SUAMI YANG SEMPURNA
lanjut Angga kemudian masih larut dengan mangkuk baksonya yang masih berisi setengah.
"Iya, iya, mentang-mentang udah berubah sekarang. Dulu kan, elo yang ngajarin gue jadi bandel kayak gini, Wid. Lo nggak ingat waktu kelas sepuluh lo ngajak gue taruhan sama anak SMA sebelah? Terus waktu gue pulang dalam keadaan babak belur, si Nyak langsung marah-marah sama lo dan ngejar lo pake sapu." Bima kembali bernostalgia, mengingat masa-masa terbadung mereka saat mengabdi menjadi siswa junior.