Mendadak Menikahi Pria Cacat
Amara yang tadi tersenyum, tiba-tiba menangis, membuat Adit bingung melihat perubahan itu, yang terjadi secara tiba-tiba
"Apa ada yang salah dengan ucapanku?," tanyanya, lelaki itu merasa bersalah
"Aku...aku kangen sama keluargaku. Aku rindu masakan Ibu, aku rindu senyuman Bapak, Aku juga rindu rengekan Asih, adikku." Amara menghapus air mata yang membasahi pipinya
Adit menghela napas, dia sama sekali tidak berdaya, dan tidak dapat berbuat apa-apa
Hot Chapters