Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Arimbi

Arimbi

Tanpa basa basi Leo langsung berbicara ke inti. "Apa kamu meragukanku? Berapapun biayanya akan aku sanggupi, sekalipun aku harus menjual ginjalku." "Ya, baik. Aku hanya mengingatkan. Jika sudah jelas seperti ini, maka akan secepatnya aku menghubungi rekanku itu. Dia telah banyak menangani pasien seperti istrimu Arimbi, dan dinyatakan sembuh."
104.1K viewsOngoingAdded to Library 150 Times as amber j liu
Read
+Library
Lucian D'Ambrosio

Lucian D'Ambrosio

"Lyra…" Lelaki berambut coklat itu meletakkan tapak tangan di atas meja, tangan lagi satu mencapai botol minuman di tangan Martina. "Kenapa kau bagi air ni pada gadis cantik ni. Minuman murah macam ni tak sesuai untuk Lili muda keluarga Conti." Martina tersentak mendengar kata-kata lelaki bermata emas itu, dia lantas berdiri. Kerusi yang diduduki olehnya terheret sedikit ke belakang. "Kau kenal aku?"
10715 viewsOngoingAdded to Library 25 Times as amber j liu
Read
+Library
Liara

Liara

Di kiri dan kanan terdapat tumbuhan bambu yang subur. Air sungai yang bergerak tampak berkilau karena diterpa sinar dari lampu. Di sini tidak temaram, melainkan cukup terang. Semuanya jadi terlihat jelas dan bagus. "Harusnya kau bawa aku di siang hari. Agar aku bisa naik ke batu-batu besar itu." Liara protes sembari menunjuk bebatuan besar dan kecil yang ada di pinggir dan tengah sungai.
9.535.0K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as amber j liu
Read
+Library
Terjebak cinta semu sang polisi

Terjebak cinta semu sang polisi

Mbak Ambar mengagetkan aku yang tengah fokus dengan ponselku. "Aduh nggak ah mbak... Sudah tahu aku gak doyan minuman pahit." Keluhku lagi. " Ini beda dek, ini namanya jamu jaman now. Sekali minum berasa kayak gadis lagi. Rasanya tidak pahit juga. Cobain deh. Kalau tidak kebukti, mbak traktir kamu di cafe Janji Jiwa deh... Kalau kebukti, kamu wajib kasih skincare gratis plus gantiin jamu yang udah aku beli." Dengan semangat, mbak Ambar menantang keampuhan itu jamu. Jadi teringat misi aku besok pagi, jadi ikutan penasaran. Apa ia seampuh itu jamu yang di beli mbak Ambar.
104.6K viewsOngoingAdded to Library 169 Times as amber j liu
Read
+Library
MENANTU AMBURADUL

MENANTU AMBURADUL

Meski sama-sama pakai honda Jazz hanya beda warna antara milik Mas Yusuf warna stabilo dan kuning milik mas Rama, tapi Ibu masih suka ribet. ________ Nama mempelainya Anjela dan Jordan. Umur mereka yang sudah dewasa membuat orang tuanya memaksa mereka untuk buru-buru menikah. Meski yang kutahu Anjela masih ingin berkarir. Dia seorang pramugrari, dan suaminya bekerja juga di kantor Bandara. Entah apa bidang dan jabatannya Aku kurang mengerti. Yang jelas suaminya orang berada.
1011.6K viewsOngoingAdded to Library 256 Times as amber j liu
Read
+Library
Kurawat Dengan Cinta, Dibalas Dengan Pengkhianatan

Kurawat Dengan Cinta, Dibalas Dengan Pengkhianatan

Dia tersenyum dan memeluk Amber, "Aku salah ngomong. Perutku nggak nyaman sekali. Tolong buatkan aku sup pereda mabuk, ya?" Dengan enggan, Amber masuk ke dapur. Dia berada di sana lebih dari satu jam. Suara panci dan wajan yang berbenturan terdengar nyaring sepanjang waktu. Akhirnya, yang dia bawa keluar hanya semangkuk air dingin. "Julian, aku nggak bisa masak sup pereda mabuk," ucapnya dengan gaya manja dan sedikit kesal. Julian hanya bisa mengangguk pasrah, "Nggak apa-apa, kalau begitu pijat kakiku, ya? Hari ini aku berdiri terlalu lama."
8.2K viewsCompletedAdded to Library 260 Times as amber j liu
Read
+Library
Menikah Dengan Paman Tunanganku

Menikah Dengan Paman Tunanganku

Setelah itu, telepon langsung ditutup. Brylee berdiri lemas. Ia hendak kembali ke Jiangcheng tapi kakak Amber muncul, membawa sebotol anggur di tangan. “Tuan Brylee, jangan pergi dulu. Ini... ini kami simpan untuk tamu spesial.”
9.8K viewsOngoingAdded to Library 293 Times as amber j liu
Read
+Library
PULANG KAMPUNG

PULANG KAMPUNG

tawarku kemudian. Entah mengapa, Mbak Ambar yang biasanya terlalu nyablak dan nggak mau diam, kali ini cukup manis dan sopan. Duh, aku jadi semakin curiga kalau memang ada sesuatu di balik senyum menawannya. "Wah, siang-siang bikin jus jambu. Cocok banget, Rum," ucapnya mengawali pembicaraan setelah aku ikut duduk di samping ibu.
10101.0K viewsCompletedAdded to Library 3.6K Times as amber j liu
Read
+Library
JandA

JandA

Bola mata amber nan besar miliknya tak henti-hentinya menatap laju pengunjung hotel yang ramai dengan segala atribut yang mereka kenakan. "Selamat malam, Nona. Apakah Anda yang bernama Nona Aline?" Seorang pria berpakaian pramusaji mendatangi Aline. "Ya, aku Aline." "Silakan, ini minuman Anda." Segelas tequila dihadapkan di depannya. "Tapi saya tak memesan apa pun," sahut Aline. "Minuman ini dari seseorang, Nona." Sahut pramusaji itu tersenyum padanya.
105.2K viewsOn holdAdded to Library 208 Times as amber j liu
Read
+Library
Tawanan yang Menawan

Tawanan yang Menawan

“Kau memang orang yang bijaksana.” Dengan gerakan perlahan, Wanita itu melepas topi petaninya. Wajah ovalnya yang halus disinari cahaya bulan, memperlihatkan lekuk pipi yang masih montok dan bibir penuh berwarna merah alami. Usianya terlihat sekitar 30 tahunan memberinya kematangan tanpa menghilangkan pesonanya—garis-garis halus di sudut matanya justru menambah kedalaman pada sorot mata hijau yang tajam. “Aku Ambar,” suaranya serak namun merdu, seperti anggur yang telah lama disimpan.
1015.9K viewsCompletedAdded to Library 621 Times as amber j liu
Read
+Library
PREV
123
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status