Setelah Aku Kaya, Suamiku Mati Gaya
Aku bangkit dari duduk, sepertinya memang lebih baik aku keluar dari ruangan ini, jika terus mendengarkan mereka bicara, aku hanya ikut sakit hati, karena walau bagaimanapun, kami sama-sama perempuan.
"Kamu jangan pergi dari ruangan ini, Inggit, tolong bantu Papa untuk menenangkan Pram!" Pak Satria mencegahku. Dia menahanku untuk tidak keluar dari ruangan ini. "Lagian biar kamu tidak buruk sangka juga pada Pram, Papa dua kali menikah bukan karena nafsu, tapi ingin menyelamatkan martabat seorang wanita," tambahnya.
Mas Pram mengelus pelipisnya, dia sangat kesal hingga memukul meja dengan keras.
Hot Chapters