Om Duda!
sapa Disya, suaranya terdengar lirih namun tetap saja senyuman lebar terbit di bibirnya.
Disya bangun dari baringannya lalu terduduk. “Sudah pulang dari tadi?” tanya Disya.
Devan menggelengkan kepala sebagai jawaban.
Disya mendengkus jengkel, lalu memanyunkan bibirnya. “Pak Devan kan punya mulut, masa cuman geleng kepala aja sih? Tahu enggak, Disya punya tuh temen kaya Pak Devan, irit banget ngomongnya, trus tiba-tiba dia bisu dan meninggal,” tutur Disya, saat berbicara pupil matanya juga membesar seolah menakut-nakuti Devan. Tapi Devan tidak takut sama sekali, justru Disya terlihat sangat menggemaskan di matanya.