LOVE THE LAW
**
Di tempat lain, di sebuah ruang gelap yang diterangi layar-layar komputer, seorang agen berseragam sipil menatap foto-foto baru yang ditampilkan di monitor.
Wajah Ainsley terpampang jelas. Begitu pula Ersya. Lalu toko buku Valenha, dari berbagai sudut.
“Siapa mereka sebenarnya?” gumam pria itu.
Ia menekan tombol interkom.
“Perintahkan tim bayangan. Kita awasi tiga-tiganya. Fokus pada tanggal gala.”
Di layar, foto terakhir yang muncul adalah Ainsley—tersenyum, dengan secangkir teh dan tatapan lembut pada seseorang yang tak terlihat kamera.
Bab Populer