Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kubalas Hinaanmu, Mas!

Kubalas Hinaanmu, Mas!

Dia boleh meminta makanan apapun yang enak-enak. “Setiap alam itu, mempunyai pintu. Alam dunia, pintunya adalah liang kemaluan Ibu. Alam barzah, pintunya adalah lubang kubur. Sementara alam akhirat, pintunya adalah hari kiamat.” Arini tersenyum melihat mata Rafa yang mengerjap beberapa kali. “Jadi, kalau Rafa tanya Adik bayi keluar dari mana? Adik bayi akan keluar dari liang kemaluan Ibu, karena itu adalah pintu untuk berada di alam dunia.”
998.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.0K kali sebagai al kaunu
Baca
+Pustaka
SENDIAKALA

SENDIAKALA

Aku keluar dari kamar dengan didampingi oleh ibu, langkah aku pelan tapi mantap di atas karpet merah yang hanya dipakai untuk acara penting seperti ini. Di tengah halaman, di bawah pohon beringin besar yang dulu sering jadi tempat berkumpul keluarga, sudah disiapkan sebuah meja kecil dengan kain sutra merah tua. Yang akan melaksanakan akad adalah Kyai Hasan dari pesantren tempat aku belajar dan mengajar. Ia adalah orang yang sudah mengenalku sejak kecil, dan juga pernah menjadi teman bicara Bapak sebelum wafat. Wajahnya yang penuh kedalaman dan janggut putih yang panjang membuatnya tampak sangat berwibawa. Ia berdiri di depan meja dan memulai acara dengan membaca ayat suci Al-Qur’an yang mem
551 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15 kali sebagai al kaunu
Baca
+Pustaka
MAS, KAWIN YUK?!

MAS, KAWIN YUK?!

“Andweeee!! Gue nggak mau... Gue haram deket-deket Babi. Gue kan islam! Kata Bunda nggak boleh, nanti gue log out!” Para pengunjung yang terhibur pun tertawa, begitu juga dengan Adnan.. “Kamu udah logout, Cin.. Soju kan sama haramnya kayak Babi..” “Haram kayak kamu? Masa sih?” Sudut bibir Adnan berkedut. Perasaan ia bilangnya babi, bukan dirinya deh! “Maapin Cinta, Tuhan.. Abis enak.. Cinta emang islam kok, tapi yang islam kan banyak yang mabok.. Ayah juga minumnya wine..” Racau Cinta, menyepill kelakuan ayahnya.
106.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 184 kali sebagai al kaunu
Baca
+Pustaka
Kau Duakan Aku, Kubawa Anakmu Pergi

Kau Duakan Aku, Kubawa Anakmu Pergi

Dada Aini berdentum dengan hebatnya, sebuah rasa yang belum pernah ia dapatkan sebahagia ini selain dengan kabar ibunya yang tak kunjung ia dapatkan kepastiannya. "Mas ingat ulang tahunku? Makasih ya?" Aini tersenyum malu-malu. Wajahnya menunduk untuk menutupi semburat merah yang membuat pipinya bak kepiting rebus. "Sama-sama. Itu bukan barang yang mewah. Hanya sebuah alat yang akan mendampingimu melakukan rutinitas menghadap Tuhanmu. Semoga kamu berkenan menyelipkan namaku disetiap ibadahmu itu." Zain Al Ghifari berujar dengan tatapan dalam sebagai bentuk permohonan.
1056.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai al kaunu
Baca
+Pustaka
Kau Buang Aku, Kunikahi Bosmu

Kau Buang Aku, Kunikahi Bosmu

Bab 107 Kau Buang Aku Kunikahi Bosmu Setelah Siti, Handi dan Putri sampai di taman yang berada di dekat sebuah mall, mereka bertiga bisa melihat dengan jelas keadaan taman yang tak terlalu ramai tapi ada beberapa anak kecil yang tengah bermain. Putri tampak begitu senang karena melihat ada banyak orang dan mereka semua terlihat bersenang-senang. "Uwahhh! Tamannya bagus banget!"
9.3461.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14.3K kali sebagai al kaunu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status