Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Diselingkuhi Suami Diratukan Preman Miliarder

Diselingkuhi Suami Diratukan Preman Miliarder

Matanya terlihat sendu, seolah-olah sesuatu membuatnya sedih. "Kenapa? Hujan itu rahmat, kalau tidak hujan semua yang ada di bumi ini pasti mati." Bastian tertawa kecil, dia melirikku kembali. "Lihat siapa yang bicara, wanita yang menangis di bawah hujan, karena patah hati." "Ck, apaan, sih!" "Selain patah hati kamu juga judes, ya." Aku mendelik. "Masih mending aku nangis karena patah hati, daripada sok cool di depan orang-orang padahal aslinya cerewet."
1022.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 734 kali sebagai aku tidak membenci hujan
Baca
+Pustaka
Lima Tahun Sebelum Tragedi Pernikahanku

Lima Tahun Sebelum Tragedi Pernikahanku

“Gak papa. Hanya sedikit kesal saja harus mengawali hari dengan hujan.” Saka tersenyum kemudian kembali mendaratkan kecupan di bahu Kinan. “Gak boleh gitu. Hujan juga anugerah, kok. Bukankah setelah hujan akan muncul pelangi. Jadi kamu tidak boleh membenci hujan.” Kinan terkekeh mendengar ucapan Saka. Sementara Saka hanya tersenyum melihat ulah Kinan. “Kenapa akhir-akhir ini bicaramu nyeleneh gini, sih.”
1071.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai aku tidak membenci hujan
Baca
+Pustaka
Menikahi Mayat Palsu CEO

Menikahi Mayat Palsu CEO

Aku berdiri dan berniat mengakhiri pembicaraan, tetapi hujan turun dan membuatku kesal. "Astaga, mengapa hujan selalu turun di saat yang tidak tepat," pekikku dengan kesal. Beberapa petani berlarian dan masuk ke rumah kecil yang kami tumpangi. "Maaf, kami bukan mau menganggu pembicaraan, tetapi tubuh ini sudah tua, kalau kena hujan mau ngilu besoknya," ucap Bu sSiti sambil terkekeh.
1038.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 951 kali sebagai aku tidak membenci hujan
Baca
+Pustaka
Cintaku Terhalang Weton

Cintaku Terhalang Weton

Saat itu juga, hujan turun mengguyur bumi menyembunyikan perasaan Danang yang hancur. Danang tidak memedulikan hujan yang begitu deras. Ia berjalan menaiki motornya tanpa mengenakan jas hujan. Biarlah kekecewaan Danang luntur dengan air hujan yang membasahi dirinya. Rintik-rintik hujan yang turun dengan deras itu mengenai wajah Danang yang tidak dilindungi apa pun. Wajahnya seperti sedang didetox oleh rintik hujan yang terasa sakit.
1012.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 277 kali sebagai aku tidak membenci hujan
Baca
+Pustaka
Ranjang Hangat Tuan Presdir

Ranjang Hangat Tuan Presdir

“Iya, walaupun di luar juga kita tidak akan kebasahan, sayang. Kita kan pakai mobil tadi.” “Oh iya, aku lupa. Soalnya aku sering kehujanan, tapi entah mengapa setiap kali kena hujan, aku merasa bahagia.” “Kenapa suka hujan?” tanya Gavin. “Karena di bawah hujan aku bisa mengeluarkan air mataku sepuasnya tanpa ada orang yang melihatnya. Hujan bisa meluruhkan semua kesedihan. Bahkan saat hujan, aku bisa berteriak tanpa ada yang mendengar,” jawab Karin.
809 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai aku tidak membenci hujan
Baca
+Pustaka
MY SEXY EDITOR

MY SEXY EDITOR

Walau Moonlight sering membalas pesanku pada malam hari, tapi kuharap hujan begini membuat Moonlight ingin punya teman untuk mengibarkan walau lewat udara. Irene : Hujan... Kamu tahu, dulu saat kecil aku benci hujan. Karena aku tak bebas bermain di luar, dan saat hujan aku tak bisa berbuat apa-apa kecuali berada dibalik selimut. Tapi saat dewasa aku mengerti, aku butuh hujan dalam hidupku. Bagaimana dengan adanya hujan kita berhenti sejenak dari banyaknya aktivitas dan merenungkan hidup dengan melihat rintik-rintik air yang jatuh sambil menghitung aroma hujan.
9.935.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai aku tidak membenci hujan
Tampilkan Ulasan (42)
Baca
+Pustaka
Rizka Ahmed Syukri
aaaaaaaaaa aku terharu baca cerita ini,, sebagai seorang ibu faham betul gimana harus kuat liat anak demam/sakit,, btw makasih mak selalu nyajiin cerita yang luar biasa bagusnya,, maaf baru hadir karena abis lahiran Rabu kemaren,,
V Missv
Mudah-mudahan ini komen aku terakhir di sini. Pada dasarnya aku ga mau berhubungan lagi dengan seseorang 'you know who'. Jadi, jangan saling mengusik. Ngetik aja yang aman dan damai ya. Kita ini penulis, bukan penjulid. Sukses terus.
Baca Semua Ulasan
Gara-Gara Parfum

Gara-Gara Parfum

MUSIM HUJAN. JAKARTA. Aku selalu duduk menattap keluar jendela setiap kali hujan turun. Melihat titik air yang perlahan membasahi tanah selalu mengingatkanku pada Ibuku. Karena itu, aku membenci hujan.
8.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 179 kali sebagai aku tidak membenci hujan
Baca
+Pustaka
Nature Squad

Nature Squad

katanya di tengah hujan yang masih enggan pergi. "Walaupun sekarang ini Rain punya sahabat lain, tapi dia gak akan pernah lupa sama lo. Tasya, lo juga pasti lihat itu kan bagaimana menderitanya dia selama ini?” Tanya Samudra menengadah ke atas langit seakan sahabat kecil Rain ada di sana. “Gue mohon bantu dia buat hilangin kebencian nya itu ya. Lo juga sedih kan liat Rain nyiksa dirinya sendiri karena rasa bersalahnya itu? Tasya tolong kasih tahu sahabat lo itu, kalau hujan gak menakutkan dan kecelakaan yang menimpamu bukan karena hujan. Tolong ya, Sya." Rain sedikit tersentak bersamaan dengan air matanya yang mulai menetes bercampur dengan air hujan yang menerpa wajahnya.
105.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 192 kali sebagai aku tidak membenci hujan
Baca
+Pustaka
Langit & Mega

Langit & Mega

Butiran itu jatuh saling susul. Ah, aku menyukai hujan. Mungkin, bagi sebagian orang alasannya menyukai atau membenci hujan karena hujan membangkitkan ingatan dalam hidupnya. Namun, bagiku tidak. Aku menyukai hujan bukan karena itu. Aku menyukai hujan, karena hujan itu sendiri.
108.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 183 kali sebagai aku tidak membenci hujan
Baca
+Pustaka
Cinta Membara Seorang Luna Yang Diabaikan

Cinta Membara Seorang Luna Yang Diabaikan

Aku hanya bisa bersyukur jika air itu tidak menggenangi penjara yang sedang kutempati. Hujan…kehadirannya seperti itu untukku. Tapi sepertinya sekarang… hujan tidak terasa seburuk itu. Mengapa demikian? -“Ah! Sedang hujan! Kita selalu membenci hujan karena hanya akan membuat bulu kita basah!”- ‘Ah… begitukah?’ -"Hah? Ada apa dengan gadis ini? Apa Kau menyukai hujan sekarang? Bagaimana?"-
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai aku tidak membenci hujan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status