Balada Asmara Biduan Dangdut
“Iy-iya, Mak.”
“Kamu cinta sama Aisyah?”
Diam aku.
Emak menatapku. “Hm?”
“Iy-iya, Mak.”
Plakk!!
Ditampar kencang pipiku.
“Bangun, Kir, bangun! Kamu ini ngaca! Aisyah itu gadis solehah anak kiai besar! Di kepalanya pulak sudah ada hafalan 30 juz Al-Quran! Lha kamu ini apa?” Ditunjuk-nunjuk kepalaku kasar. “Otakmu ini isinya cuma ada udut, ngopi, udut, ngopi! Rusak!”