Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Lima Jari Playboy

Lima Jari Playboy

Memang tak jadian alias pacaran semua, tetapi setidaknya menjalani hubungan tanpa status atau teman tapi mesra atau teman rasa pacar? “Wah, kalau mau main ke kantor, kami sambut dengan hangat bareng Emma,” Jawaban kawanku ini membuatku kembali mempertanyakan soal Emma, “Ngomong-ngomong, Emma itu yang mana? Dari tadi, lo sebut Emma terus?” “Emma?! Lo lupa sama Emma?!” Aku mengangkat bahu. “Bokapnya itu direktur stasiun TV swasta dan punya beberapa tempat hiburan hits ibukota. Jangan-jangan beberapa di antaranya yang sering lo datengin,” jelas kawanku.
9.320.4K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 654 kali sebagai acara tv emma stone
Baca
+Pustaka
OTW Janda!

OTW Janda!

Bahkan saat pria itu lewat, udara yang langsung mengembuskan aroma tubuh dan parfum pria itu sudah berhasil membuat Emma meleleh. ‘Harum sekali ...,’ Emma membatin takjub. “Jadi, kau siapanya Maxwell?” tanya pria itu pada Emma yang masih berdiri dekat area sofa. “Kenapa datang ke sini juga?” “Aku hanya menemani Jenna saja,” jawab Emma. “Aku Emma. Emily Olsen Alison, spesialis obsetri dan ginekologi di Cornell Hill, rumah sakit yang sama seperti Jenna dan Dokter Maurice.”
106.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 192 kali sebagai acara tv emma stone
Baca
+Pustaka
Terjerat Cinta CEO Dingin

Terjerat Cinta CEO Dingin

** Emma meremas foto yang ia genggam erat, jari-jarinya mencengkeram bingkai dengan begitu kuat hingga buku-bukunya memutih. Tatapan matanya adalahnkilat marah, penuh dengan obsesi yang membara. Wajah Stevan dalam foto itu menatapnya dengan senyum khas yang membuat dadanya bergejolak antara cinta dan amarah. Brak! Dengan satu gerakan kasar, Emma melempar bingkai itu ke dinding. Kaca pecah berhamburan di lantai, tetapi ia tidak peduli. Napasnya memburu, dadanya naik turun dengan cepat.
1027.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 741 kali sebagai acara tv emma stone
Tampilkan Ulasan (19)
Baca
+Pustaka
Kania Putri
kutu kupret ini si kevin masih aja cari perkara sama mark astaga kamu ya pantes mark jadi badmood. lah belanja online aja ntar masaknya du tempat dania jadinya aman kan. duh happy ya liat kalian makan bersama kaya gitu
Widia Anaska
demi cintamu tapi kau menghancurkan anakmu sendiri Sarah... tak kasiankah kau selama ini pada Mark yang tertekan dan hancur karena Alex kenapa kamu lebih mementingkan cintamu pada Alex sementara kamu membiarkan penerusmu yg menanggung luka seumur hidupnya
Baca Semua Ulasan
Hasrat Liar Sang Kakak Ipar

Hasrat Liar Sang Kakak Ipar

“Aku mencarimu, Tuan Kayden.” Kayden tidak langsung menjawab, pria itu sekilas melirik Lea sebelum akhirnya mengalihkan pandangan ke Emma. “Ada urusan denganku, Nona?” Emma tersenyum kecil, lalu melangkah mendekat tanpa menghiraukan keberadaan Lea. “Ya! Kita belum selesai mengobrol—” Emma masih sibuk mencoba menarik perhatian Kayden ketika suara pembaca acara tiba-tiba mengudara dan memotong ucapannya begitu saja.
1011.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 378 kali sebagai acara tv emma stone
Baca
+Pustaka
Dating My Brother

Dating My Brother

Dan jangan lupakan juga beberapa penggemar baru yang siap melancarkan aksi kapan saja. Mereka belum tahu saja siapa yang akan dihadapi jika ingin mendekati emma. Emma berjalan menuju ke parkiran sendirian. Tapi masih saja banyak pasang mata mengagumi wajah cantiknya. Drrt… drrt… ‘Halo, ed.’ ‘Kau sudah selesai ?’ ‘Hmm…’ ‘Baiklah, aku sudah melihatmu.’
105.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 201 kali sebagai acara tv emma stone
Baca
+Pustaka
Istri Dekilku Terlahir Kembali

Istri Dekilku Terlahir Kembali

“Apa Greg sudah pulang?” “Belum, Nyonya. Mungkin nanti.” Emma tampak bahagia mengikutinya. “Nyonya, saya melihat Anda di telivisi dalam chanel gossip. Anda tahu, Anda dan Tuan sangat luar biasa! Kalian terlihat sangat serasi. Dan juga … apa yang Anda katakan mengenai hubungan Tuan dan Camila, saya sangat menyukainya. Itu adalah kata-kata terbaik untuk membuat Camila menjadi orang asing tanpa kata-kata kasar. Itu hebat, Nyonya!”
1017.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 680 kali sebagai acara tv emma stone
Baca
+Pustaka
Pengasuh Kesayangan Presdir Arogan

Pengasuh Kesayangan Presdir Arogan

Emma tersenyum kecil, lalu menggenggam tangan mungil Ellen. “Iya, Papa nggak marahin Kakak Emma, kok. Ellen jangan cemas,” kata Emma terus memulas senyum pada Ellen walaupun jantungnya masih berdegup cepat karena takut identitasnya sebagai wanita malam itu sudah terbongkar. Sekarang, bagaimana cara Emma menghadapi Ethan?
104.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 164 kali sebagai acara tv emma stone
Baca
+Pustaka
Menikahi Mayat Palsu CEO

Menikahi Mayat Palsu CEO

ucap Emma sembari tersenyum puas. Emma lalu menarik tanganku, "Ayo! Aku akan memindahkanmu ke sisi lain dari mansion! Di sana banyak cctv!" "Cc ... tv ?" Aku mengulang perkataan Emma sembari mengikuti langkahnya. Mertuaku itu masih menarik tanganku, meninggalkan Zacky yang masih mengatur amarahnya. "CC TV? Maksudmu D-dia ... memperhatikanku selama ini?" Aku menepis tangan Emma yang menarikku. Menghentikan langkahku dan menatapnya dengan penuh pertanyaan.
1038.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai acara tv emma stone
Baca
+Pustaka
Terjebak Program Cinta Buatan Televisi Swasta

Terjebak Program Cinta Buatan Televisi Swasta

Emma terkekeh dan bangkit berdiri, ia berjalan ke arah meja lalu mengambil laptop pink milik Elea. "Aku harus mengirim beberapa email dan laptopku sedang rusak, tidak tahu kenapa." Emma memberitahu Elea tanpa ditanya. "Dan setelah ini, aku akan mendaftarkanmu ke program kencan itu." "Emma!" Elea bangkit duduk dan Emma tertawa kencan karenanya. "Jangan coba-coba. Aku tidak mau. Kalau kau tetap kukuh, ya sudah terserah, aku tetap tidak akan ikut."
103.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai acara tv emma stone
Baca
+Pustaka
Setelah Suami Selingkuh

Setelah Suami Selingkuh

“Em, mungkin sedang makan malam.” Alex tidak tahu saja kalau Stela sedang keluar. Rasa frustrasi dikhianati, bisa saja membuat seseorang mencari pelampiasan. Tidak disangka, malam kelam yang harusnya akan Stela gunakan untuk mencari hiburan, harus batal karena ada sosok Emma yang menghalangi jalan. “Sedang apa kau di sini?” tanya Stela Wen dengan sinis. Emma berjalan ke tepian gedung sambil tersenyum. “Bukankah ini tempat kita berdua?” Emma menoleh dengan kepala miring.
1052.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai acara tv emma stone
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status