Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Janji Kedua

Janji Kedua

bisik Ocean dalam kenyamanan mereka. Satrio membelai kepala Ocean lembut. "Nggak perlu kecewa, Sayang. Masih ada begitu banyak kesempatan bagi kita untuk berusaha." "Kemarin-kemarin sel telur yang mateng itu selalu lebih dari satu, bahkan pernah tiga dan nggak hamil juga dengan proses konvensional. Sekarang saat kita mau inseminasi, mengapa justru sel telur yang siap hanya satu?"
1019.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 732 kali sebagai 50 hewan bertelur
Baca
+Pustaka
Demi Anak Suamiku, Kurela Jadi yang Kedua

Demi Anak Suamiku, Kurela Jadi yang Kedua

Nyiur: “Awas ya besok! Nyiur gak mau bikinin telur favorit Mas!” Harsa: “Jangan dong, entar kalau Mas stress gimana?” Nyiur: “Gak nyambung!” Harsa: “Telur itu menurut medis bisa buat anti stress loh.” Nyiur: “Ya nggak makan sehari aja masa stress.” Harsa: “Iyalah kan telur yang aku makan beda, apalagi kalau sel telur kamu.” Nyiur: “Mas😭, udah-udah keluar sana dari kamar mandi! Udah selesai belum? Takutnya ada demit yang salting.”
103.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai 50 hewan bertelur
Baca
+Pustaka
PAK BOS MAU CLBK

PAK BOS MAU CLBK

"Ini telur ayam kampung organik. Ayam kami tidak dikurung di kandang, semua free-range. Pakan alami tanpa antibiotik." Elena mengambil satu telur, menatapnya, memutarnya. "Warnanya bagus. Cangkangnya tebal. Berapa produksi per hari?" "Seratus lima puluh butir per hari untuk sekarang. Bisa naik jadi tiga ratus kalau kandang baru jadi bulan depan," jawab Vincent. Elena mengangguk, mencatat di tablet. "Oke. Lanjut."
551 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai 50 hewan bertelur
Baca
+Pustaka
Ngakunya Pengangguran, Ternyata Penguasa Dunia

Ngakunya Pengangguran, Ternyata Penguasa Dunia

Telur keempat berwarna coklat dengan tekstur seperti batu yang keras—memancarkan aura berat yang menekan. Telur kelima berwarna putih dengan pusaran angin yang berputar di sekitarnya—memancarkan aura angin yang tajam. Kelimanya melayang di udara, bergetar pelan, seolah menunggu waktu untuk menetas. Pria itu menatap kelima telur itu dengan tatapan yang penuh kepuasan. "Lima hari," gumamnya dengan nada dingin. "Mereka akan menetas dalam lima hari."
1083.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.6K kali sebagai 50 hewan bertelur
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status