Titik Nadir Sang Pendosa
“Saya punya dosa, Mbak Naura punya dosa, kita semua berdosa. Jadi, saya bukan lelaki berjiwa kerdil yang akan dengan mudah menghakimi seseorang hanya karena masa lalunya.”
Naura memilih bungkam. Wahid adalah lelaki kedua yang bermulut manis padanya. Jika Indra yang tahu betul kisah hidupnya saja bisa begitu tega, apalagi Fatih yang tidak tahu apa-apa?