Terjerat Pesona Mama Temanku
Indra menyela dengan senyum hangat, "Salam untuk Sarah, ya. Katakan padanya bahwa kamu harus bekerja keras untuk mendampingi Direktur hebat seperti dia."
Ucapan Indra tulus, tetapi ucapan nyinyir langsung keluar dari mulut Siska. Ia menyeka mulutnya dengan tissue dengan gerakan dramatis, mencari perhatian.
"Kerja keras apanya, Papa? Dia kan cuma mau nge-date pacarnya," sindir Siska, matanya melirik tajam ke arah Adit. "Lagian, Sarah itu sudah terlalu tua untuk Kak Arga, Pa. Usia mereka terpaut jauh belasan tahun. Kak Arga itu tampan, pewaris, seharusnya dia pacaran dengan yang sepadan, yang seumuran. Bukan sama Tante-tante yang sudah punya masa lalu rumit. Bukannya dulu dia sudah pernah meni