Istri Buruk Rupa
ucap mas Hanung.
Aku melihat ke arahnya, dengan pandangan kesal.
“Ya, tapi sekalipun kamu tidak pernah membawakan untukku, jangankan itu, menawari saja tidak pernah, apa aku harus merepotkanmu dengan permintaan seperti itu?” tanyaku.
“Aku tahu, sebuah perhatian itu begitu mahal, apalagi pemiliknya tidak lagi peduli,” lanjutku yang kemudian berdiri, lalu segera membaringkan tubuh ke tempat tidur.