Miss Montok
Pada saat yang sama, aku ambil plastik untuk membungkus roti panggang lain untuk Edward.
“Mau pakai sambal, nggak? Tuh, masih ada sambal sachet di lemari,” ujar Mama lagi.
“Enggak usah, Ma. Gini aja cukup.”
Pukul lima kurang lima, ponselku berbunyi. Buru-buru aku angkat. “Halo, iya, aku udah siap. Aku keluar, ya?”
Aku peluk Mama. “Ester pergi dulu ya, Ma? Janji begitu sampai di sana, Ester kasih kabar. Dah, Mama.”
Hot Chapters