ISTRIKU MEMBEKU
"Mil, jika suatu saat kita berjodoh lagi, aku pastikan kita akan bertemu dalam keadaan lebih baik. Bagaimanapun aku tak pernah bisa melepas perasaan ini. Maaf, ya, Mil kalau aku masih terus berharap."
Mulutku terkunci ketika kata-kata ini terucap dari bibir mas Andra. Aku juga bingung dengan perasaan sendiri yang ternyata tak bisa lama membencinya. Meski belum sanggup untuk bersama lagi, tapi takut juga jika harus terpisah selamanya.
Kami terjeda dalam diam untuk beberapa saat. Ternyata ungkapan perasaan mampu mewujudkan kecanggungan kembali. Padahal, tadi baik-baik saja.