Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
BLASTERIS TERKUAT

BLASTERIS TERKUAT

Krisna menatap Harry. "Mataku!" Harry melepas kacamata hitamnya, memperlihatkan matanya. Rahang Krisna jatuh ke lantai sementara Bintang dan Kania menutupi mulut mereka dengan tangan dengan heran. Matanya berwarna merah darah. Mata Harry berwarna merah darah, seperti sepasang batu rubi dengan pupil berbentuk api hitam. Hanya ada satu cara untuk menggambarkan matanya: itu adalah mata Sharingan api hitam.
1066.0K viewsCompletedAdded to Library 1.6K Times as air mata maharani part 11
Read
+Library
Mata Elang

Mata Elang

sahut Vanya. “Apa kau bilang!!! Mau nyari mati ya!!!” teriak Mawar yang sudah naik pitam. Disaat Mawar marah sesaat dia sadar jika tidak ada Anita, dia menahan amarahnya dan berkata, “Dimana Anita?? Siapa yang mengizinkannya masuk?” Haishhh!!! Cepat sekali dia sadarnya!! Mbak Anita cepatlah!! Batin Vanya, dia kuatir rencananya terbongkar dan itu tidak ada di catatan.
108.1K viewsCompletedAdded to Library 289 Times as air mata maharani part 11
Read
+Library
Maha Dimensi

Maha Dimensi

Mata yang kosong dan otak yang berpikir keras. “Berdirilah,” ucap Maha lagi. “Dan lihat sekelilingmu.” Deolinda mengikuti perintah Maha dengan kepala yang terangkat perlahan seraya tangan menerima bantuan dari si bos besar. “A-apa ini?” tanya Deolinda setelah dia melihat sekeliling. “Ini dinamakan Vehritio,” jelas Maha. “Ap ... apa ....” Deolinda terhenti saat Maha merentangkan kedua tangannya.
103.7K viewsOngoingAdded to Library 85 Times as air mata maharani part 11
Read
+Library
Air Mata di Antara Bunga

Air Mata di Antara Bunga

ucap Rangga tegas. Aku terbelalak. Dunia seakan berhenti berputar. Bukankah dulu dia yang berkata, wanita lain punya mahar, aku juga akan punya, bahkan lebih? Bukankah dulu dia berniat memindahkan separuh saham perusahaannya atas namaku, sebagai mas kawin? Namun kini, dengan kata-katanya barusan, entah keguguran atau tidak, aku tahu, dalam hatinya, aku sudah divonis sebagai wanita kejam. Mahar itu tak akan pernah lagi menjadi milikku.
28.1K viewsCompletedAdded to Library 1.0K Times as air mata maharani part 11
Read
+Library
Jadilah Pedangku, Sayang!

Jadilah Pedangku, Sayang!

tutur Damarteja. Muniratri memejamkan mata. Ia mengatur napasnya agar teratur dan hatinya menjadi lebih tenang. “Hanya demi posisi putri mahkota?” Muniratri mendengus. “Kurasa tidak sesederhana itu.” Wanita itu menghapus air mata di pipi. ***
102.2K viewsOngoingAdded to Library 58 Times as air mata maharani part 11
Read
+Library
Air Mata Kerinduan

Air Mata Kerinduan

Untungnya, suamiku merasa kasihan dan meminta ibu mertua untuk memanggilkan terapis laktasi. Namun yang tak kuduga, yang mengetuk pintu rumahku keesokan harinya adalah pria muda setinggi 185 cm. “Halo kak, namaku Jeff, seorang terapis laktasi.” Kok laki-laki? Melihat pria muda di depanku yang tampak ceria, ramah dan sepertinya beberapa tahun lebih muda dariku, tanpa sadar aku pun mengerutkan kening.
2.4K viewsCompletedAdded to Library 50 Times as air mata maharani part 11
Read
+Library
Mahar 10 Miliar Wanita Sombong

Mahar 10 Miliar Wanita Sombong

Cahaya matahari sore menembus kaca jendela cafe mewah itu, menciptakan pantulan keemasan di atas meja marmer tempat Alea duduk. Di depannya, seorang pria dengan jas mahal dan wajah setajam ukiran patung duduk tenang, sorot matanya menusuk seolah menilai setiap gerakan Alea. Pria itu tidak terlihat gugup atau ragu, ia memancarkan aura percaya diri yang luar biasa.
101.0K viewsOngoingAdded to Library 25 Times as air mata maharani part 11
Read
+Library
Mata Ketiga Manda

Mata Ketiga Manda

Karna bagi Manda, bekerja sama dengan Colin itu seperti berdampingan dengan harimau. Well, akhirnya kini mereka sudah berada di depan pintu masuk gedung Hollywood meet. Seperti namanya, sudah pasti penampakkannya luar biasa glamor. Jujur saja, baru kali ini Manda menyaksikan dengan mata kepalanya betapa mewah dan megahnya acara para selebriti terkemuka di Amerika ini.
879 viewsOngoingAdded to Library 27 Times as air mata maharani part 11
Read
+Library
Perjalanan Pendekar Tangan Satu

Perjalanan Pendekar Tangan Satu

"Aku menunggu jurus kedua, Kisanak!' sahut Rawindra yang tidak ingin menanggapi hinaan yang dilontarkan oleh Mahabrata untuk menjatuhkan mentalnya. "Tinju Matahari" Kepalan tangan Mahabrtaa diselimuti api bercahaya kuning mirip cahaya matahari yang juga membungkus tangannya. Pukulan yang diarahkan ke Rawindra berupa serangan jarak jauh dengan melemparkan bola-bola api kuning mirip matahari kecil ke arah Pendekar Tangan satu disertai tinju langsung ke bagian dadanya. "Ini hanya pertandingan, Mahabrata! Kenapa kau keluarkan jurus yang mematikan?" protes Amara yang melihat kecurangan yang dilakukan Mahabrata untuk menang.
1028.5K viewsCompletedAdded to Library 826 Times as air mata maharani part 11
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status