Ifat
Keterangan dari Bang Idris itu membuatku merasa sedang berada di dalam proses penelantaran oleh masa lalu.
Idah yang wajahnya mirip almarhumah Ainun, yang menjadi jembatan masa laluku untuk mengenang masa-masa kecilku, akan pergi meninggalkan aku.
“Kapan kamu pulang, Fat? Masih ingatkah kamu dengan rumahmu di Bandar Baru ini?” Tanya Bang Idris lagi.
Di sini, di Surabaya, di balkon kamar hotelku aku tersenyum. Rumahmu di Bandar Baru, seperti kata Bang Idris, membuatku tiba-tiba merasa miris.
Hot Chapters