Bara Dendam Sang Prabu Boko
Bahkan bisik-bisik yang sebelumnya terdengar riuh, kini punah seketika, terhapus oleh keajaiban yang terjadi di depan mereka.
"Luar biasa... sungguh di luar nalar," gumam Mpu Kumbhayoni, matanya yang tajam membelalak tak percaya. Ia bangkit dari takhtanya, berjalan perlahan mendekati Bondowoso dan ukiran teratai yang memesona itu. Tangannya terulur, menyentuh lembut kelopak batu, seolah ingin memastikan apakah ini mimpi belaka. "Kau bukan pengukir biasa, Bondowoso. Ini bukan sekadar keterampilan; teknikmu memiliki jiwa. Batu ini bernafas di bawah tanganmu. Aku tidak pernah menyaksikan hal semacam ini sepanjang usiaku. Hati-hati akan kekuatan yang kau miliki ini, anak muda."
Bondowoso mengang
Bab Populer