Nadira
Nadira tertawa, secepat kilat tawa itu lenyap, saat cowok di depannya memrintahkan anak buahnya untuk segera menyerangnya.
Sepuluh orang bersamaan. Nadira bertepuk tangan, kemudian ikut maju. Menyerang dan melindungi dirinya.
10 menit berlalu, sepuluh lawannya sudah tepar sebelum menyentuh seujung rambutnya.
"Lagi," tantangnya bersemangat.
Si cowok bertopeng tercengang, dengan geram meminta dua puluh orang sekaligus maju.
Hot Chapters