Pewaris Pedang Sulur Naga
Tidak disangka, ternyata akibat kemarau panjang, adiknya juga ingin mencari tempat baru.
"Lalu kau ingin tinggal di mana, Adhi?"
"Di sini, Kakang."
Alis putih panjang itu bertaut. Sejenak terdengar suara kekehannya yang disambut senyum hambar Dewa Jari Maut. "Suara kekehanmu sepertinya menertawakan nasib buruk yang menimpaku, Kakang," sindir pria tanpa jari itu.
Tidak ingin mengecewakan adiknya, ketua Perguruan Tangan Seribu menepuk-nepuk pundak adiknya yang tubuhnya lebih tinggi darinya.