Baginda, Tuan Putri Merayumu
“Hukuman mati…” Yasmin mengulang bisikan itu, merasakan tiap suku katanya membebani lidah.
Rasanya begitu berat dan berdarah, tapi ia tahu bahwa dalam hukum dunia ini, pengkhianatan terhadap bangsa lain dan percobaan pembunuhan terhadap darah daging sendiri bukanlah perkara kecil.
“Segala yang dilakukan Ayahanda bukanlah kesalahan yang bisa dimaafkan hanya dengan satu malam pengakuan dosa, Yasmin.” Ohmad mengusap wajahnya dengan kasar, gurat kelelahan tampak jelas.