KAKAK, I LOVE YOU
"Ehem."
Arinda meletakkan garpu dan pisau di atas piring. "Menikah bukan berarti dipenjara atau dikekang 'kan? Aku tetap mau mengejar cita-citaku dan merealisasikan mimpi-mimpiku dengan dukungan dari suamiku," jawab Arinda diplomatis. "Aku juga tau bahwa kehidupan berumah tangga itu pasti nggak selalu berjalan mulus, tapi selama aku dan Aa nanti kalo udah jadi suami istri bisa terus kompak dan saling memahami satu sama lain, insya Allah kita bisa melewati setiap ujian dan cobaan yang datang." Arinda berhenti sejenak untuk menghirup oksigen kemudian sambil memberanikan diri menatap lekat mata Arya ia melanjutkan, "Dan untuk yang kedua kalinya aku bilang. Ya, aku siap untuk menikah dan menjadi
Hot Chapters