Gelora Cinta Sang Mafia
Di sampingnya, Antoni orang kepercayaan paling setia, dengan satu tangan menggenggam pistol, dan satu lagi siap menutupi belakang tuannya.
Dari sudut ruangan, langkah kaki menggema. Perlahan dan penuh percaya diri. Agnesia muncul dengan gaun hitam panjang yang membelah hingga paha, rambut dikuncir tinggi dan senyum setajam belati. Di belakangnya, empat pria berbadan kekar, bersenjata lengkap.
“Selamat datang di pesta kecilku, Raka,” sapa Agnesia sambil melangkah mendekat. “Kupikir sudah saatnya kita bicara, atau menyelesaikan apa yang pernah kita mulai.”
Sikat na Kabanata