Natu_Kharis
“Barrister Dash... maksudmu ayahku ingin aku menikahi ketiga pria ini?”
“Ini hanya untuk satu tahun, Nona Wellington. Penuhi Amanat Perwalian itu, dan seluruh kerajaan Wellington akan menjadi milikmu.”
Satu tahun.
Salma Wellington, CEO miliarder, bisa bertahan selama satu tahun.
Hatinya sudah menjadi milik wanita lain, dan tidak ada apa pun—bahkan keinginan terakhir mendiang ayahnya—yang bisa mengubahnya.
Atau setidaknya, begitulah pikirnya.
Apa yang awalnya hanya sebuah perjanjian kontrak sederhana perlahan berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih berbahaya. Di balik kekayaan keluarga Wellington tersembunyi warisan rahasia yang sengaja dikubur, kewajiban yang mustahil dihindari, dan musuh-musuh yang telah menunggu bertahun-tahun untuk kematian Arthur Wellington. Semakin dalam Salma terseret ke dalam dunia ayahnya, semakin ia menyadari bahwa pria yang membangun kerajaan itu telah merencanakan jauh melampaui masa hidupnya sendiri.
Ketiga pria yang dulu dianggapnya sebagai orang asing perlahan menjadi sumber kekuatan terbesarnya, mengubah sebuah perjanjian yang dibangun atas dasar kewajiban menjadi keluarga tak terduga yang layak diperjuangkan. Tepat ketika Salma mulai percaya bahwa ia telah menemukan kebahagiaan, orang-orang yang dicintainya menjadi sasaran utama musuh. Pengkhianatan datang dari balik bayang-bayang, kesetiaan diuji, darah orang tak bersalah tertumpah, dan setiap keputusan yang diambilnya membawa konsekuensi yang tak akan pernah bisa dibatalkan.
Setiap jawaban menyingkap kebohongan lainnya. Setiap pilihan semakin mempererat jebakan yang tak pernah dilihatnya. Dan ketika Salma akhirnya memahami harga sebenarnya dari warisan yang diterimanya, pergi bukan lagi sebuah pilihan.
Saat perang semakin mendekat, pernikahan kontrak berubah menjadi ikatan yang tak bisa diputuskan, orang-orang asing menjadi keluarga, dan setiap kemenangan menuntut pengorbanan yang tak tertahankan.
Karena sebagian orang mewarisi kekayaan.
Salma Wellington mewarisi sebuah warisan yang ditulis dengan darah... dan setelah kehilangan segala sesuatu yang paling ia sayangi, ia harus memutuskan apakah akan menjadi pemimpin yang telah dipersiapkan ayahnya untuk menjadi dirinya—atau membiarkan kerajaan Wellington mati bersamanya.
209