Suami Perkasa
ia sengaja berhenti sejenak, menatap tajam, “…janda miskin. Nggak punya apa-apa, masih juga numpang hidup di apartemennya Steve.”
Kata-katanya bagai racun yang ditebar pelan-pelan.
Sukma terdiam sebentar, lalu tersenyum tipis. Ia berjalan santai mendekat, tumit sepatunya beradu pelan dengan lantai, setiap langkahnya penuh percaya diri.
“Pelet?” Sukmanya terkekeh, suara rendah dan menantang. “Sayang… kalau ini pelet, berarti peletku terlalu ampuh. Soalnya Steve rela ninggalin semuanya demi aku.”
Bab Populer