Kukembalikan Seserahan Calon Suamiku
Ya Allah, suamiku kenapa?
"Mas, kamu jangan bercanda!"
Kudorong badannya hingga posisi terlentang. Ia tetap bergeming.
"Mas, bangun, Mas!"
Suaraku telah parau, tapi aku masih tak percaya dengan apa yang terjadi. Kupegang tangannya.
"Mas, bangun. Kamu bilang kita akan menua bersama kan, Mas? Kita akan punya banyak anak. Ini, di rahimku telah ada calon adiknya Fajar, Mas," kuletakkan tangan itu di perutku.
Bab Populer