Istri Tebusan Paman Mantanku
“Aku tidak percaya kalau Kakak itu adalah kakakku. Kakak seperti orang lain yang tidak aku kenal lagi. Selama ini, Kakak selalu baik padaku. Kakak adalah pria terbaik, penuh wibawa, seorang pemimpin, seorang yang paling aku segani, dan amat sangat aku sayangi. Lalu tiba-tiba Kakak berbuat seperti ini. Hatiku hancur, Kak!”
Adinda mulai terisak. Kian pun jadi semakin sedih melihatnya. Namun, ia tetap mengeraskan hatinya. Ia tahu yang ia perbuat memang salah, tapi ia juga tidak ingin Adinda mencampuri urusannya.
“Kakak menjadikan urusan pernikahan seperti sebuah permainan. Kakak menikahi wanita yang tidak Kakak cintai hanya untuk berselingkuh dengan wanita lain. Untuk apa, Kak? Untuk apa? Aku i