Tunangan Kontrak Sang CEO
“Kalau ini pintu, di baliknya ada tangga ke mana?”
“Ke ruang yang ingin kita tutup,” jawab Laila. “Kalau kita menolak, mereka mungkin akan menyalakan pintu lain: umpan.”
Naya menutup laptop pelan. “Kalau begitu, kita letakkan umpan kita sendiri.” Ia memutuskan menulis kontrak palsu—bukan untuk ditandatangani, melainkan untuk dilihat orang yang salah. Kontrak itu diberi watermark mikroskopis di tiap halaman; alamat reply-to dipisahkan, log akses dipasang. Bahasa disetel persis manisnya—cukup menggoda, tidak menjerat hukum. Bagas menyiapkan trap server yang cuma memuat preview dan menghitung setiap klik dengan cap lokasi. “Kalau mereka menggigit, kita tahu gigi mana yang dipakai,” katanya.
Hot Chapters