Menjadi Tawanan Pangeran Rubah
“Hahahaha … aku sudah menunggu waktu ini, Emma. Kamu akan lenyap! Sudah lelah aku mengalah dan menjadi budakmu.”
Emma menggeleng kuat, matanya mengedar, berharap ada seseorang yang bisa membantunya dari perempuan gila ini. “Iris, jangan macam-macam. Aku bisa saja teriak.”
“Teriaklah sesukamu! Tak akan ada yang membantu!” Mirip psikopat, Iris nengeram lirih, lalu disusul dengan tawa renyah.
Iris mendekat, pisaunya yang lancip membuat Emma gemeteran. “Aku yang akan menikah dengan pewaris Georgetown Company. Dan semuanya akan jadi milikku, Emma. Aku muak dengan sikapmu.”
Hot Chapters