R.D. Skypigeon
Enam hari.
Itu waktu yang dimiliki Ryan Pradana untuk membayar UKT sebesar Rp7.650.000 sebelum status kuliahnya dibekukan.
Masalahnya, uang di rekeningnya bahkan tidak sampai tiga ratus ribu.
Putus asa, Ryan kembali ke rumah lama keluarganya dan membongkar gudang demi mencari barang yang bisa dijual. Namun bukannya menemukan sesuatu yang berharga, ia justru menemukan ponsel hitam peninggalan ayahnya yang telah menghilang bertahun-tahun lalu.
Di dalam ponsel itu hanya ada satu aplikasi.
Siaran Tengah Malam.
Aplikasi tersebut memberinya misi-misi mengerikan.
Masuk ke kamar mandi pukul dua pagi.
Berdiri di depan cermin dalam gelap.
Jangan membuka mata.
Jangan menjawab siapa pun yang memanggil.
Dan apa pun yang terjadi, jangan berhenti sebelum waktunya habis.
Ryan tidak mendapat uang dari sistem.
Jadi ia melakukan satu hal yang menurutnya paling masuk akal.
Ia menyalakan livestream.
Awalnya hanya beberapa orang yang menonton. Namun ketika pantulan Ryan di dalam cermin bergerak sendiri, tersenyum, lalu mencoba keluar dari kaca, rekaman itu langsung viral.
Gift mulai masuk.
Follower melonjak.
Uang kuliahnya akhirnya terlihat mungkin dibayar.
Namun semakin banyak misi yang Ryan jalankan, semakin ia menyadari bahwa semua ini bukan kebetulan.
Ayahnya pernah menggunakan ponsel yang sama.
Dan mungkin, hilangnya kedua orang tuanya berhubungan langsung dengan misi-misi tersebut.
Ryan awalnya hanya ingin mencari uang untuk tetap kuliah.
Sekarang ia harus memilih.
Berhenti dan kehilangan satu-satunya petunjuk tentang orang tuanya...
atau terus livestream sambil mempertaruhkan nyawanya.
Karena semakin terkenal siarannya, semakin banyak yang menonton.
Dan tidak semuanya manusia.
494