Possessive Wife
Dia yang sudah lama tidak pulang ke Bali membuatnya tidak begitu hafal jalan, ku jemput dia di kotanya dengan perasaan was-was dan cemas, khawatir ia tidak akan menerimaku yang tidak cantik ini.
"Andra."
"Ana."
Kami saling berjabat tangan, bibir kami sama-sama tersungging sebuah senyuman. Taman kota menjadi saksi pertemuan pertama kami.
"Ayo, kita kerumahmu," ajaknya di tengah-tengah obrolan senda gurau kami.
"Mau?" tanyaku ragu.
"Tentu saja, aku perlu bertemu dengan kedua orang tuamu," jawabnya yakin.