Setelah Si Putri Palsu Dibunuh Penculik
Semua bermula ketika aku dibawa kembali ke Keluarga Andaru. Di saat yang sama, putri palsu di keluarga itu memilih untuk terjun ke laut dan memalsukan kematiannya.
Seketika, dunia berbalik menyerangku. Semua orang menudingku sebagai penyebab kematiannya.
Hanya suamiku, Arya Baskara, yang tetap berdiri kokoh di sisiku.
Aku sempat terbuai, mengira dia benar-benar mencintaiku. Hingga suatu malam, aku tak sengaja mendengar percakapannya dengan temannya.
"Saras akan segera kembali. Apa rencanamu terhadap istrimu di rumah?"
Suara Arya terdengar begitu dingin saat menjawab, tanpa sedikit pun kehangatan.
"Bagaimana mungkin aku jatuh cinta padanya? Dia sudah menyiksa Saras sampai mati. Aku mendekatinya cuma buat balas dendam dan menghancurkan hidupnya."
Tak lama kemudian, aku diculik.
Saat para penculik menelepon Arya untuk meminta tebusan dan mengancam akan membunuhku, dia sedang sibuk menggelar pesta penyambutan yang mewah untuk kepulangan kekasih hatinya. Dia bahkan tidak sudi membuang waktu untukku.
"Kalau mau bunuh, lakukan saja sekarang! Setelah mati, buang saja mayatnya ke laut untuk jadi makanan hiu!" cetusnya ketus.
Akhirnya, keinginannya terkabul. Jantungku ditikam dan tubuhku dilempar ke laut dalam untuk dimangsa ikan.
Akan tetapi, rambut pria itu justru mendadak memutih dalam semalam karena penyesalan yang tak berujung.