Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Nadira

Nadira

Nadira tertawa, secepat kilat tawa itu lenyap, saat cowok di depannya memrintahkan anak buahnya untuk segera menyerangnya. Sepuluh orang bersamaan. Nadira bertepuk tangan, kemudian ikut maju. Menyerang dan melindungi dirinya. 10 menit berlalu, sepuluh lawannya sudah tepar sebelum menyentuh seujung rambutnya. "Lagi," tantangnya bersemangat. Si cowok bertopeng tercengang, dengan geram meminta dua puluh orang sekaligus maju.
3.5K viewsOngoingAdded to Library 134 Times as 10
Read
+Library
10 Years Ago

10 Years Ago

FALL IN LOVE "Jangan cepat berspekulasi dengan menyatakan dia menyukaimu, bila dia memperlakukanmu sama dengan yang lainnya." ✈✈✈ Andin memandangi keadaan di luar bis dari balik jendela. Retinanya menangkap objek besar yang dapat dilihat dengan mata telanjang. Sebuah logo khas TPI menyambut hangat kedatangan mereka.
1015.0K viewsOngoingAdded to Library 495 Times as 10
Read
+Library
Dia

Dia

••• "Tadi padahal aku udah nelfon kamu, lho. Tapi kayaknya hape kamu mati," "Aku tidur. Kamu kesini naik apa?" Tanya Keanu atau yang biasa di sapa Ken itu sambil menggingit buah apel yang baru dia ambil dari dalam kulkas. Lea yang sedang memotong sayuran menoleh sebentar, "Taksi," bohong Lea.
102.8K viewsOngoingAdded to Library 93 Times as 10
Read
+Library
100 Hari Bersamamu

100 Hari Bersamamu

Aruna ingin membuat Kastara tergila-gila padanya hari ini, dan membuatnya masuk ke dalam rencana gilanya. "010997, oke mas tunggu di apart kamu aja ya? nanti malem baru kita ke rumah ayah. Mudah-mudahan mobil mas bisa cepet diperbaikin sama orang bengkel," ucapnya lalu memutuskan panggilan telepon.
1016.0K viewsCompletedAdded to Library 400 Times as 10
Read
+Library
SEQUOIA

SEQUOIA

Joi memamerkan senyum bangga sembari kembali mengibas beberapa lembar uang yang ia pegang. "Dapet berapa lo, Nyuk?" Joi mengalihkan atensi pada sahabat-sahabatnya yang baru datang. "Lima ratus ribu, ada lawan?" katanya sambil mengangkat dagu. Salah satu di antara mereka malah tersenyum meremehkan. Ia berjalan ke depan guna menonjolkan diri. Beberapa lembar uang merah ia keluarkan dengan misterius, tentu dengan senyum lebar maksimal. "Enam ratus ribu! Gimana, keren nggak gue?"
7.52.9K viewsOngoingAdded to Library 102 Times as 10
Read
+Library
LUKA

LUKA

*** Epilog Nara kecil "Nara coba sebutin kenapa kamu lebih mencintai Ayahmu daripada Ibumu?" Nara kecil tersenyum, pipi gembulnya terangkat menghilangkan mata yang kini berbentuk garis lurus akibat senyumannya, "Kalau Ibu dia udah dapat banyak cinta di atas sana. Kata Ayah Ibu dekat dengan Tuhan dan Tuhan selalu ngasih apa aja buat Ibu. Tapi, kalau Ayah ... Ayah cuma dekat sama Nara dan Ayah cuma punya Nara. Nara tau setiap malam Ayah menangis memandangi foto Ibu. Karena itu Nara harus banyak banyak banyak kasih cinta ke Ayah. Karena itulah Nara lebih mencintai Ayah. Ayah butuh Nara, Nara butuh Ayah. Selesai."
87.8K viewsOngoingAdded to Library 202 Times as 10
Read
+Library
100 HARI CINTA

100 HARI CINTA

teriaknya kemudian sambil mengacak rambutnya dengan kasar. Kevin kini tengah berdiri di balik dinding kaca besar dari gedung yang berlantai sepuluh, memperhatikan ramainya kendaraan di jalan raya, beserta bangunan-bangunan yang menjulang tinggi. Kevin juga mempunyai perusahaan sendiri walau perusahaan yang dikelolanya tidak sebesar perusahaan Daffin, tapi Kevin merupakan pimpinan yang sangat bertanggung jawab atas perusahaannya.
1010.5K viewsOngoingAdded to Library 304 Times as 10
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status