SUAMIKU KEKASIH IBUKU
HaniHadi_LTFsambutan pengantin wanitabaju orang tua pendamping pengantingaun putih pengantingaun pengantin
Tangan kirinya mencengkeram sandaran kursi, sementara tangan kanan menutup mata sejenak, menahan sesuatu yang berusaha naik ke tenggorokan.
“Berapa lama lagi?” suaranya terdengar lebih tenang daripada dadanya.
“Dua puluh menit,” jawab kopilot dari depan. “Kita turun di Adisutjipto.”
Jati mengangguk pelan. Tidak ada pilihan lain selain percaya pada waktu yang terus bergerak tanpa peduli. Pikirannya melayang ke ruang putih, bau antiseptik, bunyi mesin yang naik turun seperti napas buatan. Bayangan kecil dengan selang dan kabel menempel di tubuh mungil itu muncul begitu jelas. Ia menelan ludah.