Aku dan Teman Suamiku
Bagaikan petir menggelegar, Zaka masih menatap Mei tak berkedip, ulu hatinya seakan tersayat dengan ucapan Mei.
"Ga mungkin, Mei. Bukan begini, kamu pasti bohong," ucap Zaka masih tak percaya.
"Mas, aku ga mau bohongin kamu lebih lama lagi, aku ga kuat, terus-terusan bersikap seolah kamu adalah ayah bayi ini, karena pada kenyataannya ia bukan anakmu, aku selingkuh. Maaf Mas, maafin aku." Mei sudah terisak berlutut di kaki suaminya. Zaka mundur, semua ini terlalu pedih bagi dirinya.
Sikat na Kabanata