleh mengangkat barang berat.” Aku mengambil ponsel dan membuka grup besar departemen kami. “Biar kupanggilkan orang untuk membantumu.” Aku mengetik pesan …. [Sella sedang hamil. Untuk mengambil dokumen di gudang, dia perlu didampingi rekan kerja pria dan harus menggunakan lift sepanjang perjalanan.] Lalu, kutekan tombol kirim. Seketika, seluruh kantor menjadi hening. Wajah Sella langsung menegang. Kepala bagian administrasi membalas di grup. [Siap.] Tidak lama kemudian, staf HR ikut menanggapi. [Saya akan memastikan kembali prosedur keselamatan kerja bagi karyawan yang sedang hamil.] Sella membuka mulutnya lalu berkata dengan ragu, “Tidak perlu memanggil orang sebanyak itu.” Aku menatapnya, “Kamu sedang hamil. Tidak aman jika pergi sendirian.” Di kehidupanku sebelumnya, dia membawaku melewati tangga darurat yang tidak dilengkapi CCTV. Namun kali ini, aku akan memastikannya melewati jalan yang disaksikan banyak orang.
Luka Seorang Ibu Rumah Era 80-an - undefined nobela & mga-kwento
Tansera
"Lina, apa sudah kamu pikirkan baik-baik, setengah bulan lagi kita berangkat ke ibu kota?" Lina Watson menjawab pelan, tetapi tegas, "Ya." "Baguslah! Guru dan istri guru sudah menunggumu di ibu kota." Di seberang telepon, guru tidak tahan untuk bertanya lagi, "Tapi kudengar kamu sudah berkeluarga di sana selama delapan tahun, apa kamu benaran rela meninggalkan ayah dan anak itu? Lalu bagaimana dengan Alan? Kudengar anak itu lebih dekat dengan ayahnya. Apa dia mau ikut denganmu?" Lina tersenyum getir. "Alan sudah nggak mengakui aku sebagai ibunya, mana mungkin dia mau ikut denganku. Aku akan membawa Alicia." Sang guru di seberang hanya bisa menghela napas. "Kalau begitu, karena kamu sudah memutuskan, kita bertemu setengah bulan lagi di stasiun kereta ibu kota."
Setelah Sepuluh Hari, Semua Tersisa Kenangan - undefined nobela & mga-kwento
Lidik
Setelah mengetahui keberadaan Larissa, aku tidak bertengkar dengan Nicholas Sena. Aku hanya menyerahkan surat perjanjian cerai kepadanya. Dia duduk tertunduk. Setelah ragu sejenak, dia merobek surat itu. “Sepuluh hari. Sepuluh hari lagi, aku akan mengirim Larissa pergi sejauh mungkin. Dia tak akan muncul lagi dalam kehidupan kita.” Setelah berkata begitu, dia langsung berbalik dan pergi meninggalkan rumah tanpa menunggu jawabanku. Begitulah sepuluh hari itu dimulai. Nicholas mengajaknya arung jeram, mendaki gunung bersalju, lompat bungee, hingga terjun payung. Mereka mencoba segala hal yang memacu adrenalin. Dia juga mengajak wanita itu melihat matahari terbit di pantai, berdoa di Vihara Kalindra, dan melakukan segala hal yang romantis. Hingga malam di hari kesembilan. Setelah membereskan semua barang bawaanku, tanpa sengaja aku menerima panggilan video dari diriku sepuluh tahun yang lalu. “Jadi, kamu benar-benar diriku sepuluh tahun lagi ya?” serunya dengan mata berbinar. “Kalau begitu, aku dan Nico pasti sudah menikah dan punya anak, kan?” Senyumku seketika meredup dan langsung melangkah ke balkon. Aku mengarahkan kamera ke bawah, memperlihatkan Nicholas dan Larissa yang sedang berpelukan erat, seakan tak ingin terpisahkan. “Inilah akhirnya.” Dia terpaku, matanya membelalak tak percaya. “Ini nggak mungkin.” Suaraku terdengar lemah, nyaris tanpa tenaga. “Elena ... kumohon. Jangan menikah dengannya.”
Dia Pergi Sehari Sebelum Aku Jadi Istrinya - undefined nobela & mga-kwento
Shirley
Tunanganku nggak datang ke makan malam gladi resik pernikahan kita di kediaman Keluarga Kusuma. Menjelang tengah malam, sebuah pesan dari Martin Kusuma masuk. Kirana hamil. Itu bukan anakku. Tapi aku harus nikahin dia. Anak itu butuh marga Kusuma agar bisa diakui secara sah. Pernikahan kita bakal ditunda sampai tiga tahun ke depan. Kita harus jaga jarak sampai saat itu. Kamu yang harus hadapi para tetua keluarga. Apa pun yang kamu lakukan, lindungi Kirana dari mereka. Kasih tahu ke semua orang kalau kamu yang batalkan pernikahan ini. Aku menatap layar dan mengetik balik hanya satu kata. [Oke]. Aku sudah muak dengannya. Sejak awal, aku memang nggak pernah ingin nikah dengan dia.
Countdown Cinta - undefined nobela & mga-kwento
Muriaz
Aku bisa melihat hitungan mundur sebelum perasaan seseorang berakhir. Saat hitung mundur di atas kepala Ayah mencapai nol, dia meninggalkan surat cerai lalu mencampakkan Ibu dan aku. Saat hitung mundur di atas kepala sahabatku mencapai nol, akhirnya dia memberanikan diri meninggalkan mantan berengseknya itu. Karena itulah, aku sangat takut jika harus melihat hitung mundur di atas kepala Leonard Chandrata, suamiku. Syukurlah, selama tujuh tahun pernikahan kami, tak pernah ada hitung mundur di atas kepalanya. Berkali-kali aku merasa jadi perempuan paling beruntung karena menikah dengan pria sebaik dia. Sampai sebulan yang lalu, ketika dia menjemputku pulang kerja. Begitu aku mendongak, tulisan merah menyala itu langsung menusuk pandanganku. [702 hari 14 jam 22 menit.] Kurang dari dua tahun lagi. Dadaku serasa diremas. Aku mati-matian mencari jawabannya. Apa aku telah melakukan kesalahan? Atau dia ... sudah berubah hati? Jawabannya baru kutemukan pada suatu hari saat hujan deras mengguyur kota. Di depan gedung kantor, kami bertemu mahasiswi magang di perusahaannya. Gadis itu basah kuyup, tetapi senyumnya tetap cerah. Leonard mengulurkan selembar tisu dengan ekspresi setenang biasanya. Namun pada detik itulah, hitung mundur di atas kepalanya berubah drastis. [327 hari 4 jam 47 menit.] Berkurang lebih dari tiga ratus hari. Suara hujan begitu deras hingga memekakkan telinga. Dan saat itulah aku sadar, akhirnya aku menemukan penyebabnya.
Perpisahan di Malam Salju - undefined nobela & mga-kwento
Tutut
Pada hari jadi pernikahanku yang ketujuh dengan Ivan, aku menunggu di depan satu meja penuh makanan yang sudah dingin hingga fajar. Keesokan harinya, justru kulihat dia yang seharusnya sedang menghadiri jamuan, muncul di berita utama sambil menggandeng cinta lamanya, Isabella. Aku pun membalik meja, membakar ruang kerjanya, dan dengan mata memerah menghancurkan pesta penyambutan Isabella. "Kembali. Jangan temui dia." "Kalau nggak, kita cerai." Namun dia bahkan tidak bereaksi sedikit pun. Sampai Isabella begitu ketakutan sehingga pergelangan kakinya terkilir. Untuk pertama kalinya, kekhawatiran muncul di mata Ivan, dan dia memarahiku, "Sudah cukup belum kamu membuat keributan?" Aku tertegun lama, lalu akhirnya melemparkan selembar perjanjian cerai ke wajahnya. "Kita cerai." Ivan menandatangani dengan asal-asalan, lalu membungkuk memijat pergelangan kaki Isabella. Aku berbalik dan pergi. Ada yang menebak, apakah kali ini aku benar-benar serius. Ivan mencibir dingin. "Bagus kalau benar pergi. Tujuh tahun pakai cara yang sama, dia nggak bosan, aku pun sudah muak." Angin dingin menerpa dada, aku menggenggam erat tiket pesawat. Sesuai keinginannya ... kali ini aku benar-benar melepaskannya.
66 Kali, Aku Tak Lagi Mencintaimu - undefined nobela & mga-kwento
Caroline
Demi bersamaku, Vincent merancang enam puluh enam perjalanan lamaran. Pada kali keenam puluh tujuh, akhirnya aku tersentuh. Di hari pertama pernikahan, aku menyiapkan enam puluh enam kartu permintaan maaf. Kami sepakat, setiap kali dia membuatku marah, dia bisa menggunakan satu kartu untuk dimaafkan. Selama enam tahun pernikahan, setiap kali dia membuatku marah karena teman masa kecilnya, dia akan menyuruhku menghapus satu kartu permintaan maaf. Ketika kartu keenam puluh empat digunakan, Vincent mulai menyadari ada yang tidak beres denganku...
Istri Geniusku Ternyata Putri Mafia - undefined nobela & mga-kwento
Fiery
Di rapat keluarga, suamiku si bos mafia itu melirik sekretarisnya. Aku langsung pergi dan membatalkan perayaan ulang tahun pernikahan kami karena tidak lagi menginginkannya. Aku menandatangani surat cerai yang sudah kusiapkan sebelumnya. Begitu Ryuga Jorgi melihat surat itu, dia meneleponku dengan nada marah yang tertahan. "Mau ribut apa lagi sih? Cuma gara-gara aku ngelirik Lisa bentar aja?" "Iya, emang gara-gara kamu ngelirik dia."
Petaka Di Balik Gairah - undefined nobela & mga-kwento
Fraurora
Setelah bercerai dengan suamiku, aku mencoba pijat dengan terapis pria untuk menghilangkan kesedihan dalam hatiku. Namun, tidak kusangka terapis pria itu ternyata seorang ahli dalam "menggoda" wanita. Dia membuatku benar-benar "terbawa suasana" hingga seluruh tubuhku terasa melayang ....
Akhirnya Menyerah, Derita Tiada Akhir Si Istri Pencemburu - undefined nobela & mga-kwento
Marla
Jamuan istana baru saja memasuki penghujung acara, kabar bahwa Jenderal Muda Andra yang menghamburkan harta demi membeli seorang kembang rumah bordil sudah menyebar ke seluruh ibu kota. Semua tamu yang hadir serempak menoleh ke arah Wulan, sang Putri. Siapa yang tidak tahu kalau dia terkenal sebagai istri yang sangat pencemburu? Selama lima tahun menikah dengan Andra, yang satu gemar main perempuan, yang satu lagi melabrak ke rumah bordil. Keributan yang mereka buat nyaris menjadi bahan gosip wajib warga ibu kota setiap kali mengobrol. "Tuan Putri ...." Pelayan pribadi Wulan bergegas mendekat sambil merendahkan suara. "Perlukah hamba membawa pengawal untuk menjemput Jenderal pulang sekarang juga?" Suara Wulan tetap tenang. "Nggak perlu. Apa uang dia cukup? Kalau kurang, kirim lagi. Ambil dari simpananku." Pelayan itu terpaku. Seluruh orang di aula pun ikut tercengang, lalu suasana seketika menjadi riuh. "Apa? Malah menyuruh mengirim uang? Bukan menyuruh pengawal menyeret Jenderal Andra pulang?" "Aku dengar waktu Jenderal Andra minum bersama wanita penghibur, Putri langsung mengambil pedang dan menyerbu rumah bordil. Jenderal sampai harus beristirahat berhari-hari untuk memulihkan luka. Kenapa kali ini berubah?" "Betul! Waktu festival malah lebih parah. Tiga perahu hias dibakar sampai habis." "Setiap kali Jenderal Andra berulah, istana pasti menghukumnya. Tapi untuk apa? Besoknya dia tetap lanjut bersenang-senang di tempat hiburan." "Jangan-jangan dia akhirnya sadar kalau bertindak begitu nggak akan bisa mempertahankan hati suaminya, jadi sekarang mau pura-pura jadi istri yang lembut dan baik hati?" Semua bisik-bisik itu terdengar jelas di telinga Wulan.
Kehilangan Kendali Atas Kegilaanku - undefined nobela & mga-kwento
Ainun Nisa
Larut malam, aku berbaring di kursi taman dan membuka lebar kakiku dan memuaskan diriku, sambil memandang pria berotot setinggi dua meter. Aku tahu dia sedang melihatku dan juga tahu aku sedang melakukan hal yang sangat gila. Namun, sensasi ini malah membuatku tertantang. Membuatku kehilangan kemampuan untuk berpikir. Semakin aku menikmatinya, semakin haus rasanya dan semakin sulit untuk berhenti.
Cinta yang Kadaluarsa - undefined nobela & mga-kwento
Iva Cherish
Setelah 10 tahun aku kejar Kevin Sentosa tanpa lelah, akhirnya aku sadar semuanya tak lagi ada artinya. Aku menyerah dan memilih bersama Adrian Wisak. Untukku, ia menyalakan kembang api semalaman dan membelikan sebuah pulau, lalu melamarku di sana. Tapi menjelang pernikahan, dia menghilang. Saat akhirnya kutemukan, aku dengar tawa sinisnya bersama orang lain, "Aku sengaja kejar Diana Karin hanya agar Kevin jijik." "Tapi setelah dapatkan dia, ternyata dia membosankan." "Meski begitu, aku tetap nggak rela. Jadi aku bakal kabur dari pernikahan, agar dia malu, seru kan?" Jadi sebelum dia sempat kabur, aku lebih dulu kabur dari pernikahan, agar dia jadi bahan tertawaan seluruh kota. Belakangan kudengar, dia jadi gila dan menggeledah seisi Kota Jama, tapi pengantin wanitanya tetap tidak ketemu.
Adik Angkat Suamiku, Benalu Pernikahanku - undefined nobela & mga-kwento
Onion
Pada tahun kelima pernikahanku dengan bos keluarga mafia yang sangat berkuasa, aku menemukan sesuatu yang aneh. Jimat pelindung yang dia berikan padaku ternyata membuat kepalaku sakit setiap kali aku membawanya bersamaku. Sebagai seorang dokter bedah, hal itu langsung membuatku waspada. Aku mengambil kantong-kantong kecil yang sebelumnya kutemukan di dalam jimat itu, lalu membawanya ke laboratorium toksikologi di Rumah Sakit Sentosa. Dokter itu memeriksa salah satu kantong kecil tersebut, lalu memberitahuku bahwa isinya adalah sejenis racun yang bekerja secara perlahan. Racun itu bukan hanya merusak tubuh korban sedikit demi sedikit, tetapi juga dapat membuat orang tersebut menjadi tidak subur setelah beberapa waktu. Aku menangis sambil berucap dengan nada tak percaya, "Tapi, itu nggak mungkin! Suamiku yang memberikan ini padaku! Namanya Vito Kastoyo. Dia juga pemilik dari rumah sakit ini!" Dokter itu menatapku dengan bingung sebelum menimpali, "Bu, tolong berhenti mengatakan hal yang nggak masuk akal. Aku mengenal Pak Vito dan istrinya kok. Hubungan mereka sangat dekat dan mesra. Selain itu, belum lama ini istrinya baru saja melahirkan seorang bayi laki-laki. Sekarang, mereka berdua sedang berada di ruang VIP untuk melihat bayi mereka." Kemudian, dokter itu menunjukkan sebuah foto di ponselnya kepadaku. Vito mengenakan setelan hitam seperti biasanya dengan lambang Keluarga Kastoyo yang disulam di pakaiannya. Dia sedang menggendong seorang bayi di lengannya. Sementara itu, aku mengenal wanita yang berdiri di samping Vito. Namanya Chika Hutomo. Selama ini, Vito selalu menyebutnya sebagai adik angkatnya.
Berhenti Menunggu Suami yang Tak Memprioritaskanku - undefined nobela & mga-kwento
Towa
Suamiku, Ryan, sudah terbiasa memprioritaskan hidupnya dengan jelas. Di kalender bersama, penanda warna merah berarti tidak dapat diubah, kuning berarti dapat dikoordinasikan, sedangkan abu-abu berarti dapat ditunda kapan saja. Ulang tahun ibunya berwarna merah, makan malam bersama teman berwarna kuning, dan hal-hal yang berhubungan denganku selalu berwarna abu-abu. Setelah tujuh tahun bersama, aku selalu menduduki peringkat terakhir di hatinya. Pada hari peringatan ulang tahun pernikahan kami, aku menunggu di restoran sampai lilinnya padam. Dia menunda makan malam itu sampai minggu depan dan mengirimiku pesan suara. "Nova sangat pentingkan kebersihan. Dia nggak mau petugas pindahan menyentuh barangnya. Aku akan membantu. Kamu paling pengertian. Aku akan menebusnya di lain hari." Aku menatap makanan yang sudah dingin dan tidak menanyakan apa pun. Aku hanya membuka riwayat kalender bersama. Ryan menggeser jadwal pemeriksaan gastroskopiku demi menjemput kucing Nova. Saat ayahku menjalani operasi, dia tidak hadir demi mengganti kunci rumah Nova. Bahkan di hari mendaftarkan pernikahan, dia terlebih dahulu menemani Nova memilih kasur dan meninggalkanku sendirian di Kantor Catatan Sipil sampai jam kerja berakhir. Di balik setiap jadwal dengan penanda abu-abu yang digesernya, selalu ada jadwal Nova yang berwarna merah sebagai gantinya. Hanya ada satu catatan di bawahnya. [ Prioritas tanpa syarat. ] Aku menatap kalimat itu lama sekali sebelum teringat bahwa Ryan selalu berkata, "Jadwal nggak pernah memihak, cuma bedakan mana yang lebih penting." Ternyata, dalam prioritasnya, kesehatanku, keluargaku, dan pernikahan kami masih tidak sebanding dengan kardus-kardus milik Nova. Aku menghapus kalender bersama itu, lalu mengirimkan surat kesepakatan cerai ke pengacara. Bukankah dia suka hidup sesuai rencana? Mulai hari ini, aku akan menarik diri dari semua jadwalnya selamanya.
Wanita Matre Juga Punya Batas - undefined nobela & mga-kwento
Candy
Di tengah perjalanan menuju gedung pernikahan, telepon dari mantan istri tunanganku masuk. Tangis perempuan itu terdengar histeris dari seberang. "Andrew, kondisi si kecil kambuh lagi. Dia manggilin papanya terus." Ini sudah ketiga kalinya. Setiap kali kami hendak menikah, putranya selalu mengalami gejala psikosomatis. Andrew Gutama menatapku dengan ragu, seolah menungguku mengambil keputusan. Aku mengangguk pelan. "Aku turun saja. Pergilah." Dia menggenggam tanganku, matanya dipenuhi rasa terima kasih. “Celine, maafin aku. Aku akan tebus semuanya buat kamu." Begitu turun dari mobil dan belum sempat berdiri dengan tegak, dia sudah memerintahkan mobil pengantin untuk berbalik arah. Dengan gaun pengantin masih melekat di tubuh, aku berdiri di pinggir jalan mencari taksi. Tak lama kemudian, ponselku menerima notifikasi bahwa Andrew telah mengirimkan uang kompensasi sebesar 200 miliar. Dia memang tidak lupa memberiku kompensasi. Hanya saja, dia lupa pada sesuatu yang pernah kukatakan kepadanya. "Andrew, segala sesuatu ada batasnya. Batasnya itu tiga kali saja." Aku menerima uang itu tanpa ragu. Bagaimanapun juga, seorang wanita matre tidak boleh meremehkan uang. Namun, kami para matre juga punya prinsip. Setiap orang punya harganya masing-masing. Andrew pun begitu. Setelah tiga kali, dia sudah tidak layak lagi untuk terus kuperas.
Porsi Cinta yang Berbeda - undefined nobela & mga-kwento
Momo
Menjelang liburan, sebuah pengumuman hadiah tiba-tiba menjadi viral di situs kampus. [Hadiah satu juta! Butuh rencana perjalanan selama tujuh hari dengan anggaran 40 juta.] Pengunggah juga menambahkan: [Nggak perlu terlalu menghemat bujet. Kalau nggak, nanti orang tuaku, kakak laki-lakiku, dan teman masa kecilku akan mengira aku nggak bersenang-senang.] Ada orang bertanya mengapa keempat orang itu bisa kompak mengatur perjalanannya. Dia mengunggah empat tangkapan layar transfer bank: [Karena mereka nggak saling beri tahu sebelumnya, masing-masing dari mereka memberiku 10 juta.] Kolom komentar seketika dipenuhi dengan rasa iri. Aku menatap foto profil yang familier itu, dan langsung mengenalinya sebagai adik perempuanku. Yang lebih kebetulan lagi, satu juta yang dia tawarkan sebagai hadiah untuk panduan rencana perjalanan tersebut. Adalah gaji kerja paruh waktuku yang dijanjikan oleh pemilik toko serba selama liburan. Aku tertawa getir. Keluarga kami selalu menerapkan apa yang dikenal sebagai 'sistem pembagian tugas' dalam rumah tangga. Orang tuaku, kakak laki-lakiku, dan teman masa kecilku—empat orang itu dibagi menjadi dua kelompok. Satu kelompok bertanggung jawab atas biaya hidup dan kartu kredit tambahan adik perempuanku, dan kelompok yang satunya lagi bertanggung jawab atas diriku. Dengan begitu, semuanya akan adil, dan tidak akan ada yang terkucilkan.
Aku Bukan Taruhanmu - undefined nobela & mga-kwento
Soda
Tepat sebelum pergantian kekuasaan sindikat mafia, aku kembali ke Kota Kertamaya setelah menghabiskan satu tahun di Benua Arkapura untuk mempelajari desain perhiasan. Namun, pada malam sebelum upacara penyerahan kekuasaan, pria yang diam-diam kupacari selama tiga tahun, yang baru saja diangkat menjadi orang nomor dua di Keluarga Rajendra, mengirimiku sebuah pesan: [Maaf, Sekar. Aku kalah dalam permainan kartu, dan aku mempertaruhkanmu. Mulai sekarang, kamu jadi miliknya.] Belum sempat aku mencerna pesan itu, namaku sudah muncul dalam sebuah forum rahasia milik Keluarga Rajendra. Unggahan teratas di forum itu langsung ramai dibicarakan: [Bos Mafia Menang Taruhan, dan Hadiahnya Cewek Gemuk!] Di bagian paling atas, terpampang foto lamaku beberapa tahun lalu, saat berat badanku masih mencapai delapan puluh dua kilogram. Komentar-komentar di bawahnya langsung dipenuhi ejekan: [Kalau Tuan tahu wujud asli hadiah yang dia menangkan, dijamin dia pasti menyesal sudah ikut taruhan.] [Aku taruhan 16 juta bahwa cewek itu akan tetap berada di rumah. Siapa yang mau ikut taruhan?] Mereka semua yakin aku tidak akan datang. Bagaimanapun, semua orang mengenalku sebagai gadis gemuk yang buruk rupa. Sekar yang dulu mungkin sudah mengurung diri di kamar sambil menangis, membiarkan kekasihnya memperlakukannya sesuka hati. Namun, setelah setahun aku pergi, dia sama sekali tidak tahu kejutan apa yang sudah aku siapkan. Berat badanku sudah turun dari delapan puluh dua kilogram menjadi empat puluh delapan kilogram. Kini, tubuhku ramping dengan lekuk yang sempurna. Bahkan, beberapa pencari bakat model pernah menghentikanku di jalan untuk menawariku kesempatan berjalan di panggung peragaan busana kelas dunia. Tanpa ragu, kupasang taruhan sebesar 800 juta bahwa aku akan datang tepat waktu, lalu mengirimkan balasan singkat. [Baiklah. Aku akan ikut permainan kecil kalian.]
PREV
12345

Kaugnay na Tags ng Maikling mga Kwento

Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status